Kenapa sate itu enak

Kenapa sate lebih enak kalau dimakan malam hari? Sebuah pertanyaan yang mengundang selera penyuka daging kambing dan ayam ini tentunya sudah terbayang bagaimana lezat dan gurihnya beberapa potongan kecil daging yang di tusuk jadi satu, di bakar, lalu di bumbui kecap atau bumbu kacang…Hm, sluuurppasti tidak akan menolak!

Kalau kita tengok sejenak menurut oom Wiki, sejarah sate aslinya adalah makanan dari Jawa dan perkembangannya hampir ditemukan di setiap wilayah Indonesia, dan menjadi populer dengan ragam variasi daging, rasa dan sajiannya termasuk di Asia Tenggara bahkan beberapa negara bagian Amerika.

Berbicara makanan sate yang populer ini kita tahu umumnya di jual pada menjelang sore atau malam hari, ya, sebagian ada juga sih yang menjualnya di siang hari seperti di kantin perkantoran atau saat ada pesanan katering dan lain sebagainya.

Soal kandungan gizi sate ayam cukup banyak seperti protein yang cukup banyak; Bisa menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme tubuh, mengontrol tekanan darah, penghilang stress, mengurangi anemia, mencegah beberapa penyakit termasuk Alzheimer, merawat kesehatan tulang dan sate kambing: Mencegah kanker, menghambat peradangan di pembuluh darah, menstabilkan detak jantung, kaya vitamin B dan B12, Mencegah Anemia, mencegah stress, mencegah stroke serta ginjal, dan menjaga kesehatan tulang.

Ternyata cukup banyak ya manfaat yang di kandung makanan populer ini. Tapi tahukah kamu mengapa makan sate ini lebih enak dan lezat ketika di konsumsi pada malam hari? Berikut beberapa alasan yang bisa saya berikan berdasarkan pengamatan dan jawaban dari beberapa kawan saya pengemar sate kambing, khususnya khas Solo.

Pertama

Ternyata Ini Alasan Makan Sate Lebih Enak Di Malam Hari, Siap 'Tempur' Juga?

Kepulan asap efek dari kipasan si penjual dan bakaran sate di suasana temaram atau gelap dengan baunya yang menggoda adalah ‘racun’ penciuman yang tidak terbantahkan agar kita segera datang dan memesannya untuk makan di tempat atau di bawa pulang.

Kedua

Ternyata Ini Alasan Makan Sate Lebih Enak Di Malam Hari, Siap 'Tempur' Juga?

Daging dan bahan lainnya disiapkan pagi hingga menjelang siang hari, ini adalah jam-jam tersibuk mereka untuk siap berdagang seperti sibuk mempersiapkan bumbu, meracik bahan dasar, memasak, dan lain sebagainya, lalu di siang hari mereka beristirahat sejenak. Dan di sore atau menjelang malam hari barulah mereka membuka kedainya.

Ketiga

Ternyata Ini Alasan Makan Sate Lebih Enak Di Malam Hari, Siap 'Tempur' Juga?

Karena kesibukan di siang dan sore hari orang terkadang sering lupa untuk makan. Dengan mencium aroma sate yang dikipaskan oleh pedagang pastinya menggugah selera untuk datang dan makan sate kambing ataupun ayam.

Keempat

Ternyata Ini Alasan Makan Sate Lebih Enak Di Malam Hari, Siap 'Tempur' Juga?

Malam hari banyak orang lebih santai menikmati jam istirahat. Otomatis sate yang sudah nikmat itu bisa dinikmati dengan suasana lebih santai baik dinikmati sendiri, teman, ataupun keluarga dilengkapi dengan minuman hangat atapun dingin sesuai selera.

Kelima

Ternyata Ini Alasan Makan Sate Lebih Enak Di Malam Hari, Siap 'Tempur' Juga?

Mitos sate kambing bisa meningkatkan libido kaum pria tentu menambah jumlah pembeli untuk datang dan membuktikannya. Pun, waktunya berdekatan dengan waktu malam hari dimana biasanya pasangan suami-istri ‘bertemu’ di jam-jam seperti ini, mhuehe.

Keenam

Ternyata Ini Alasan Makan Sate Lebih Enak Di Malam Hari, Siap 'Tempur' Juga?

Sate kambing atapun ayam sama-sama memiliki serat yang cukup tinggi. Serat daging yang telah matang ini memang lezat ketika kita menggigitnya di suasana malam hari yang santai. Rasa nikmat dan kenyang bisa saja bertemu di waktu yang tepat.

Ketujuh

Ternyata Ini Alasan Makan Sate Lebih Enak Di Malam Hari, Siap 'Tempur' Juga?

Sate yang berkuah kental seperti misalkan sate Padang mengandung Jahe ini akan memberikan rasa hangat pada lambung. Rasa gurih pada bawang gorengnya, lezat pada dagingnya serta hangat pada lambung inilah yang menambah selera makan lebih nikmat terlebih di tambah potongan ketupat yang lembut pula, semakin Yummy, deh

Ternyata Ini Alasan Makan Sate Lebih Enak Di Malam Hari, Siap 'Tempur' Juga?

emoticon-siul

Nah, itulah beberapa alasan mengapa memakan sate lebih enak dan nikmat saat dimakan pada malam hari. Saya penyuka sate kambing dan sate ayam khas Solo bumbu kecap. Sejak dulu sekeluarga kami turun temurun penyuka makanan ini. Sampai ada joke dalam keluarga; “..siapa yang tidak suka makanan sate berarti bukan turunan sejati dari trah keluarga kami..” hehe.

Ternyata Ini Alasan Makan Sate Lebih Enak Di Malam Hari, Siap 'Tempur' Juga?
Ternyata Ini Alasan Makan Sate Lebih Enak Di Malam Hari, Siap 'Tempur' Juga?
Ternyata Ini Alasan Makan Sate Lebih Enak Di Malam Hari, Siap 'Tempur' Juga?

Copyright © 2016 – 2021 iskrim

All Rights Reserved | Member of Thread Creator Gen. 1 –

KAS

KUS

Sumur : sebuah opini | img : gugel

 

Ternyata Ini Alasan Makan Sate Lebih Enak Di Malam Hari, Siap 'Tempur' Juga?

TRIBUNTRAVEL.COM – Sate menjadi makanan favorit orang Indonesia.

Saking favoritnya, ada beragam jenis sate yang ada di Indonesia.

Mulai dari sate Madura, sate Padang, sate Blora, sate Tegal, hingga sate Maranggi.

Yang terakhir, jenis sate yang lagi ngehits di kalangan anak muda adalah sate taichan.

Sate taichan mulai naik daun di kalangan masyarakat Jakarta tahun 2016.

Lalu, mengapa orang Indonesia suka dengan makanan sate?

Selain rasanya enak, sate digemari karena sate adalah makanan yang muncul sejak dulu kala.

Jika ditilik dari sejarahnya, sate berasal pertama kali dari Pulau Jawa.

Kata “sate” atau “satai” diduga berasal dari bahasa Tamil.

Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke-19.

Berdasarkan fakta, sate mulai populer sekitar awal abad ke-19 bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil serta Gujarat dari India ke Indonesia.

Hal ini pula yang menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab.

Dalam tradisi Muslim Indonesia, hari raya Iduladha atau hari raya kurban adalah peristiwa istimewa.

Pada hari raya kurban ini, daging kurban berlimpah dan dibagikan kepada kaum dhuafa dan miskin.

JURNAL SOREANG- Mengapa sate yang berasap dan gosong itu begitu enak ? Apa yang membedakannya dengan cara masak yang lain sehingga sate atau barbekyu rasanya enak sekali ?

Meski berasap dan gosong, panas menyebabkan protein dan gula di bagian luar daging sate mengalami Reaksi Maillard, reaksi ini menghasilkan campuran molekul kompleks yang membuat rasa makanan lebih gurih dan menambah kedalaman aroma dan rasa.

Menurut ahli kimia Manuel Silva, memasak sate di atas panggangan mungkin tampak sederhana, tetapi ada banyak bahan kimia yang membedakan dari metode memasak lainnya yang menghasilkan rasa yang begitu enak.

Sate yang dimasak dengan api terbuka, baik dari gas, kayu, atau arang, memungkinkan Anda menggunakan panas pancaran dan konduksi.

Baca Juga: Lezat! Resep dan Cara Membuat Sate Ayam Cuma Pakai Wajan dan Bumbunya Meresap

Tapi, penting untuk mendefinisikan sate karena istilah tersebut dapat berarti hal yang berbeda dalam budaya atau lokasi geografis yang lain.

Pada dasarnya, sate adalah memasak makanan di atas api terbuka. Apa yang membedakan sate dari metode memasak lainnya adalah bagaimana panas mencapai makanan.

Pada sate atau barbekyu, pemanggang panas memanaskan makanan melalui kontak langsung melalui proses yang dikenal sebagai konduksi.

Makanan juga menghangatkan dan memasak dengan menyerap radiasi langsung dari api di bawah.

Resep Bumbu Sate Ayam

Foto: https://www.dapurkobe.co.id/wp-content/uploads/sate-ayam.jpg

Foto: https://www.dapurkobe.co.id/wp-content/uploads/sate-ayam.jpg

Siapa dari kamu yang tidak familiar dengan sajian sate? Hidangan unik dengan potongan daging kecil yang ditusuk lidi kelapa ini tak hanya lezat namun juga sangat mudah didapatkan. Berbagai jenis daging dapat dibuat sate, seperti ayam, kambing, domba, kelinci, kuda, dan lain-lain. Resep dari jawa di seluruh pelosok Indonesia juga negara-negara Asia Tenggara. Kali ini, beautynesia.id akan memberikanmu bocoran bagaimana cara membuat sate.

Resep ini umum dipraktikkan di rumah-rumah saat Idul Adha tiba Bahan-bahan yang membutuhkan pun sederhana. Bumbu kacang yang diberikan bersama sate berbahan dasar ayam ini sangat pas di lidah orang Indonesia.

Bagi kamu yang belum pernah untuk memasak sate ayam, catat bahan dan setiap tahapan cara pembuatannya.

Bahan-bahan:

        

  • ¼ kg kacang tanah, goreng dan haluskan
  •     

  • 5 siung bawang merah, haluskan
  •     

  • 5 siung bawang putih, haluskan
  •     

  • 4 buah cabe merah, haluskan
  •     

  • ½ liter udara
  •     

  • 100 ml kecap manis
  •     

  • 1 lbr daun jeruk
  •     

  • Merica bubuk, garam, dan gula secukupnya

Cara Membuat Sate Ayam Rumahan:

        

  1. Potong-potong daging ayam, tusuk dengan tusuk sate, lalu sisihkan.
  2.     

  3. Tumis bumbu halus dengan daun jeruk, udara, kecap manis, garam, dan merica hingga matang dan mendidih, sisihkan.
  4.     

  5. Ambil bumbu kacang secukupnya lalu disandingkan dengan bumbu sate kecap manis. Lumurkan pada permukaan daging, diamkan agar-agar bumbu meresap.
  6.     

  7. Panggang atau bakar sate sambil dilumuri bumbu olesan tadi secara bolak-balik agar tidak gosong.
  8.     

  9. Lalu siap disajikan bersama bumbu sate kambing berbahan kacang dan pelengkap seperti acar, irisan jeruk limau, dan irisan tomat.

Foto: https://cdn2.tstatic.net/wow/foto/bank/images/1001-resep-masakan-sate-kambing_20170901_180906.jpg

Foto: https://cdn2.tstatic.net/wow/foto/bank/images/1001-resep-masakan-sate-kambing_20170901_180906.jpg

Tak hanya sate ayam, banyak masyarakat yang senang dengan hidangan sate kambing.

Sate Kambing

Bahan-bahan

        

  • 700 gram daging kambing
  •     

  • Daun pepaya secukupnya

Bahan halus

        

  • 1 sdt ketumbar
  •     

  • 1 bongkah gula merah
  •     

  • 3 buah asam Jawa
  •     

  • Secukupnya garam

Bahan olesan saat dibakar

        

  • 5 sdm kecap manis
  •     

  • 8 sdm air
  •     

  • 3 sdm minyak goreng

Bahan pelengkap

        

  • 2 buah tomat, potong-potong
  •     

  • 5 bawang merah, iris tipis
  •     

  • 2 cabai rawit, iris-iris
  •     

  • Kecap manis secukupnya

Cara membuat

        

  1. Daging kambing dipotong-potong dadu, lalu bungkus dengan daun pepaya yang telah diremas-remas. Diamkan 30 menit agar enzim papain yang terkandung di dalam daun pepaya bekerja mengempukkan daging.
  2.     

  3. Setelah 30 menit, buka bungkusan daun pepaya lalu cuci daging.
  4.     

  5. Setelah dicuci, lumuri daging dengan bumbu halus. Aduk-aduk hingga bumbu merata lalu tusukkan daging pada tusuk sate.
  6.     

  7. Bakar di atas bara api sambil diolesi bumbu, sambil dikipas-kipas dan dibolak-balik hingga sate matang dan harum.
  8.     

  9. Sajikan sate bersama irisan tomat, bawang merah dan cabai rawit. Tuang kecap manis.

Bumbu Sate Padang

Foto: https://resephariini.com/wp-content/uploads/2018/02/resep-sata-padang.jpg

Foto: https://resephariini.com/wp-content/uploads/2018/02/resep-sata-padang.jpg

Hidangan ini cocok sekali disajikan untuk disantap saat makan siang atau makan malam, terutama ketika hasrat lapar datang tiba-tiba. Bertemankan dengan lontong atau ketupat selagi masih hangat akan terasa begitu lengkap.

Nah, selain membeli diluar kali ini kamu akan dapat membuat dan menghidangkan sajian ini dirumah dengan mudah dan praktis. Seperti apa cara membuatnya? Yuk, kita simak bagaimana resep sate padang asli yang enak dan nikmat. Untuk itu kali ini beautynesia.id akan membagikan cara membuat bumbu sate padang.

Cara Membuat Bumbu Sate Padang:

        

  1. Untuk membuat bumbu terlebih dahulu silahkan haluskan bumbu dengan menggunakna mesin penghalus atau ditumbuk dengan menggunakan ulean hingga bumbu benar-benar halus.
  2.     

  3. Kemudian masukkan bumbu yang telah dihaluskan pada daging bersama dengan lidah sapi dan jeroan dan pastikan jika semua bahan terlumuri dengan benar. Sebelum dimasak dan dibakar, diamkan terlebih dahulu daging agar bumbu yang dilumuri hingga meresap kedalamnya dengan sempurna.
  4.     

  5. Setelah didiamkan, masak daging bersama dengan jahe, lengkuas, daun kunyit dan daun jeruk hingga tercium bau harum yang sedap dan daging menjadi lebih matang. Setelah daging matang, angkat dari wajan dan kentalkan dnegan kuah larutan tepung beras hingga benar-benar mengantal.
  6.     

  7. Agar kuah bisa kental dengan merata, silahkan aduk dengan cepat saat larutan tepung beras baru saja dimasukkan.
  8.     

  9. Siapkan tusukan sate, dan tusuk daging yang sudah dipotong-potong secara berseling atara dgaing, jeroan dan lidah sapi.
  10.     

  11. Kamu bisa mengatur berapa banyak potongan yang ingin ditusuk dalam satu tusukan. Setelah itu, bakar sate diatas bara api sebentar saja hingga daging berwarna kecoklatan dan tercium bau aroma yang harum.

(ebn/ebn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *