Perbedaan icu dan iccu adalah

Jakarta

Ruang ICU belakangan ini banyak diperbincangkan. Istri Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono tengah dirawat di ruangan tersebut setelah kondisinya disebut sedikit memburuk.

Di rumah sakit, ICU merupakan unit perawatan khusus untuk pasien dengan penyakit serius dan butuh pemantauan ketat. Ruangan ini umumnya dilengkapi dengan peralatan dan tenaga kesehatan yang juga khusus.

Namun ternyata ruang perawatan intensif ada bermacam-macam jenisnya, digunakan sesuai peruntukannya. Ada yang khusus untuk penyakit jantung, untuk anank-anak, dan bahkan untuk bayi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut penjelasan singkat tentang beberapa jenis ruang rawat intensif di rumah sakit dikutip dari berbagai sumber.

1. Intensive Care Unit (ICU)

ICU adalah ruang khusus bagi pasien kritis yang perlu perawatan intensif dan pengawasan terus menerus. ICU menyediakan tindakan medis yang bersifat kritis dan sistem pendukung fungsi organ tubuh (life support) pada pasien yang sakit akut atau terluka parah. Beberapa kondisi pasien yang ditangani di ICU adalah luka besar (major trauma), luka bakar parah, gagal napas, pasien usai transplantasi organ, operasi kardiotoraks, dan tulang punggung kompleks. Pasien yang tidak dalam kondisi akut memerlukan persetujuan dari dokter yang bersangkutan untuk dikirim ke ICU.

2. High Care Unit (HCU)

Secara mudahnya, pelayanan di HCU berada di bawah ICU sebelum pasien dikembalikan ke ruang rawat inap. HCU diperuntukkan bagi pasien yang menunjukkan perbaikan kondisi, tidak perlu lagi ditangani di ICU, namum masih perlu pengawasan ketat dari tenaga medis. Di Indonesia, aturan tentang pelayanan HCU ada di Keputusan Menteri Kesehatan nomor 834 tahun 2010. Adanya HCU diharapkan bisa meningkatkan efektovitas dan efisiensi layanan di ICU bagi pasien. Kondisi pasien HCU dijelaskan memiliki kondisi respirasi, hemodinamik, dan kesadaran yang stabil.

3. Intensive Coronary Care Unit (ICCU)

ICCU sebetulnya sama dengan ICU namun khusus untuk gangguan jantung. Beberapa kondisi yang bisa ditangani di ICCU adalah jantung koroner, serangan jantung, gangguan irama jantung yang berat, dan gagal jantung. ICCU menjadi bagian dari pusat pelayanan jantung dan pembuluh darah di beberapa rumah sakit. Sebagai fasilitas yang diprioritaskan untuk pasien dengan komplikasi penyakit kardiovaskuler, pasien ICCU biasanya dalam kondisi tidak stabil dan butuh penanganan serta perhatian ekstra dari tenaga medis.

4. Neonatal Intensive Care Unit (NICU)

NICU menyediakan pelayanan khusus bagi bayi baru lahir atau yang memiliki kesulitan. Pasien NICU adalah bayi prematur berusia 23-24 minggu hingga 40 minggu, yang biasanya memiliki sistem pencernaan normal. Dalam beberapa kasus, bayi biasanya tidak lagi diterima di NICU bila sakit setelah keluar dari fasilitas layanan kesehatan. Rumah sakit biasanya khawatir bayi yang kondisinya tidak baik akan menginfeksi pasien yang lain. Dalam kondisi ini, bayi yang membutuhkan penanganan gawat darurat biasanya akan dikirim ke Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

5. Pediatric Intensive Care Unit (PICU)

PICU diperuntukkan bagi bayi yang tidak diambil NICU serta anak hingga usia 18 tahun, atau bergantung kebijakan rumah sakit. Secara umum, PICU adalah pelayanan transisi dari usia anak menuju dewasa. Dalam beberapa kasus batasan usia anak kabur pada pasien dengan kebutuhan khusus atau berpenyakit kronis, yang perlu penanganan di bidang anak-anak meski usianya sudah 20 tahunan. Salah satu contohnya adalah pasien dengan kelainan jantung bawaan yang baru dioperasi ketika dewasa. Beberapa dokter tidak keberatan pasiennya dikirim ke PICU usai operasi, namun ada juga yang memilih ke fasilitas rawat intensif untuk dewasa.

(up/up)

Ruang Intensive Cardiologi Care Unit (ICCU) bukanlah sembarang ruangan. Pasien yang ada di dalam ruangan ini membutuhkan penanganan intesif sehingga harus steril dari berbagai hal. Bahkan keluarga yang mengunjunginya pun terbatas.

Di ruangan ini, pasien-pasien memerlukan penanganan dengan konsentrasi penuh. Keselamatan pasien harus diutamakan. “ICCU sama saja sama Intensive Care Unit, yang artinya perlu penanganan intensif, yang artinya memerlukan penanganan kritis. Tempat ini didedikasikan dengan persiapan untuk pasien kritis,” kata Ketua Majelis Kehormatan Etika Kedokteran dr Priyo Sidipratomo saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Jumat (28/12/2012).

Priyo menjelaskan, tak ada perbedaan antara ICU dan ICCU. Hanya saja pada ICCU, peralatannya lebih didedikasikan untuk kelainan jantung.”Kalau ICU kan lebih umum peralatannya,” tambahnya.

Menurut mantan Ketua Umum IDI itu, semestinya pasien di ruangan itu tidak boleh terganggu. Ruangan ICU berbeda dengan bangsal lainnya.  “Di ruangan ICU juga ada syarat-syaratnya. Misalnya saja, pasien dicover beberapa perawat dan pasien ditangani berapa dokter,” ujarnya.

Selain alasan gangguan, lanjut Priyo, pasien juga harus benar-benar steril. Orang dari luar yang masuk bisa membawa kuman yang bisa berdampak buruk bagi pasien di ruangan ICU dan pasien di ruangan ICCU. Bahkan di ICCU, kesterilan yang dibutuhkan lebih tinggi.

“Orang masuk dari luar bisa saja dari jalan yang nggak bersih. Kasihan pasien yang kritis, daya tahan tubuhnya lemah,” tambahnya.

Ia mengatakan, gangguan kecil saja seperti kebisingan dari aktivitas yang tak lazim di ruang ICU bisa membahayakan pasien. Jika ada kegiatan, biasanya bisa dilakukan di luar rumah sakit. Bukan di dalam ruangan yang bisa mengganggu ketenangan pasien.

“Di Barat saja, film seperti ER mungkin tidak memakai langsung rumah sakit. Tapi di-setting sedemikian rupa agar tidak membahayakan pasien. Rumah sakit itu harus tenang dan listrik harus cukup”.

Kasus yang terjadi baru-baru ini menimpa Ayu Tria Desiani. Gadis belia berusia 9 tahun meninggal pada Kamis, 27 Desember 2012, pukul 02.30 di Rumah Sakit Bunda dan Anak Harapan Kita, di bilangan Jakarta Barat itu. Bocah itu mempunyai penyakit Leukemia dan sudah berulang kali berobat ke rumah sakit. Saat ia dirawat di ICCU sedang ada syuting sinetron. Menurut orangtuanya, banyak orang yang berlalu-lalang saat syuting. Ini membuat ruangan jadi tidak steril dan mengganggu proses pelayanan medis.(MEL/IGW)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Ruang ICU (Intensive Care Unit) merupakan ruangan yang melayani perawatan pasien kritis dewasa baik kasus trauma maupun non-trauma (bedah maupun non-bedah).  ICU dikhususkan bagi pasien kritis yang perlu perawatan intensif dan pengawasan terus menerus. Beberapa kondisi pasien yang ditangani di ICU adalah luka besar (major trauma), luka bakar parah, gagal nafas, pasien usai transplantasi organ, operasi kardiotoraks, dan kondisi kritis lainnya. 

Ruang ICCU (Intensive Cardiologi Care Unit

) merupakan ruangan yang melayani perawatan pasien kritis dewasa yang mengalami gangguan pada jantung. Beberapa kondisi yang dapat ditangani di ICCU adalah jantung koroner, serangan jantung, gangguan irama jantung yang berat, dan gagal jantung. Pasien ICCU biasanya dalam kondisi tidak stabil dan memerlukan penanganan serta perhatian ekstra dari tenaga medis.

Mediaperawat.id – Istilah ruangan di rumah sakit memang sering membuat kita bingung karena kemiripannya. Apalagi bagi seorang perawat, istilah ICU, NICU, PICU, dan HCU merupakan istilah yang harus dimengerti. Bukan tidak mungkin seorang akan ditempatkan di ruangan tersebut.

Lalu apa perbedaan dari istilah-istilah tersebut? Simak penjelasan berikut ini:

  • Intensive Care Unit (ICU)

Intensive Care Unit (ICU) merupakan tempat di rumah sakit yang memberikan asuhan keperawatan yang intensif kepada pasien dewasa. Ruang ICU merupakan tempat dimana kondisi kritis sering terjadi pada pasien. Dalam Ruang ICU selalu ada doKTER spesialis dan perawat yang memiliki kompetensi khusus saat berjaga.

Kelalaian di Ruang ICU bisa saja membahayan nyawa pasien. Pasien yang masuk ICU biasanya sudah dalam kondisi yang parah. Oleh sebab itu, sebagai seorang perawat ataupun dokter harus memiliki kompetensi khusus yang diperlukan di Ruang ICU.

Kondisi Ruang ICU yang berbeda dengan ruangan lainnya, pasien biasa ditemukan terpasang monitor, ventilator, kateter, dan sebagainya. Sehingga, orang yang masuk ke dalam Ruang ICU tentu tidak sembarangan, Ya. Meskipun begitu banyak perawat yang menginginkan untuk bekerja di Ruang ICU.

  • Neonatal Intensive Care Unit (NICU)

NICU merupakan suatu ruangan yang disediakan untuk bayi yang baru lahir mendapatkan perawatan intensif akibat kondisi yang kritis seperti prematur (bayi yang lahir sebelum HBL), bayi dengan kelainan kongenital, bayi pasca operasi, atau bayi lahir dengan berat sangat rendah. Dalam ruangan NICU bayi yang dalam kondisi kritis atau darurat akan terpasang seperti ventilator, monitor, inkubator, dan sebagainya. Dalam ruangan ini juga dalam kondisi yang steril untuk menjaga lingkungan bayi yang masih rentan.

Baca Juga : Bantuan Hidup Dasar (BHD) Dan Kegawatdaruratan

  • Intensive Cardiac Care Unit (ICCU)

ICCU merupakan ruangan yang diperuntukkan bagi pasien dengan penyakit jantung dengan kondisi kritis dan darurat yang dapat mengancam jiwa pasien. Pasien yang masuk ruangan ini akan diawasi selama 24 jam oleh dokter spesialis dan perawat di bidang kardiologi yang berjaga.

  • Pediatric Intensive Care Unit (PICU)

Ruangan PICU merupakan ruangan yang diperuntukkan bagi pasien anak-anak yang mengalami kondisi kritis dan mengancam jiwa. Ruangan ini diperuntukkan bagi anak usia diatas 1 bulan hingga 16 tahun bergantung pada kebijakan rumah sakit di setuap daerah dengan kapasitas yang berbeda-beda. Ruang PICU sama halnya dengan ICU juga dilengkapi dengan peralatan kesehatan khusus seperti ventilator, monitor, dan sebagainya. Pasien yang berada di ruang NICU juga mungkin dipindahkan ke ruang PICU.

  • HCU (High Care Unit)

HCU merupakan ruangan dengan level di bawah ICU. Pasien yang berada di ruangan HCU bisa dikatakan dalam kondisi yang lebih stabil dibanding pasien di ICU. Ruang HCU diperuntukkan bagi pasien untuk memastikan kondisi stabil sebelum masuk ke ruang rawat inap biasa. Dalam ruangan ini pasien jugamasih mendapat pengawasan yang ketat. Beberapa rumah sakit juga menyediakan HCU yang terintegrasi dengan ruang ICU. Hal tersebut untuk mengantisispasi bila pasien mengalami kondisi yang mengancam jiwa.

Baca Juga : Manajemen Obat, Cairan, Elektrolit, dan Nutrisi Pasien di Ruang ICU

Selain harus memahami istilah-istilah tersebut, seorang perawat juga harus memiliki kompetensi khusu untuk bekerja di ruang tersebut. Perawat yang bekerja di ruangan di atas setidaknya harus memiliki kompetensi seperti Basic Life Support (BLS), Advanced Life Support (ALS), perekaman EKG, memahami pemasangan WSD, pemeriksaan AGD, dan sebagainya. Jadi untuk bekerja di ruangan tersebut butuh kompetensi khusus, ya.

Referensi:

Keputusan Menteri Kesehatan nomor 834 tahun 2010

Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2016. Buku Panduan Pelayanan Emergensi, Rawat Intermediet dan Rawat Intensif Anak. Diakses 2021 melalui https://spesialis1.ika.fk.unair.ac.id/wp-content/uploads/2017/03/Panduan-Emergensi-Rawat-Intermediate-dan-Rawat-Intensif-Anak.pdf

Pemerintah Kabupaten Tuban. 2019. Pedoman Pelayanan Instalasi Rawat Intensif (IRI) RSUD dr. R. Koesma Kabupaten Tuban. Diakses 2021 melalui http://103.111.55.226/koesma_file/ref/

(DOK/AF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *