Perbedaan tabungan giro dan deposito

Perbedaan giro dan deposito dapat dilihat dari banyak aspek. Ini penjelasannya!

Sobat OCBC NISP, perbedaan giro dan deposito harus Anda pahami dengan baik, terutama jika sedang bimbang memilih salah satunya.

Pasalnya, kedua produk menabung di bank tersebut menawarkan kelebihan masing-masing yang tidak bisa disamakan.

Agar mengetahui produk apa yang paling cocok bagi Anda, simak pembahasan mengenai perbedaan giro dan deposito di bawah ini!

Pengertian Giro dan Deposito

Giro dan deposito termasuk dalam contoh jenis uang berbentuk simpanan di bank yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan.

Sebelum mengetahui perbedaannya, Anda perlu memahami terlebih dahulu pengertian giro dan deposito.

Giro adalah jenis simpanan bank yang digunakan untuk pembayaran non tunai. Rekeningnya diisi seperti tabungan biasa. Lalu, saat ingin melakukan transaksi, akan diberikan sebuah warkat atau bilyet giro.

Pemilik rekening giro disebut dengan girant, baik itu perorangan maupun organisasi. Adapun sistem pengelolaan tabungannya disesuaikan dengan bunga atau disebut sebagai jasa giro.

Tingkat bunga atau jasa giro ditetapkan oleh otorisasi bank. Jika Anda tertarik dengan giro, produk ini memiliki likuiditas yang tinggi.

Sementara pengertian deposito adalah produk simpanan di bank yang menggunakan sistem penyetoran dan penarikan pada jangka waktu tertentu.

Dalam hal ini berarti nasabah hanya perlu menyetor dana yang ingin disimpan di awal dan menunggu sampai masa jatuh tempo (tenor) tiba untuk melakukan pencairan.

Meskipun demikian, deposito juga dapat dicairkan sebelum masa jatuh tempo, tapi terdapat sanksi dan konsekuensi yang harus diterima oleh nasabah.

Dana deposito sendiri dilindungi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) sehingga keamanannya sudah terjamin.

Perbedaan Giro dan Deposito

Terdapat beberapa perbedaan tabungan giro dan deposito yang membuat kedua produk simpanan ini memiliki karakteristik serta manfaatnya masing-masing.

Adapun sejumlah perbedaan giro dan deposito, di antaranya adalah:

1. Fungsi

Perbedaan giro dan deposito yang pertama dapat Anda lihat dari masing-masing fungsi kedua produk tersebut.

Giro berfungsi sebagai media transaksi di mana nasabahnya dapat melakukan penarikan setiap hari, bahkan dengan nominal ratusan juta.

Sementara, deposito adalah tabungan berjangka yang berfungsi untuk menyimpan dana nasabah sampai waktu jatuh temponya tiba.

Baca juga: 4 Perbedaan Giro dan Tabungan, Mana Paling Penting?

2. Jenis Produk

Perbedaan giro dan deposito berikutnya adalah jenis produk yang dimiliki. Jenis produk tabungan giro hanya ada satu.

Sementara, deposito terbagi atas tiga jenis produk, di antaranya yaitu:

  • Deposito berjangka:

    Deposito yang memiliki jangka waktu pengambilan

  • Deposito on call (simpanan yang dapat ditarik setiap saat dengan pemberitahuan 1 hari sebelum jatuh tempo)

  • Deposito sertifikat (tabungan dalam bentuk deposito dengan bukti simpanan berupa sertifikat yang dapat dipindahtangankan).

3. Media Penarikan Dana

Perbedaan giro dan deposito selanjutnya terletak pada media penarikan dana yang digunakan oleh nasabah.

Jika Anda ingin melakukan penarikan dana giro, maka membutuhkan bilyet atau cek. Sedangkan untuk deposito, Anda tidak memerlukan media penarikan, seperti kartu kredit atau cek.

Sebab, dana pencairan deposito akan langsung ditransfer ke rekening Anda bila sudah memasuki waktu jatuh tempo.

4. Biaya Bulanan

Perbedaan giro dan deposito lainnya terdapat pada biaya bulanan yang dijatuhkan kepada nasabah.

Dalam tabungan giro, nasabah akan dikenakan biaya bulanan untuk pembayaran jasa pemeliharaan.

Sedangkan deposito tidak dikenakan biaya tambahan, kecuali jika nasabah mengambil simpanannya sebelum waktu jatuh tempo tiba.

5. Tingkat Bunga

Perbedaan giro dan deposito juga ada pada tingkat bunganya. Tingkat bunga giro relatif lebih rendah dibandingkan dengan deposito.

Hal ini terjadi karena masa penyimpanan deposito lebih lama dari giro. Deposito sendiri adalah produk di bank yang sifatnya berjangka.

Tingkat bunga tertinggi yang ditawarkan giro pada umumnya hanya berkisar pada 4–6%, sementara untuk deposito, dapat mencapai 7–9%.

Namun, perlu diperhatikan, persentase tingkat bunga tersebut juga akan bergantung pada kebijakan di masing-masing bank.

6. Fleksibilitas Penarikan

Giro adalah simpanan yang dapat ditarik kapan saja, bahkan hingga berkali-kali selama dana nasabah masih tersedia.

Sementara untuk deposito, penarikannya harus menunggu waktu jatuh tempo yang telah disepakati antara nasabah dengan bank.

7. Sanksi

Perbedaan giro dan deposito terakhir yang perlu Anda ketahui yaitu pemberlakuan sanksi pada setiap produk.

Dalam tabungan giro, tidak terdapat sanksi apapun karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penarikan simpanan ini bersifat fleksibel.

Sementara, dalam deposito, nasabah yang ingin melakukan penarikan di luar waktu jatuh tempo akan dikenakan sanksi, misalnya seperti denda atau bahkan penghapusan suku bunga.

Itulah ulasan mengenai beberapa perbedaan giro dan deposito. Pada intinya, kedua simpanan di bank ini memiliki karakteristik masing-masing.

Anda dapat menentukan sendiri mana jenis simpanan yang ingin diambil. Dengan demikian, fasilitas yang didapatkan juga akan sesuai untuk kebutuhan.

Apabila Anda masih ingin mengetahui informasi seputar keuangan dan perbankan, temukan artikel lainnya di blog OCBC NISP!

Baca juga: 7 Perbedaan Deposito dan Tabungan, Mana Pilihanmu?

IDXChannel – Ada sejumlah perbedaan deposito, giro, dan tabungan yang perlu nasabah ketahui. Jika Anda berniat untuk menyimpan uang di bank, Anda tentu harus mengenali terlebih dulu beberapa produk paling populer dari sebuah bank tersebut. 

Biasanya, nasabah hanya mengenal jenis simpanan di bank dalam bentuk tabungan. Nyatanya, beberapa produk bank cukup menarik untuk dicoba seperti deposito dan giro. 

Lantas, apa saja perbedaan deposito, giro, dan tabungan? Agar lebih jelas IDXChannel merangkum beberapa perbedaannya sebagai berikut. Yuk, simak!

7 Perbedaan Deposito, Giro, dan Tabungan

1. Jenis Simpanan Uang

Deposito merupakan jenis simpanan uang di bank yang pencairannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan persyaratan yang harus dipenuhi. Masa jatuh tempo deposito pun beragam, mulai dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan, 12 bulan, hingga dua tahun.

Berbeda dengan tabungan. Tabungan merupakan simpanan uang di bank yang penarikannya lebih fleksibel dan bisa ditarik sewaktu-waktu sesuai dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. 

Sementara itu, giro merupakan simpanan nasabah baik perorangan maupun  badan usaha dalam bentuk Rupiah maupun mata uang asing. Giro ini juga disebut dengan current account. Yang membedakannya dengan tabungan adalah penarikan uang di rekening giro hanya bisa dilakukan dengan warkat cek atau bilyet giro.

2. Jumlah Setoran dan Transfer Minimal Harian

Perbedaan deposito, giro, dan tabungan berikutnya dapat dilihat dari jumlah setoran dan minimal transaksinya. Jumlah setoran awal untuk giro dan deposito umumnya relatif besar. Hal ini berbeda dengan tabungan yang nilai setoran awalnya cenderung lebih rendah. Nasabah bahkan bisa membuka tabungan hanya dengan setoran awal Rp20 ribu hingga Rp50 ribu tergantung jenis tabungannya.

Sementara itu, nilai limit transfer dan penarikan uang harian untuk tabungan bervariasi tergantung jenis tabungan yang Anda pilih. Jumlah minimal transaksi harian ini umumnya diinformasikan ketika nasabah membuka rekening. 

Sedangkan, giro bisa digunakan untuk transaksi pemindahbukuan hingga ratusan juta setiap harinya. Adapun khusus untuk deposito, penarikan hanya bisa dilakukan sesuai jangka waktu yang sudah disepakati pada awal pembuatan rekening. 

3. Fungsi

Dilihat dari fungsinya, antara deposito, tabungan, dan giro pun memiliki perbedaan. Deposito biasanya menjadi tabungan berjangka yang digunakan untuk berinvestasi. Sementara itu, tabungan memiliki fungsi sebagai penyimpanan uang untuk kebutuhan harian. Adapun giro merupakan simpanan yang digunakan sebagai media transaksi dalam jumlah besar hingga ratusan juta rupiah setiap harinya. 

Halaman :

1 2

Istilah tabungan sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Sejak zaman dulu, hampir semua anak diajarkan untuk menyisihkan uang untuk ditabung. Lagu anak karya Titik Puspa yang dipopulerkan Saskia dan Geofanny, sangat akrab di telinga anak-anak era 90-an.

Meski sudah karib di telinga, pemahaman tabungan bisa berbeda bagi setiap orang. Menabung, seperti dalam lagu yang dipopulerkan Saskia dan Geofanny itu, mengarahkan anak untuk menyimpan uang di bank. Berikut ini penjelasannya.

Pengertian Tabungan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian tabungan adalah tempat menabungkan uang; celengan. KBBI menjelaskan tabungan dalam pengertian umum, tidak spesifik simpanan uang di bank.

Kegiatan menabung memang dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya menyimpan di rumah, seperti di bawah bantal, di bawah tempat tidur, ataupun menyimpannya di bank.

Dikutip dari laman resmi Sikapi Uangmu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengertian tabungan adalah simpanan uang di bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu. 

Ciri-ciri Tabungan

 Ciri-ciri tabungan umumnya yaitu buku tabungan yang berisi informasi seluruh transaksi. Bank juga akan memberikan kartu ATM lengkap dengan nomor pribadi (PIN). Dalam perkembangannya saat ini, terdapat beberapa jenis tabungan yang tidak lagi menggunakan buku tabungan melainkan internet/mobile banking.

Ciri-ciri lain dari tabungan yakni adanya setoran awal minimal pada saat pembukaan rekening baru. Nominal besarannya ditentukan oleh masing-masing bank. Pemilik tabungan pun akan mendapatkan bunga/bagi hasil yang besarnya ditentukan oleh pihak bank.

Fungsi Tabungan

 Tabungan berfungsi untuk menyimpan uang dan tidak dipakai untuk jangka waktu tertentu, tapi bukan untuk investasi. Aktivitas pemasukan uang ke dalam rekening ini lebih sering dibandingkan dengan pengeluaran yang terjadi. Kalaupun terjadi pengeluaran, maka nilai nominalnya cenderung lebih kecil daripada pemasukan.

Biasanya tabungan ini memiliki jangka waktu tertentu, dan dipergunakan untuk memenuhi tujuan keuangan tertentu. Contoh untuk uang pakal masuk anak sekolah, dana traveling, dan lain-lain yang sifatnya jangka pendek. Jangka pendek yang dimaksud adalah untuk jangka waktu 1-3 tahun, atau bahkan hanya dalam hitungan beberapa bulan ke depan.

Penggunaan tabungan adalah untuk pengeluaran yang sudah direncanakan. Dana yang ditaruh memang sudah disisihkan dari simpanan, sehingga tidak akan mengganggu kebutuhan hidup pokok lainnya. Tabungan juga dapat dipergunakan untuk dana darurat. 

Alasan Menabung di Bank 

Banyak alasan untuk membuka tabungan di bank. Alasan utama yaitu aman dan terjamin. Uang disimpan dengan aman di bank dan tidak mudah dicuri maupun tercecer. Uang dalam tabungan di bank juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan yang ada. 

Dana di tabungan pun bisa berkembang karena bank akan memberikan bunga yang dihitung berdasarkan saldo tabungan. Perlu dipahami bahwa tabungan pun sebenarnya tidak lepas dari risiko, yaitu risiko inflasi yang akan menggerus nilai rupiah.

Alasan lainnya adalah praktis. Sejumlah bank memberikan fasilitas untuk kepraktisan seperti kemudahan layanan perbankan elektronik 24 jam per hari antara lain ATM, SMS Banking, Mobile Banking, Internet Banking, Phone Banking dan Call Center.

Kebiasaan menabung juga bisa menghindarkan diri dari kebiasaan membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. Jadi, hemat bisa menjadi alasan menabung.

Syarat Membuat Tabungan 

Setiap bank menerapkan prosedur yang berbeda ketika seseorang hendak membuka tabungan. Secara umum, berikut syarat membuat tabungan.

  1. Melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening dalam jumlah minimal yang ditentukan bank.
  2. Melengkapi formulir pembukaan tabungan disertai dengan dokumen yang diperlukan.
  3. Membayar biaya administrasi yang telah ditetapkan oleh bank.

Kemajuan teknologi dan persaingan bank membuat syarat membuat tabungan semakin mudah. Masyarakat pun semakin antusias untuk menyimpan dananya di bank. Data LPS menunjukkan simpanan masyarakat di bank umum tumbuh 10,7 % secara tahunan pada Februari 2022 mencapai Rp 7.446 triliun.

Kenaikan simpanan terutama terjadi pada golongan nasabah dengan simpanan di atas Rp 5 miliar. Perhatikan grafik di Databoks berikut ini.

Perbedaan Tabungan dengan Giro

Giro dan tabungan merupakan bentuk simpanan yang dimiliki seorang nasabah di bank. Namun, terdapat sejumlah perbedaan di antara kedua produk perbankan tersebut.

Perbedaan pertama bisa dilihat dari laporan rekening. bank tidak akan memberikan laporan bulanan kepada nasabah pemegang rekening tabungan. Sedangkan pemilik rekening giro akan menerima rekening koran yang berisi laporan atas dana yang keluar dan juga dana yang masuk ke dalam rekening tersebut. Rekening koran ini akan dikirimkan setiap bulannya oleh pihak bank ke rumah ataupun kantor nasabah yang bersangkutan.

Perbedaan lainnya adalah media penarikan. Rekening tabungan bisa ditarik melalui kartu ATM. Sedangkan nasabah rekening giro memiliki alat pembayaran berupa cek dan bilyet giro. Cek merupakan alat pembayaran yang setara dengan uang tunai. Sementara bilyet giro merupakan alat untuk pemindahbukuan.

Tabungan dan giro pun berbeda dari sisi jumlah penarikan dan transfer. Di dalam rekening tabungan, bank memberikan pembatasan pada jumlah penarikan tunai dan juga transfer yang bisa dilakukan nasabahnya.

Pembatasan jumlah transaksi itu tak ada bagi pemilik rekening giro. Nasabah bebas melakukan berbagai transaksi keuangan dalam jumlah besar selama dana yang dimiliki tersedia dan mencukupi.

Rekening tabungan dan rekening giro sama-sama bisa diakses oleh perorangan ataupun perusahaan. Tetapi, Rekening giro menjadi pilihan bagi banyak perusahaan ataupun orang-orang yang melakukan transaksi keuangan dengan nilai yang cukup tinggi setiap harinya.

Baca Juga

  • Giro Adalah Jenis Produk Keuangan Berupa Simpanan, Ini Penjelasannya

 

Perbedaan Tabungan dengan Deposito 

Tabungan dan deposito merupakan produk perbankan. Tabungan lebih berfungsi sebagai simpanan uang yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karakternya yang fleksibel dan dapat diambil sewaktu-waktu sangat cocok untuk membantu memenuhi kebutuhan yang bersifat rutin. Adapun deposito termasuk dalam kategori investasi dengan risiko rendah karena dijamin Lembaga Penjamin Simpanan. 

Dibandingkan dengan bunga tabungan, bunga deposito cenderung lebih tinggi. Jika bunga bank hanya berkisar di angka 0,5 sampai 3 %, bunga deposito bisa mencapai 5 hingga 7 % per tahunnya.

Besarnya suku bunga deposito ini berbeda-beda tergantung dari bank yang mengeluarkannya. Suku bunga yang lebih tinggi membuat deposito begitu menarik di mata masyarakat. Karena itulah, tabungan deposito kerap dimanfaatkan untuk tujuan investasi.

Deposito hanya dicairkan setelah jatuh tempo. Pencairan sebelum masa jatuh tempo akan mendapatkan penalti. Masa jatuh tempo deposito bisa berbeda-beda tergantung pada kebijakan bank. Deposito juga memiliki batasan jumlah deposit minimal yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *