Valentino rossi lebih banyak orang

Empatpuluh tahun setelah debut Kejuaraan Dunia, Jorge ‘Aspar’ Martinez mengingat hubungan karirnya dibuat dengan dua pembalap terbaik dalam sejarah olahraga.

“Sepertinya sudah ditulis. Nieto adalah dewa bagi saya dan pada tahun 1986 saya menjadi juara dunia untuk pertama kalinya dan dia menarik diri. Sepuluh tahun kemudian saya di Piala Dunia dan seorang anak laki-laki bernama Rossi tiba. Kemenangan pertamanya adalah dengan saya di trek pada tahun 1996 di Brno. Piala Dunia pertamanya adalah pada tahun 1997, tahun saya pensiun. Rasanya seperti menutup siklus dan bangga telah menjadi bagian dari sejarah ini dan kebanggaan telah mampu bersaing melawan dua pembalap terbaik sepanjang masa,” kata Martinez kepada surat kabar AS, yang mengambil dua ikon olahraga ini untuk menambahkan yang lain yang dia klaim, seperti Rossi dan Nieto, yang terbaik dari selalu:

-Jika saya bisa membuat podium di tingkat pengemudi, saya akan menempatkan Ángel Nieto, Valentino Rossi dan Giacomo Agostini. Bagi saya, mereka adalah tiga terbesar dalam sejarah.

NAMA Valentino Rossi dan Marc Marquez tak pernah lewat dibicarakan kala membahas soal MotoGP. Pasalnya, dua nama ini terlibat persaingan yang sengit dan ketat selama berlomba bersama di ajang MotoGP.

Ya, rivalitas Rossi dan Marquez di MotoGP memang sudah bukan rahasia lagi. Keduanya kerap terlibat duel sengit kala melakoni balapan. Persaingan sengit itu pun terkadang berlanjut ke luar arena balapan.

Valentino Rossi dan Marc Marquez

BACA JUGA: Marc Marquez Masih Cedera, Puig Tetap Berharap Honda Dapat Mulai MotoGP 2022 Lebih Baik

Kondisi ini kemudian mengundang penilaian publik soal siapa yang lebih baik dari Rossi atau Marquez. Banyak orang pun lebih mendukung Rossi sehingga sosoknya dianggap lebih terhormat dari Marc Marquez.

BACA JUGA: Bukan Marc Marquez Apalagi Quartararo, Valentino Rossi Anggap Pembalap Ini yang Tercepat dan Terliar Sepanjang Sejarah

Beberapa alasan pun melatarbelakangi. Kali ini, Okezone akan membahasnya. Berikut 5 alasan Valentino Rossi lebih terhormat ketimbang Marc Marquez di MotoGP.

5. Pengalaman Persaingan Juara

Sosok Valentino Rossi lebih dihormati oleh banyak orang ketimbang Marc Marquez karena dianggap lebih berpengalaman. Rossi bahkan sudah menghadapi banyak sekali rival kuat dalam memperebutkan gelar juara di MotoGP.

Sete Gibernau dan Valentino Rossi

Kondisi ini tersaji karena Rossi memang punya perjalanan panjang di pentas MotoGP. Dia sudah menjalani karier di sana selama 26 tahun di MotoGP, berbeda dengan Marc Marquez yang baru debut di kelas tertinggi itu pada 2013.

Tak ayal, soal pengalaman, Rossi jauh lebih banyak dari Marc Marquez. Sebelum menghadapi rivalitas dengan The Baby Alien -julukan Marquez, pembalap asal Italia itu sudah dihadapkan dengan lawan-lawan yang tak kalah kuat dan hebat, seperti Sete Gibernau, Max Biaggi, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, hingga Dani Pedrosa.

Hasil yang diraih pun sangat luar biasa. Beberapa kali Rossi berhasil menghadapi persaingan sengit itu hingga membuahkan gelar juara. Hingga pensiun pada 2021, Rossi meraih total 7 gelar juara di kelas premier.

4. Juara dengan Tim Berbeda

Ya, Valentino Rossi juga diunggulkan soal merengkuh gelar juara dengan tim berbeda di MotoGP. Jika Marc Marquez mengemas enam gelar hanya dengan Repsol Honda, Rossi meraihnya dengan dua tim berbeda.

Valentino Rossi

Tim pertama tentunya adalah Honda. Pasalnya, The Doctor -julukan Rossi- naik ke kelas premier bersama Honda. Di sana, ada tiga gelar juara yang didapat Rossi.

Rossi kemudian bersinar bersama Yamaha. Sejak pindah ke sana pada 2004, dia sudah merebut empat gelar juara. Kondisi ini membawa Rossi lebih diunggulkan dan dihormati banyak orang ketimbang Marc Marquez karena sudah menunjukkan diri jauh lebih tangguh.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Berani Keluar dari Zona Nyaman

Selanjutnya, alasan lain yang membuat Rossi lebih dihormati karena keberaniannya keluar dari zona nyaman. Rossi yang bisa mendulang hasil manis terus-menerus dengan Honda, tanpa ragu berani mencari pelabihan baru bersama Yamaha.

Marc Marquez dan Valentino Rossi

Tak berhenti di situ, Rossi kembali berani mengambil langkah besar dalam kariernya di MotoGP pada akhir 2010. Kala itu, dia memutuskan hijrah dari Yamaha ke Ducati. Padahal, karirnya di Yamaha sangat mentereng.

Meski keputusannya ke Ducati bisa dibilang salah langkah, Rossi tetap mendulang banyak pujian. Sebab, dirinya dianggap berani keluar dari zona nyaman. Rossi jauh lebih berani dari Marc Marquez yang hanya mau membela Honda saja sampai saat ini.

2. Angkat Popularitas MotoGP

Alasan berikutnya sosok Valentino Rossi jadi sosok lebih terhormat dari Marc Marquez karena The Doctor sukses mengangkat popularitas MotoGP. Hal itu dibuktikan dari banyaknya penggemar Rossi yang memenuhi tribun penonton setiap balapan digelar.

Valentino Rossi

Kondisi ini bahkan tak hanya terlihat kala Rossi mentas di kandangnya sendiri, yakni Italia. Pemandangan serupa juga terlihat kala pembalap berusia 42 tahun itu mentas di seri-seri lain.

Di musim terakhirnya melakoni balapan, dukungan besar bahkan ditunjukkan fans dalam setiap balapan Rossi. Hal ini membuktikan bahwa sosok kakak dari Luca Marini itu sudah mengangkat popularitas MotoGP, jauh sebelum Marc Marquez hadir di kelas utama.

1. Meninggalkan Warisan Berharga

Terakhir, Rossi meninggalkan warisan berharga di MotoGP. Warisan itu berupa sederet pembalap hebat yang merupakan jebolan dari akademi buatannya, VR46 Academy.

Franco Morbidelli dan Valentino Rossi

Ya, Rossi tak hanya mengukir prestasi sendirian di MotoGP. Dia juga membagikan ilmunya kepada para pembalap muda Italia yang kini juga beraksi di ajang tersebut.

Nama-nama seperti Francesco Bagnaia, Franco Morbidelli, hingga sang adik sendiri, Luca Marini, merupakan jebolan dari akademi buatannya, VR46 Academy. Kini, semua nama itu beraksi di ajang MotoGP dan bahkan mampu bersaing memperebutkan gelar juara.

Atas hal ini, sosok Rossi makin dikagumi dan dihormati banyak orang. Rossi benar-benar memberi dampak besar terhadap ajang MotoGP selama masih berkarier di sana dan dipercaya akan terus berlanjut, meski kini sudah pensiun.

Sebelumnya

1

3

Selanjutnya

BOS Aprilia Racing, Massimo Rivola mengklaim bahwa MotoGP masih banyak ditonton ketimbang Formula One (F1), meski ditinggal pembalap legendaris Valentino Rossi. Kendati demikian, ia tak menampik jika sponsor MotoGP masih lebihh sedikit ketimbang F1.

Massimo Rivola sendiri awalnya mengapresiasi balapan F1 GP yang menarik untuk ditonton oleh penggemarnya, lantaran para pembalapnya cukup glamor. Akan tetapi, jika dibandingkan dari segi pertunjukan, ia menilai balapan MotoGP lebih baik dibandingkan dengan F1.

MotoGP

“Formula 1 memiliki momen yang luar biasa ketika Anda melihat bagaimana orang memandangnya. Saya rasa Anda tidak bisa membandingkan keseruan Formula 1 dengan MotoGP, ini sesuatu yang jauh lebih besar. Tapi pertunjukan yang kami tampilkan di MotoGP jauh lebih baik daripada di Formula 1,” ungkap Massimo Rivola, dikutip dari Speed Week, Senin (26/12/2022).

Di lain hal, Massimo Rivola tak menampik bahwa MotoGP masih kekurangan dalam hal sponsor. Jika dibandingkan dengan F1, maka MotoGP dinilai masih sedikit sponsornya.

“Jadi kami harus mencari cara untuk mendapatkan lebih banyak sponsor secara keseluruhan dan menarik lebih banyak orang secara umum. Jika Anda melihat berapa banyak orang yang bergerak di Formula 1, itu hal lain,” kata Massimo Rivola.

“Jadi kami tidak boleh puas dengan apa yang telah kami raih, meskipun popularitas di sirkuit tidak seburuk itu, selain Mugello. Saya pikir ada beberapa keadaan yang berarti balapan ini tidak terlalu menonjol dalam hal banyaknya penonton,” tandasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Dorna Sports sendiri masih terus mencari cara untuk kembali menarik minat penonton agar menyaksikan MotoGP, setelah mengalami penurunan peminat setiap tahunnya. Dorna Sport pun terus berpikir cara untuk kembali meningkatkan penonton di setiap balapannya.

 MotoGP

Banyak pihak mengatakan turunnya jumlah penonton MotoGP tak lepas dari pensiunnya Valentino Rossi, serta sudah dianggap tak menarik karena sudah tidak adanya drama di antara para pembalap. Selain itu, MotoGP juga dianggap kalah bersaing dengan F1.

Namun, Dorna Sports memilih untuk mengadakan sprint race untuk MotoGP 2023. Hal itu ditujukan untik menarik minat penggemarnya lagi.

Sebelumnya

1

2

Selanjutnya

Jakarta

Manajer umum Yamaha Lin Jarvis mengatakan, figur Valentino Rossi tidak akan dapat digantikan siapapun di MotoGP, tidak terkecuali oleh Marc Marquez.

Rossi akhirnya pensiun dari MotoGP di akhir musim 2021. The Doctor mundur dengan torehan sembilan titel juara dunia, tujuh di antaranya diperoleh di kelas utama. Sebanyak 89 kemenangan dan 199 podium diraih Rossi dalam 372 start.

Nama Valentino Rossi dikenal tidak sekadar aksi-aksinya menunggangi motor balap di atas lintasan. Namun, lebih dari itu Rossi bisa disebut sebagai ikon MotoGP. Italiano berusia 42 tahun itulah yang berperan besar membesarkan olahraga ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemunculan Marc Marquez pada 2013 tidak dipungkiri mengikis dominasi Rossi. Rider Spanyol itu muncul sebagai idola baru seiring dengan kesuksesannya memenangi enam titel juara dunia MotoGP.

Fabio Quartararo belakangan digadang-gadang untuk menjadi pebalap besar di masa depan, menyusul keberhasilannya memenangi MotoGP 2021. Akan tetapi, menurut Lin Jarvis, Valentino Rossi lebih besar dari pebalap manapun di era modern.

“Tidak adanya Valentino di MotoGP akan ada pengaruhnya karena dia itu unik. Kalau setiap orang ditanyai: ‘Siapa itu Marquez?’, banyak orang tidak tahu. ‘Siapa itu Quartararo?’, ‘Saya tidak tahu.’ ‘Siapa itu Valentino Rossi?’ maka semua orang bisa menjawab,” kata Lin Jarvis kepada Moto Revue.

“Semua orang tahu dia. Nama dia punya daya tarik secara global. Tapi bagaimanapun, saya optimistis dengan masa depan MotoGP, karena ada beberapa pebalap muda yang berbakat.”

“Pensiunnya dia mewakili akhir dari sebuah era. Dia itu salah satu ikon unik yang muncul di setiap olahraga di waktu tertentu. Tapi untuk masing-masing ikon, akan selalu ada akhir di dalam karier mereka,” lugas Jarvis mengenai Valentino Rossi.

Tonton juga Video: Ronaldo Hingga Pirlo Melepas Valentino Rossi

[Gambas:Video 20detik]

(rin/krs)

Jakarta Valentino Rossi pantas disebut legenda hidup MotoGP. Pasalnya, pembalap Italia itu telah berkiprah di ajang MotoGP selama kurang lebih 20 tahun.

Pembalap telah berganti dari generasi ke generasi, tapi Valentino Rossi masih bertahan. Pada usia yang telah mencapai 41 tahun, Rossi masih bersaing di sirkuit dari pekan ke pekan dengan gairah yang meluap-luap. 

Padahal rekan seangkatannya semuanya telah pensiun, menikmati hari-harinya sebagai masyarakat umum, berbisnis, atau menjadi komentator. Rossi malah memilih jalan yang terjal, dengan bersaing melawan pembalap-pembalap yang jauh lebih muda daripada dirinya. 

Rossi bisa dibilang salah satu pembalap tersukses dalam sejarah MotoGP. Ia telah mengantongi sembilan gelar juara dunia di berbagai kategori. 

Namun, ada kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Sudah lebih dari satu dekade ia tidak merasakan manisnya gelar juara dunia. 

Meski begitu Rossi belum ingin berhenti. Dia masih membalap di MotoGP 2020, yang belum juga bergulir karena pandemi virus corona. The Doctor juga memberikan sinyal masih ingin membalap pada musim 2021 meskipun kemungkinan harus memperkuat tim satelit Yamaha. 

Tahun lalu Rossi hanya finis di peringkat keenam klasemen akhir MotoGP. Meski begitu fans MotoGP masih ingin melihatnya membalap pada 2020, bahkan 2021. 

Mengapa masih banyak fans MotoGP yang masih tergila-gila terhadap Valentino Rossi meskipun prestasinya tak semoncer dulu? Berikut enam alasannya seperti dilansir BBC. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *