Perbedaan daun bawang merah dan daun bawang putih

Jakarta, CNN Indonesia

Beda jenis bawang, beda pula manfaat yang diberikan. Kenali perbedaan antara bawang merah, daun bawang, dan bawang bombay. Temukan mana yang lebih sehat.

Bawang menjadi salah satu bahan bumbu dapur yang paling populer. Berbagai jenis bawang ditemukan di seluruh dunia dengan nama yang saling berbeda.

Masyarakat mengenal banyak jenis bawang. Ada sekitar 21 jenis bawang yang ada di dunia. Masing-masing bawang memainkan peran penting dalam masakan yang berbeda seperti sup, kuah, kari, dan salad.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melansir Boldsky, dari kesemuanya, tiga varietas yang paling banyak dikonsumsi adalah bawang merah, daun bawang, dan bawang bombay.

Bawang merah sendiri dikenal dengan nama ilmiah Allium stipitatum. Bawang jenis ini memiliki umbi yang kecil seperti pada bawang putih. Bawang juga hadir dengan warna kulit yang merah keunguan.

Sementara bawang bombay memiliki nama ilmiah Allium cepa. Berbeda dengan bawang lainnya, bawang jenis ini memiliki rasa yang lebih tajam dan menyengat.

Terakhir adalah daun bawang, yang secara ilmiah dikenal dengan nama Allium fistolosum. Dinamai demikian karena bawang ini memiliki umbi bulat putih dan batang berongga hijau yang panjang.

Pada dasarnya, daun bawang merupakan bawang bombay yang belum matang karena dipanen di tengah-tengah masa pertumbuhan.

Dibandingkan dengan bawang merah dan bombay, daun bawang mengandung lebih sedikit enzim pemicu air mata.

Mana yang Lebih Sehat?

Varietas bawang yang berbeda memiliki kandungan fenolik, komposisi gula, kelembapan, rasa, dan jumlah antioksidan yang berbeda. Sebuah penelitian mengatakan, warna buah dan sayuran yang berbeda bergantung pada pigmen tubuh yang disebut antosianin.

Bawang merah memiliki lebih banyak antosianin dibandingkan kedua jenis bawang lainnya. Selain itu, pencacahan, pemanggangan, dan penggorengan tidak menurunkan kandungan antioksidan pada bawang merah.

Di sisi lain, penelitian lain menunjukkan bahwa umbi pada daun bawang memiliki banyak senyawa bioaktif yang memiliki sifat anti-inflamasi, analgesik, antioksidan, anti-diabetes, dan imunoprotektif.

Sementara bawang bombay memiliki potensi efek anti-Helicobacter pylori yang bisa menyebabkan infeksi lambung, gastritis, dan kanker perut. Selain itu, bawang ini juga mengandung flavanoid yang dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker.

Di luar perbedaan kandungan di atas, ketiga memiliki persamaan. Ketiganya termasuk dalam genus Allium dan famili Amaryllidaceae. Penelitian menyebut, sayuran dalam famili Amaryllidaceae dapat membantu mencegah risiko berbagai jenis kanker seperti kanker esofagus, kanker prostat, dan kanker lambung.

Selain itu, sayuran dalam famili ini juga dapat memberikan efek positif yang membantu menjaga kesehatan jantung dengan cara menurunkan angka tekanan darah.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]

Bentuknya boleh serupa, tapi rasa dan fungsinya ternyata sangat berbeda. Seperti itulah kira-kira yang bisa kita simpulkan saat membicarakan tentang daun kucai dan daun bawang. Secara penampakan, keduanya terlihat sangat mirip. Namun penggunaannya ternyata tidak bisa disamakan.

Bagi kalian yang suka masak tapi belum familiar dengan kedua bahan masakan ini, wajib dong tahu perbedaan daun kucai dan daun bawang. Karena kalau sampai salah pilih, bukan tidak mungkin masakan kalian malah jadi kacau rasanya. Makanya, baca terus artikel ini sampai selesai agar lebih kenal dengan kedua jenis tanaman ini.

Mengenal Daun Kucai dan Daun Bawang

Daun kucai dan daun bawang masuk dalam genus allium, yaitu genus yang sama seperti bawang putih dan bawang merah. Jadi bisa dibilang bahwa kedua jenis daun ini masih bersaudara. Tapi layaknya adik dan kakak, atau bahkan saudara kembar sekalipun, walau mirip pasti ada ketidak-samaan di antaranya. Apa saja itu?

Penampilan

Daun kucai dan daun bawang sama-sama memiliki bentuk memanjang dan meruncing ke atas. Namun, daun kucai berbentuk lebih pipih sehingga mirip seperti rumput. Dari segi warna, keduanya memang memiliki warna hijau yang mirip. Tapi daun bawang bisa dikenali dengan warna putih yang muncul dari pertengahan daun hingga ke akarnya. Sementara daun kucai didominasi warna hijau dengan bagian putih yang hanya muncul di daerah pangkalnya saja..

Beda Cara Memanen

Daun bawang dipanen dengan cara dicabut hingga ke akar-akarnya. Makanya kamu bisa dengan mudah mengenali daun bawang saat menemukannya di pasaran, terutama pasar tradisional di mana daun bawang memang dijual beserta dengan akarnya.

Ini berbeda dengan kucai, yang dipanen dengan dipotong. Daun kucai yang biasa kalian temui umumnya dipotong beberapa sentimeter dari pangkalnya, sehingga tumbuhan kucai yang akarnya masih tertancap di tanah bisa menghasilkan daun baru.

BACA JUGA Apa Sih Gyudon Itu, dan Gimana Cara Membuatnya?

Rasa yang Dihasilkan

Daun kucai dan daun bawang pun memiliki perbedaan yang cukup signifikan dari segi rasa. Daun bawang memiliki rasa serta bau yang menyengat dan pedas seperti bawang merah atau bawang bombay. Sementara itu, daun kucai rasanya cenderung lebih hambar dan aromanya lebih menyerupai bawang putih.

Perbedaan Fungsi Untuk Masakan

Daun bawang banyak digunakan untuk makanan khas Nusantara, mulai untuk campuran telur dadar hingga untuk taburan beberapa masakan. Rasanya yang tajam memang cocok untuk melengkapi hidangan Indonesia yang umumnya wangi, berempah, dan kaya rasa.

Nah kalau daun kucai malah lebih banyak digunakan sebagai campuran masakan seperti tumisan atau isian pangsit khas negara Asia Timur seperti China dan Jepang.

BACA JUGA 3 Inspirasi Resep Creamy Mie, yang Mana Favoritmu?

Bisa Saling Menggantikan?

Jawabannya tergantung. Kalau fungsinya hanya sebagai garnish atau penambah warna pada masakan, maka kedua daun ini bisa saling menggantikan. Tapi kalau resep kalian memerlukan salah satu daun untuk menambah rasa atau aroma, maka gunakan daun yang sudah ditentukan saja.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kucai memiliki rasa dan aroma yang tidak terlalu kuat. Kebalikannya, rasa dan aroma daun bawang cukup intens sehingga sangat mempengaruhi hasil akhir dari masakan yang kalian buat. Kalau sampai salah menggunakan daun, tentu rasa masakan kalian tidak akan jadi seperti yang diharapkan.

Masakan Apa yang Pernah Kalian Buat dengan?

Punya salah satu atau kedua daun ini, tapi masih bingung mau dibuat apa? Yuk cari inspirasi resep enak dan sehat dengan kunjungi @FiberCreme_TV di Instagram atau channel Ellenka di YouTube. Follow dan subscribe juga akunnya, serta nyalakan bel notifikasi di YouTube, agar kalian tidak kelewatan update resep terbaru.

Apa Bedanya? Daun Bawang Vs. Daun Kucai

Penulis: Selly.J | Penulis: Ria

“Serupa tapi tak sama.” Ungkapan tersebut cocok pada pembahasan kali ini, yaitu daun bawang dan daun kucai. Yup, sepintas, keduanya ini terlihat mirip. Dulu saya juga sempat berpikir bahwa daun kucai adalah daun bawang yang masih muda atau berukuran lebih kecil. Apalagi, keduanya sama-sama disajikan dengan cara diiris-iris.

Namun, anggapan tersebut ternyata salah besar. Daun bawang tidaklah sama dengan daun kucai. Apa saja ya yang membedakan keduanya? Kenali lebih jauh melalui ulasan berikut yuk!

1. Daun bawang adalah bawang, daun kucai adalah daun

Daun bawang dan daun kucai sama-sama termasuk ke dalam golongan bawang. Namun, daun bawang sebenarnya lebih layak disebut bawang. Jika diperhatikan, kita akan melihat akar pada bagian bawah daun bawang. Hal ini dikarenakan daun bawang dipanen hingga ke bagian akar, sama seperti jenis bawang lainnya.

Sementara itu, daun kucai lebih layak disebut daun. Sebab, daun ini tidaklah dipanen hingga ke bagian akarnya. Biasanya, daun kucai dipotong dari jarak sekitar 5 cm dari pangkalnya.

Baca juga: 3 Jenis Bawang yang Bisa Ditemukan di Indonesia

2. Ukuran dan warna

Sekilas, daun bawang dan daun kucai memiliki tinggi yang sama. Namun, daun bawang memiliki ukuran yang lebih lebar dibandingkan dengan daun kucai. Bila disandingkan, lebar daun bawang bisa mencapai tiga kali daun kucai. Ketika dipegang, daun bawang lebih bervolume dibandingkan daun kucai. Hal ini dikarenakan daun bawang bentuknya mirip seperti silinder.

Sementara itu, daun kucai memiliki permukaan yang pipih sehingga mirip seperti rumput. Meskipun dua-duanya berwarna hijau, daun bawang juga memiliki campuran warna putih pada bagian batang hingga ke akarnya. Berbeda dengan daun kucai yang warna putihnya tidak terlalu menonjol.

Baca juga: Tips Memilih dan Menyimpan Daun Bawang

3. Rasa dan aroma

Dibandingkan bawang merah, daun bawang memiliki rasa yang lebih ringan. Daun bawang juga memiliki aroma yang khas. Aroma tersebut akan lebih terasa setelah anda mengonsumsinya. Sementara itu, daun kucai memiliki aroma yang mirip dengan bawang putih. Dalam keadaan mentah, daun ini juga memiliki rasa yang menyengat.

Baca juga: 9 Daun Aromatik yang Umum Dipakai dalam Masakan

4. Fungsi pada Masakan

Dibandingkan daun kucai, daun bawang yang digunakan sebagai pelengkap makanan lebih populer. Kita bisa menemui daun bawang pada makanan khas Nusantara seperti martabak telur, sop, soto,  serta telur dadar. Sementara itu, daun kucai sering ditemui pada makanan-makanan khas negara-negara di Asia Timur seperti Tiongkok dan Jepang. Beberapa diantaranya ialah kuotie, bubur, pangsit.

Akan tetapi, kucai juga bisa ditemukan pada makanan-makanan khas Nusantara seperti nasi lengko, tauge goreng, dan dijadikan pendamping makan untuk lumpia goreng.

Itulah beberapa hal yang membedakan daun bawang dengan daun kucai. Meskipun memiliki bentuk dan warna yang mirip, keduanya ternyata berbeda ya! Namun, jika hanya digunakan sebagai pelengkap atau pendamping, keduanya bisa saling menggantikan.

Atsarina Luthfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi
Hubungi Kami di [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *