Perbedaan hygiene dan sanitasi

Pengertian Sanitasi Dan Hygiene

20 Agustus 2021 | Artikel

PENGERTIAN SANITASI DAN HYGIENE

Hygiene dan sanitasi berasal dari bahasa Yunani yaitu “sehat dan bersih”, dan bila diterjemahkan lebih luas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa “Kita bisa sehat dikarenakan kita selalu bersih.

Pengertian Hygiene:

  1. Menurut Brownell

Hygiene adalah bagaimana caranya orang memelihara dan melindungi kesehatan.

  1. Menurut Gosh

Hygiene adalah suatu ilmu kesehatan yang mencakup seluruh faktor yang mendorong adanya kehidupan yang sehat baik peroranga maupun melalui masyarakat.

  1. Menurut Prescott

Hygiene menyangkut dua aspek, yaitu : yang menyangkut individu (Personal Hygiene) dan yang menyangkut lingkungan (Environment)

          Pengertian Sanitasi:

  1. Menurut Dr. Azrul Azwar, MPH

Sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat yang menitik beratkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.

  1. Menurut Ehler & Steel

Sanitation is the prevention of diseases by eliminating or controlling the environmental factor which from links in the chain of transmission.

  1. Menurut Hopkins

Sanitasi adalah cara pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan.

Dari beberapa pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa Sanitasi adalah usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia, sedangkan Hygiene adalah usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan individu, maupun usaha kesehatan pribadi hidup manusia. Jadi dalam hal ini sanitasi ditujukan kepada lingkungannya, sedangkan hygiene ditujukan kepada orangnya.

 

Elis Rumini

Selamat malam, FF.

Hygiene adalah bahasa Inggris dari kata higiene, yang menurut KBBI memiliki arti ilmu tentang kesehatan dan berbagai usaha untuk mempertahankan atau memperbaiki kesehatan. Sedangkan sanitasi menurut KBBI memiliki definisi usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat.

Jadi, higiene dan sanitasi sebenarnya sama-sama merupakan usaha agar kesehatan tetap terjaga. Namun, mengacu pada sumber lainnya, higiene lebih menitikberatkan pada perilaku seperti mencuci tangan sebelum makan, tidak membuang sampah sembarangan, rutin membersihkan benda-benda yang sering disentuh, dan sebagainya. Sedangkan sanitasi lebih menitikberatkan kepada infrastruktur, misalnya rancangan wastafel dan tempat sampah yang diletakkan di tempat sesuai.

Nah, perilaku higiene dan sanitasi penting diterapkan, terutama pada saat kondisi pandemi seperti ini. Dengan memerhatikan kebersihan dengan lebih seksama, risiko penularan COVID-19 akan berkurang. 

Beberapa tips terkait higiene dan sanitasi yang dapat diterapkan sehari-hari adalah:

  • cuci tangan di bawah air mengalir minimal 20 detik sebelum makan
  • rutin membersihkan benda yang sering disentuh dengan disinfektan
  • rutin menyapu, mengepel, dan membersihkan ruangan
  • memastikan bahan makanan yang akan diolah bersih dan segar
  • memastikan ketersediaan air minum untuk dikonsumsi sehari-hari
  • meletakkan tempat sampah di berbagai titik yang diperlukan

Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,
dr Sylvia

PKRS RSST – Hygiene dan sanitasi mengacu pada lingkungan sehat meliputi lingkungan pemukiman, tempat kerja, tempat rekreasi serta tempat, dan fasilitas umum (sesuai dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan).

Pengelolaan makanan oleh jasa boga harus memenuhi hygiene dan sanitasi yang dilakukan sesuai cara pengolahan makanan yang baik sesuai dengan (Permenkes RI No. 1096/MENKES/PER/VI/2011 tentang Hygiene dan Sanitasi Jasa Boga).

Pengertian hygiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan subjeknya. Sedangkan pengertian sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan dari subjeknya.

Tujuan utama dari hygiene dan sanitasi adalah mencegah kontaminasi makanan oleh bakteri, mencegah perkembangbiakan bakteri dan mencegah terjadinya kontaminasi silang dan rekontaminasi.

Dasar penyelenggaraan hygiene dan sanitasi pangan terdapat dalam : Undang-undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan pasal 70 dan 71. PP No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1209/MENKES/KEP/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

Di bawah ini 6 (enam) prinsip hygiene dan sanitasi makanan :

  1. Pemilihan Bahan Makanan

Memilih makanan yang bersih, tidak berbau, tidak berubah warna serta segar dan tidak berulat untuk sayur-sayuran. Bahan makanan yang dalam kemasan harus memperhatikan tanggal kadaluarsa.

  1. Penyimpanan Bahan Makanan

Bahan makanan yang belum dimasak harus disimpan di lemari pendingin untuk menghindari kerusakan atau pembusukan bahan makanan.

  1. Persiapan dan Pengolahan Makanan

Makanan harus diolah dengan alat atau wadah yang bersih, dan tenaga yang mengolah / menjamah makanan harus menjaga hygiene dan sanitasi personal yaitu memakai Alat Pelindung Diri (APD) pada saat persiapan, pengolahan makanan bahkan sampai makanan disajikan ke pelanggan.

  1. Penyimpanan Makanan Matang

Makanan matang disimpan dalam wadah yang “aman”, yaitu bersih dan tidak menggunakan wadah yang dapat membahayakan bagi kesehatan. Makanan harus dalam keadaan tertutup sehingga terhindar dari debu, serangga binatang pengganggu lainnya.

  1. Pengangkutan Makanan

Pada prinsipnya sama dengan penyimpanan makanan matang dan dalam proses pengangkutan makanan harus menggunakan wadah atau alat yang tidak rawan tumpah.

  1. Penyajian Makanan

Makanan disajikan dalam wadah yang bersih, tertutup dan pramusaji makanan harus memakai APD sesuai standar. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. http://yankes.kemkes.go.id/read-hygiene-dan-sanitasi-makanan-7937.html
  2. https://environment-indonesia.com/6-prinsip-hygiene-sanitasi-yang-harus-diperhatikan/

4.9/5 – (9 votes)

Apakah anda sering melihat atau mendengar kat Sanitasi, Hygiene dan Keselamatan Kerja? tetapi anda tidak tahu apa pengertian dan berbedaan dari kata tersebut, nah di artikel ini saya akan membahasnya satu persatu.

Apa itu Sanitasi

Pengertian Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.

Sumber: kotaku.pu.go.id

Sanitasi mengacu pada kondisi kesehatan masyarakat yang terkait dengan air minum bersih dan pengolahan serta pembuangan kotoran manusia dan limbah yang memadai. Mencegah kontak manusia dengan kotoran adalah bagian dari sanitasi, seperti halnya mencuci tangan dengan sabun.

Sumber: wikipedia.org

Contoh alat sanitasi:

Contoh alat untuk mengetes sanitasi yaitu salah satu contohnya ENVILIFE SAN-01 Sanitarian Kit

Apa itu Hygiene

Hygiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan subjeknya seperti mencuci tangan dengan air bersih dan sabun untuk melindungi kebersihan tangan, mencuci piring untuk kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan.

Sumber: eprints.poltekkesjogja.ac.id

Higiene adalah serangkaian praktik yang dilakukan untuk menjaga kesehatan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, higiene merujuk pada kondisi dan praktik yang membantu memelihara kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit. Sementara itu, higiene pribadi merujuk pada pemeliharaan kebersihan tubuh.

Sumber: wikipedia.org

Contoh alat Hygiene:

Untuk contoh alatnya yaitu ENV2000 PUMPING GAS DETECTOR – Tracer Gas Analyzer

Apa itu Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Pengertian K3 Menurut Filosofi Mangkunegara, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur.

Sumber: disnakertrans.bantenprov.go.id

Kesehatan dan keselamatan kerja adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja.

Sumber: wikipedia.org

Contoh alat kesehatan dan keselamatan kerja:

Untuk contoh alatnya yaitu Envilife Driver Fatigue Monitor – DFM688-B

Nah itulah beberapa pengertian dan perbedaan dari Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja yang mungkin dapat bermanfaat bagi anda. Jika anda berminat mempunyai alat alat tersebut anda boleh menghubungi kami di +6281122333718

Bagikan ke:

Anda tentu sering mendengar istilah sanitasi dan hygiene bukan? Ya, meskipun kedua istilah tersebut sama – sama berhubungan dengan masalah kebersihan dan kesehatan, namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Untuk mengetahui lebih jelasnya, mari simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian dan manfaat sanitasi

Pengertian sanitasi 

Sanitasi merupakan suatu tindakan atau perilaku seseorang dalam upaya mewujudkan pola hidup bersih dan sehat pada lingkungan agar terhindar dari segala bentuk penyakit yang tidak diinginkan. Tujuan dari sanitasi sendiri yakni menjamin kebersihan di sekitar lingkungan untuk mempertahankan kondisi kesehatannya. Dalam kehidupan sehari – hari, sanitasi biasanya mencakup beberapa hal seperti berikut ini:

  • Tersedianya air bersih atau air minum untuk sehari – hari.
  • Proses pengolahan sampah yang baik dan benar.
  • Proses pengolahan makanan dan minuman yang tepat.
  • Melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap serangga maupun binatang pengerat.
  • Melakukan kegiatan yang menunjang kesehatan dan keselamatan kerja.

baca juga: cuci sofa Bandung

Manfaat sanitasi

Berikut ini ada beberapa manfaat penting sanitasi bagi lingkungan untuk menunjang kesehatan dan keselamatan seseorang :

  • Kondisi lingkungan akan terlihat lebih bersih, sehat dan nyaman.
  • Menghindari penyakit – penyakit menular yang tidak diinginkan.
  • Mengurangi terjadinya kecelakaan.
  • Meminimalisir terjadinya polusi udara dan pencemaran lingkungan seperti bau tidak sedap.
  • Dapat mengurangi jumlah orang sakit di suatu tempat.

baca juga: cuci springbed Bandung

Pengertian dan manfaat hygiene

Pengertian hygiene

Hygiene merupakan suatu tindakan atau perilaku seseorang dalam memelihara diri sendiri terhadap semua orang maupun lingkungan untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan. Umumnya, menjaga kebersihan diri atau sering dikenal dengan nama personal hygiene penting dilakukan untuk menghindari dari segala bentuk kontaminasi penyakit dari orang lain. Di samping itu, Anda juga harus memperhatikan kebersihan dan penampilan diri sendiri dalam hal – hal penting seperti berikut ini :

  • Rutin mandi setiap hari setidaknya 2 kali sehari.
  • Memakai pakaian yang bersih dan rapi.
  • Atur tata letak rambut agar selalu bersih dan terlihat rapi.
  • Selalu menjaga kebersihan kuku.
  • Biasakan selalu mencuci tangan untuk menghindari adanya kuman.
  • Rajin menyikat gigi minimal 3 kali sehari dan kalau perlu lakukan pemeriksaan kesehatan gigi ke dokter gigi secara rutin.
  • Selalu memelihara kebersihan kaki agar tidak kotor.

Manfaat hygiene

Hampir sama dengan sanitasi, hygiene memiliki beberapa manfaat penting seperti berikut ini :

  • Pola hidup akan lebih disiplin dan rapi dalam melakukan pekerjaan.
  • Dapat menerapkan pola hidup sehat dan bersih untuk diri sendiri maupun untuk lingkungan sekitarnya.
  • Dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
  • Dapat melindungi setiap orang dari lingkungan yang rentan merusak kondisi kesehatan mental maupun fisik.
  • Mampu meminimalisir terjadinya penyakit menular yang tidak diinginkan.
  • Mampu mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
  • Hidup akan terasa lebih sehat, nyaman dan aman.

1.5/5 – (2 votes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *