Tanda tanda kiamat israel dan palestina damai

BondowosoNetwork.com – ”Jika Palestina dan Israel berdamai, dunia akan kiamat”, ungkapan tersebut dibantah oleh seorang ulama yang mengatakan, bahwa:

Hal itu tidaklah benar, karena hanya opini yang disebarkan oleh orang Yahudi sendiri.

Namun tentang Palestina atau kaum muslimin memerangi dan menang dari Yahudi dan terjadi kiamat, mungkin saja itu benar.

Dikutip Bondowoso Network dari kanal YouTube Lensa Aswaja, ada hadist yang mengatakan: Dari Sayyidina Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga kalian (muslimin) memerangi Yahudi, kemudian batu berkata di belakang Yahudi; wahai muslim ini Yahudi di belakangku, bunuhlah!” (HR. Bukhari dan Muslim dalam Shahih Jami’ Ash Shaghir: 7414)

Baca Juga: Usia 33 Tahun Ternyata Memiliki Keistimewaan: Disebut Dalam Hadits dan Alquran, Injil, Hingga Penelitian

Hadits lain mengatakan: “Tidak akan terjadi kiamat, hingga Muslimin memerangi Yahudi, orang-orang Islam memerangi Yahudi, sampai Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon.”

“Namun batu dan pohon berkata; Wahai Muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi dibelakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon gharqad (yang tidak demikian) karena termasuk pohon Yahudi.” (HR. Muslim dalam Shahih Jami’ Ash Shaghir: 7427)

Hadist tersebut dari kekuatan sanadnya termasuk hadits shahih tanpa perbedaan pendapat dan termasuk dari tanda-tanda kenabian Rasulullah SAW.

Jika Palestina Menang Maka Kiamat Akan Terjadi, Benarkah?

loading…

Inilah pohon Gharqad, pohon milik Yahudi yang akan menjadi tempat persembunyiaan mereka dari kejaran kaum muslim pada akhir zaman. Foto/dok islamidia

A

A

A

Hari ini fitnah sudah merajalela, mulai dari fitnah Islam teroris hingga serangan

Baca Juga: Kiamat Sudah Dekat: Begini Kabar Dajjal dari Khurasan dan Ashbahan

Mari kita simak penjelasan Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia

Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu. bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Tidak akan terjadi hari

Tidak akan terjadi

Hadis-hadis di atas dari segi kekuatan sanadnya termasuk hadis shahih tanpa perbedaan pendapat. Dan termasuk dari tanda-tanda kenabian

Namun, kata Ustaz Sarwat, ada yang hal yang kurang kita sadari selama ini. Yaitu bahwa hadis ini baru terasa relevan di zaman sekarang ini saja. Sepanjang 14 abad lamanya, tiap ada orang yang baca hadis ini di zamanya, akan sedikit berkerut kening. Mengapa?

Sebab di masa mereka hidup, sejarah

Dai kelahiran Kairo ini mengatakan, orang Yahudi sepanjang sejarah Islam, justru berada di bawah perlindungan negeri-negeri Islam. Komunitas Yahudi selalu dimusuhi oleh semua bangsa dan negara sepanjang sejarah.

“Komunitas Yahudi pun pernah dibantai oleh Nazi Jerman di masa Hitler. Nyaris tidak ada tempat buat Yahudi kecuali di dalam negeri Islam. Mereka aman bila tinggal di wilayah khilafah Islam, karena hukum Islam melarang memerangi ahlu zimmah (kafir zimmi),” terang Dai lulusan S3 Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) ini.

Salah satu penguasa yang anti

Maka selama 14 abad itu, hadis ini cukup mengherankan umat Islam. Bagaimana mungkin umat Islam yang selama ini melindungi bangsa Yahudi serta mengharamkan darah mereka, lantaran mereka termasuk ahlu zimmah, tiba-tiba akan memerangi Yahudi sampai mati. Bahkan batu dan pohon akan memerintahkan umat Islam untuk membunuh mereka juga.

Teka-teki hadis ini baru terjawab pada tahun 1948, ketika komunitas Yahudi dunia melakukan agresi, penjajahan dan pencaplokan sebuah negeri Islam merdeka, Palestina. Dan pada tahun 1967 semakin jelas lagi hadits ini, karena ternyata komunitas Yahudi selama 14 abad hidup di bawah perlindungan, asuhan dan kerahiman umat Islam. Tiba-tiba berubah menjadi srigala liar yang mengakibatkan perang Arab-Israel.

“Barulah di masa sekarang ini hadis ini menjadi lebih punya arti, setelah terkuaknya misteri. Ternyata Yahudi yang selama ini hidup di bawah asuhan dan kasih sayang umat Islam, tiba-tiba jadi makhluk buas pembantai nyawa,” jelasnya.

Menarik untuk diperhatikan, bahwa

Karena itu mustahil meminta Amerika untuk menekan Israel agar menghentikan serangan mereka ke negeri Islam. Adanya hak veto di PBB semakin membuktikan bahwa PBB pun termasuk bagian dari alat yang diciptakan oleh mereka.

Kepastian Kekalahan Yahudi
Selain terkuaknya misteri hadis di atas di abad 14 hijriyah, hadis ini sangat tegas menyebutkan kepastian kehancuran bangsa pengingkar Allah dan Nabi ini. Bahkan pohon dan batu pun akan ikut membantu umat Islam dalam menumpas mereka.

Karena itu, hadis ini juga menjadi penghibur derita, pelipur lara dan pembangkit harapan buat umat Islam yang sempat merasakan kebengisan Yahudi secara lebih nyata. Bahwasanya Israel yang bukan manusia itu pasti akan dikalahkan. Ini adalah sebuah kepastian, karena yang mengatakan ini bukan sembarang orang. kabar ini disampaikan langsung orang yang paling dekat kepada Allah yaitu

Yang menarik juga, di dalam hadis ini

Dajjal
Dajjal, menurut hemat kami dan sebagaimana yang kita baca di dalam banyak hadits, bukan kiasan melainkan sosok manusia. Keberadaannya sesaat sebelum hari Kiamat kubra terjadi.

Banyak orang beranggapan apabila Palestina menang dari Israel maka tidak lama lagi Kiamat akan terjadi. Saat itu makhluk pembohong besar bernama Dajjal pun akan keluar dari persembunyiannya.Hari ini fitnah sudah merajalela, mulai dari fitnah Islam teroris hingga serangan Israel ke Palestina dan terjadinya perang di berbagai negara diyakini sebagai tanda-tanda akhir zaman dan dekatnya hari Kiamat. Benarkah demikian?Mari kita simak penjelasan Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA saat menjawab pertanyaan dari jamaahnya. Ustaz Sarwat mengemukakan beberapa Hadis Nabi.Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu. bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kalian (muslimin) memerangi Yahudi, kemudian batu berkata di belakang Yahudi, “Wahai muslim, inilah Yahudi di belakangku, bunuhlah!” (HR Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih Jami’ Ash-Shaghir No. 7414)Tidak akan terjadi hari Kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, “Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi.” (HR Muslim dalam Shahih Jami’ Ash-shaghir no. 7427)Hadis-hadis di atas dari segi kekuatan sanadnya termasuk hadis shahih tanpa perbedaan pendapat. Dan termasuk dari tanda-tanda kenabian Rasulullah SAW yang terkait dengan mukjizat kabar yang akan terjadi di masa yang akan datang.Namun, kata Ustaz Sarwat, ada yang hal yang kurang kita sadari selama ini. Yaitu bahwa hadis ini baru terasa relevan di zaman sekarang ini saja. Sepanjang 14 abad lamanya, tiap ada orang yang baca hadis ini di zamanya, akan sedikit berkerut kening. Mengapa?Sebab di masa mereka hidup, sejarah Yahudi tidak seperti sekarang. Mereka belum lagi menjadi sosok negara super power yang ampuh. Keangkuhan Yahudi dengan negara Israelnya belum pernah ada sepanjang 14 abad itu. Keberadaannya baru muncul di abad 20 ini atau abad 14 hijriyah.Dai kelahiran Kairo ini mengatakan, orang Yahudi sepanjang sejarah Islam, justru berada di bawah perlindungan negeri-negeri Islam. Komunitas Yahudi selalu dimusuhi oleh semua bangsa dan negara sepanjang sejarah.”Komunitas Yahudi pun pernah dibantai oleh Nazi Jerman di masa Hitler. Nyaris tidak ada tempat buat Yahudi kecuali di dalam negeri Islam. Mereka aman bila tinggal di wilayah khilafah Islam, karena hukum Islam melarang memerangi ahlu zimmah (kafir zimmi),” terang Dai lulusan S3 Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) ini.Salah satu penguasa yang anti Yahudi adalah Spanyol Kristen. Ketika Spanyol dikuasai rejim Katolik, bukan hanya umat Islam yang diusir, tetapi termasuk juga kalangan Yahudi. Tidak ada satu pun tanah di dunia ini yang mau menampung bangsa ini, kecuali penguasa muslim Turki Utsmani.Maka selama 14 abad itu, hadis ini cukup mengherankan umat Islam. Bagaimana mungkin umat Islam yang selama ini melindungi bangsa Yahudi serta mengharamkan darah mereka, lantaran mereka termasuk ahlu zimmah, tiba-tiba akan memerangi Yahudi sampai mati. Bahkan batu dan pohon akan memerintahkan umat Islam untuk membunuh mereka juga.Teka-teki hadis ini baru terjawab pada tahun 1948, ketika komunitas Yahudi dunia melakukan agresi, penjajahan dan pencaplokan sebuah negeri Islam merdeka, Palestina. Dan pada tahun 1967 semakin jelas lagi hadits ini, karena ternyata komunitas Yahudi selama 14 abad hidup di bawah perlindungan, asuhan dan kerahiman umat Islam. Tiba-tiba berubah menjadi srigala liar yang mengakibatkan perang Arab-Israel.”Barulah di masa sekarang ini hadis ini menjadi lebih punya arti, setelah terkuaknya misteri. Ternyata Yahudi yang selama ini hidup di bawah asuhan dan kasih sayang umat Islam, tiba-tiba jadi makhluk buas pembantai nyawa,” jelasnya.Menarik untuk diperhatikan, bahwa Yahudi sudah mempersiapkan apa yang mereka dapat di masa sekarang ini sejak lama. Bahkan ada yang mengatakan sejak ribuan tahun yang lalu. Konon terbentuknya negara-negara super power, penjajahan barat atas dunia timur, naiknya para pejabat di masing-masing negara adidaya, semua tidak lepas dari skenario mereka. Inggris di masa lalu dan Amerikadi masa sekarang, tidak lain hanyalah alat yang disiapkan untuk mewujudkan cita-cita pembentukan Israel.Karena itu mustahil meminta Amerika untuk menekan Israel agar menghentikan serangan mereka ke negeri Islam. Adanya hak veto di PBB semakin membuktikan bahwa PBB pun termasuk bagian dari alat yang diciptakan oleh mereka.Selain terkuaknya misteri hadis di atas di abad 14 hijriyah, hadis ini sangat tegas menyebutkan kepastian kehancuran bangsa pengingkar Allah dan Nabi ini. Bahkan pohon dan batu pun akan ikut membantu umat Islam dalam menumpas mereka.Karena itu, hadis ini juga menjadi penghibur derita, pelipur lara dan pembangkit harapan buat umat Islam yang sempat merasakan kebengisan Yahudi secara lebih nyata. Bahwasanya Israel yang bukan manusia itu pasti akan dikalahkan. Ini adalah sebuah kepastian, karena yang mengatakan ini bukan sembarang orang. kabar ini disampaikan langsung orang yang paling dekat kepada Allah yaitu Nabi Muhammad SAW.Yang menarik juga, di dalam hadis ini Rasulullah SAW menyebutkan sebuah nama pohon, yaitu Gharqad. Pohon ini milik Yahudi, sehingga kalau ada Yahudi sembunyi di baliknya dari kejaran umat Islam, pohon ini tidak akan berbicara. Sebaliknya, pohon ini akan melindungi Yahudi, karena pohon ini milik mereka.Dajjal, menurut hemat kami dan sebagaimana yang kita baca di dalam banyak hadits, bukan kiasan melainkan sosok manusia. Keberadaannya sesaat sebelum hari Kiamat kubra terjadi.

Keyakinan orang Yahudi, Palestina itu bumi yang dijanjikan Allah milik mereka.

Palestina-Israel sampai Kiamat Tak Akan Bisa Damai, Gus Baha Ungkap Alasannya

Suara.com – Palestina dan Israel bisakah berdamai? Kiai NU mempunyai pandangannya terkait konflik Palestina-Israel ini.

KH Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha mengungkapkan bahwa Palestina dan Israel akan sangat sulit untuk berdamai.

Kiai Nahdlatul Ulama ini mengatakan, baik Palestina maupun Israel masing-masing menganggap Yerussalem adalah miliknya. Hal tersebut terjadi karena kitab suci masing-masing, baik Yahudi dan Islam sudah menuliskan itu.

Menyadur dari Terkini.id — jaringan Suara.com, Gus Baha menjelaskan tentang sejarah Yerussalem serta keterkaitannya dengan konflik di Palestina-Israel yang sampai saat ini belum ada kata damai.

Baca Juga: Kecam Pembakaran Al-Qur’an, Gus Udin Minta Aktor Politik di Indonesia Tak Lakukan Ini

“Pada zaman Nabi Muhammad, di Kota Madinah yang dahulu bernama Yasrib, ada komunitas Yahudi dari Bani ‘Aus dan Khazraj,” kata Gus Baha mengawali penjelasannya.

Gus Baha (Nu.or.id)Gus Baha (Nu.or.id)

Komunitas Yahudi tersebut mempunyai kitab suci. Ciri utama kitab suci biasanya membicarakan sesuatu yang akan datang, termasuk membicarakan calon nabi akhir zaman dari dinasti Ismaily, yakni generasi Nabi Ismail yang secara geografis harus Mekkah.

Kenapa harus Mekkah? Karena Nabi Ibrahim dan Siti Hajar hidup di Mekkah, sehingga bangsa Arab rata-rata generasi Ismail.

“Kalau yang di Palestina, yaitu Yahuda cs, yang akhirnya sekarang jadi kelompok Yahudi Zionis, itu juga keturunan Nabi Ibrahim, tapi garis keturunan Nabi Ya’qub,” kata Gus Baha.

Gus Baha menyebut, nama lengkap Yahuda lebih tepatnya Yahuda bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Gus Baha juga menyebut bagaimana Al-Qur’an menyebut kelompok Yahuda tersebut.

Baca Juga: 10 Peristiwa Penting Bulan Rajab: Isra Miraj, Imam Syafi’i Wafat hingga Pembebasan Palestina

“Mulane nasab Nabi Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Yusuf terkenalnya dengan Al-Karim ibnu Karim Ibnu Karim ibnu Karim. Yusuf ini yang saudara seayah dengan Yahuda Cs yang melahirkan Ariel Sharon Cs itu adalah dinasti Yahudi. Hanya Yusuf dan Bunyamin yang jadi Muslim. Hanya Yahuda Cs yang sekarang menjadi bangsa Yahudi,” jelas Gus Baha.

 

ISLAM adalah agama rahmatan lil’alamin.Jangan lupakan sejarah bagaimana Rasulullah Saw yang adil mengusir kaum Yahudi dari klan Quraidha karena pengkhianatan mereka terhadap piagam Madinah, sedangkan kaum Yahudi yang lain hidup berdampingan bersama umat Islam dan kaum Nasrani setelah peristiwa ini.

Nyatanya kita tidak membenci kaum Yahudi karena memang telah jelas apa yang telah diberitakan dalam Al-Qur’an mengenai sifat-sifat keburukan ini .

“Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka,” [Q.S .An-Nisa’ (4):155].

Jelas sekali ada diantara kaum Yahudi yang beriman dan yang tidak memusuhi Islam. Bahkan berbagai tulisan menunjukkan bahwa mereka hidup aman di wilayah khilafah Islam, karena hukum Islam melarang memerangi ahlu zimmah ( kafir zimmi ) .Dalam Islam sendiri hukum untuk berperang datang saat kaum Yahudi dan orang-orang yang kafir memerangi umat Islam dan membuat kerusakan.

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas,” ( Q.S.Al-Baqarah: 190)

Bahwasanya Islam mencintai perdamain. Bahkan menganjurkan sebagaimana firman Allah Swt ; “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.8:61)

Sebagian orang dari agama-agama Samawi pun mencintai perdamain. Namun telah menjadi sunnatullah bahwa ada diantara manusia, orang-orang yang mencintai kebenaran (Al-Haq) dan ada orang-orang yang suka berbuat kerusakan (Bathil). Beberapa kali perjanjian damai yang diadakan antara Palestina-Israel yang diprakarsai di Oslo nyatanya dirusak begitu saja oleh Israel?

Beberapa pendapat yang melabelkan Hamas sebagai teroris karena menolak gencatan senjata merupakan sebuah pendapat yang emosional. Fakta yang dikemukan haruslah mengandung kebenaran bukan pembenaran. Mengingat telah berungkali Israel mengkhianati perjanjian-perjanjian damai yang telah disepakati.

Saya analogikan kepada Anda dengan bahasa sederhana bahwa jika rumah Anda dirusak oleh pendatang dan kemudian terjadi sengketa, dari kedua belah pihak menginginkan masalah ini diselesaikan dengan baik serta menghormati satu sama lain tentu akan terjadi perdamain yang diidam-idamkan. Namun berungkali terjadi perdamaian, berungkali juga si pendatang merusak kesepakatan damai, lantas apakah Anda masih percaya setelah si pendatang berkhianat berungkali? Bahkan binatang pun tak jatuh di lubang yang sama!

Logika sederhana pun tak bisa menerima bahwa seseorang yang ditindas, dirampas haknya akan berdiam diri tanpa melawan apalagi setelah mengetahui sifat-sifat pengkhiat yang telah nyata-nyata ditunjukkan oleh si penindas.

Maka telah jelas apa yang menjadi kebenaran. Dan telah jelas pula apa yang menjadi kebathilan .

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ * وَالأرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ * إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ * وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ *

“Demi langit yang mengandung hujan; demi bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan. Sesungguhnya al-Quran itu benar-benar firman yang memisahkan (antara yang haq dan yang batil). Sekali-kali ia bukanlah gurauan.” (QS ath-Thariq [86]: 12-14).

Saya kutip makna tafsir dari ayat ini agar pemahaman kita terhadap hal ini semakin jelas .

“Allah SWT berfirman: Wa as-samâ‘ dzât al-raj’i (Demi langit yang mengandung hujan). Ayat ini diawali dengan wâwu al-qasam (huruf yang menunjukkan makna sumpah). Objek yang dijadikan sebagai al-muqsam bih adalah as-samâ‘ (langit). Disebutkan bahwa langit tersebut dzât ar-raj’i. Secara bahasa, kata ar-raj’ berarti mengembalikan ke keadaan semula.Dalam konteks ayat ini, kata tersebut bermakna al-mathar (hujan). Dijelaskan al-Qurthubi, hujan senantiasa kembali setiap tahun. Dikatakan ahli bahasa ar-raj’ berarti al-mathar.Menurut az-Zamakhsyari, penyebutan al-mathar (hujan) dengan ar-raj’ disebabkan karena orang Arab mengira bahwa mendung membawa hujan dari lautan, kemudian kembali lagi ke daratan.

Disebutkan ayat ini bahwa al-Quran merupakan qawl fashl. Secara bahasa, kata al-fashl berarti memisahkan salah satu dari dua perkara dengan yang lain sehingga antara keduanya terlepas.Dikatakan oleh al-Qurthubi, pengertian al-Quran sebagai qawl fashl berarti yafshilu bayna al-haqq wa al-bâthil (memisahkan antara yang haq dan yang bathil).Asy-Syaukani juga mengatakan, “Sesunguhnya al-Quran memisahkan antara kebenaran dan kebatilan dengan menjelaskan masing-masing keduanya.”

Demikianlah sikap kita sebagai muslim menyikapi apa yang sedang terjadi di Palestina sebagai bentuk keyakinan terhadap tanda-tanda kiamat yang ditelah diberitakan melalui penuturan Rasul yang mulia.

Selain berdoa, langkah nyata juga diperlukan dengan cara mengirimkan bantuan kepada lembaga-lembaga yang cukup terpercaya yang sudah mengirimkan dan terus bekerja menyampaikan amanah kepada saudara-saudara kita di Palestina.

BACA JUGA: Perang Di Palestina Dan Tanda-Tanda Kiamat (1)

Jika tak dapat berbuat apa-apa untuk saudara-saudara di Palestina , maka selemah-lemahnya iman adalah diam dengan tidak mengeluarkan komentar-komentar fitnah yang jauh dari kebenaran karena kelak di Hari Pembalasan apa-apa yang kita perbuat akan dipertanggungjawabkan .

#PrayForGaza#PrayForPalestina#FreeBaitulMaqdis

Nb : Jangan juga kita lupakan saudara-saudara kita di Suriah, di Cina, di Burma dan di berbagai belahan bumi yang sedang teraniaya.Do’a adalah senjata kita !.

Sumber :

1.‘Awadh bin ‘Ali bin ‘Abdullah ,’Tanda-Tanda Hari Kiamat’ , terjemahan Muh. Khairuddin Rendusara, 2009, Islamhouse.

2 Dr. Akram Dhiya’ Al-Umuri,Sirah Nabawiyah ,Penerbit : Pustaka As-Sunnah, Jakarta .Bahasa : Indonesia Cetakan Asli : Madinah Cetakan : Kesatu, 2010 M Kategori

2.Situs Wikipedia http://id.m.wikipedia.org/wiki/Konflik_Israel_dan_Palestina

3. Fridman, Refoel. 1965 , hal 107 ‘ Serock in Memorial ‘ ,

4.http://www.sztetl.org.pl/en/gallery/

5. a . Az-Zuhaili, At-Tafsîr al-Munîr, vol. 30 (Damaskus: Dar al-Fikr al-Mu’asir, 1998), 180. b . Al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur‘ân, vol. 20 (Kairo: Dar al-Kitab al-Mishriyyah, 1964), 10. c. Az-Zamakhsyari, Al-Kasysyâf, vol. 4 (Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1987), 736.

d .Al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân, vol. 20, 10.e. Asy-Syaukani, Fat-h al-Qadîr, vol. 5, 511.( Tafsir Al-Qur’an yang dirangkum dalam Al-Waie 2013 )

HABIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *