Hal apa saja yang wajar dilakukan saat pacaran

3. Terapkan juga batasan kontak fisik saat pacaran

Saat pacaran, batasan fisik memang harus diterapkan sejak awal. Kembali lagi, ini tergantung cara, prinsip, dan tujuan Anda berdua dengan pasangan saat menjalin hubungan. Tegaskan apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan saat Anda dan pasangan melakukan kontak fisik.

Bukan berarti juga bila pasangan Anda membelikan Anda hadiah yang mahal atau sudah mengajak Anda berjalan-jalan, maka ia boleh melakukan apa pun pada tubuh Anda. Hanya Anda sendirilah yang berhak dan berkuasa atas tubuh Anda sendiri. Kalau pasangan Anda berkali-kali melanggar batasan yang sudah ditetapkan ini, artinya pasangan Anda tidak menghargai Anda.

4. Privasi di media sosial

Mau tak mau, media sosial kini banyak berpengaruh dalam hubungan pacaran. Supaya bisa menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di media sosial, pertimbangkan dan diskusikan hal-hal ini dengan pasangan:

  1. Tag

    akun pacar di media sosial Anda?

  2. Pasang status pacaran di akun media sosial?

  3. Saling tahu kata sandi (password) akun media sosial?

Pasalnya, beberapa orang mungkin sangat ingin menjaga privasinya, termasuk di media sosial. Karena itu, daripada bertengkar di tengah-tengah karena perbedaan prinsip, sebaiknya diskusikan dari awal seperti apa aturan main Anda berdua di media sosial.

5. Masalah bayar-membayar

Cukup sensitif memang mendiskusikan masalah keuangan dalam hubungan pacaran. Padahal, Anda dan kekasih sebenarnya bisa mendiskusikan masalah ini secara santai. Berhubung pacaran butuh dana, diskusikan bagaimana Anda membayar kencan, makan, atau menonton film di bioskop misalnya.

Anda dan pasangan bisa saling berbagi mengenai bayar-membayar ini. Misalnya dengan bergilir, kali ini Anda yang bayar, berikutnya pasangan yang bayar. Atau Anda yang membayar tiket menonton film dan pasangan yang membayar makan.

Jangan Berlebihan, Ini 5 Kontak Fisik yang Boleh Dilakuin Cowok Saat Pacaran

HAI-ONLINE.COM – Sebelum diresmikan atau selama masa pacaran, hubungan antara cowok dan cewek biasanya masih dalam batasan-batasan terutama kontak fisik_yang diikat sama norma dan agama.

Untuk itu, cewek akan selalu nyaman selama cowoknya tahu akan batasan-batasan tersebut. Namun, ada alasan kenapa cowok diperbolehkan melakukan kontak fisik karena kontak fisik yang ini masih dalam batas kewajaran dan nggak menimbulkan dosa.

Cuma tetap berhati-hati melakukannya ya, guys! Pasalnya kontak fisik ini sering disalah-artikan, makanya penjelasan ini moga bisa menunjukan alasan apa cowok boleh ngelakuin kontak fisik ke ceweknya.

Berikut 5 Kontak Fisik yang Boleh Dilakuin Cowok ke Ceweknya!

Ngerangkul

Cowok boleh sesekali ngerangkul ceweknya, bukan berarti mau grepe-grepe sama pasangan. Ngerangkul yang dilakukan semata-mata untuk membuat asyik obrolan atau bercandaan.

Biasanya cowok yang udah berhasil ngerangkul ceweknya, bisa jadi hubungan mereka udah dekat makanya rangkulan bakal bikin mereka nyaman untuk berdekat-dekatan. Tapi nggak semua cowok visa merasa nyaman ngerangkul ceweknya, terutama yang bukan pacarnya, kecuali cewek itu saudaranya atau udah sahabatan banget sama dia.

Pegang Tangan

Nah, beberapa kali kamu pasti sering kan memegang tangan cewek kamu, ayo ngaku? Tahu nggak sih, cowok yang udah berani memegang tangan ceweknya berarti dia lagi melakukan sebentuk perhatian. Misalnya saat mau kasih kejutan di meja makan, atau lagi mau menyebrang, kamu pingin dia ada di samping kamu biar aman. Uhh romantis!

Jadi sandaran

Dia menyandarkan kepalanya di bahu kita, atau sebaliknya. Kontak fisik yang  begini mungkin masih dalam  batas wajar asalkan sandar-sandarannya masih pakai-pakaian lengkap. Hihihi

Jadi sandaran pada suatu keadaan tertentu boleh saja untuk menunjukan kamu itu cowok yang kuat yang siap mendukung misalkan pas dia  lagi letih atau ngerasa nggak enak badan.

Sandaran yang kamu berikan bakal nikin ia merasa nyaman untuk berbagi keadaam. Begitu juga seblaiknya ketika cowok sudah merasa nyaman dengan teman ceweknya, dia nggak akan ragu melakukan hal yang sama.

Mengelus Kepala

Cewek bakal merasa spesial kalo kita mengelus-elus kepala dan mengacak-acak pelan rambutnya. Elusan di kepala menunjukkan perasaan sayang dan suka kita ke dia.

Namun ada tipe cewek yang jika mendapat perlakukan seperti itu malah mengira kamu menganggapnya sebagai adik, ya persis seperti kebiasaan di rumahnya, misalkan dia punya abang lelaki yang suka ngelus-ngelus kepalanya karena sayang juga.

Memegang Pundak

Cowok yang sering memegang pundak ceweknya berarti dia sedang berusaha memberikan perhatian penuh dan juga bentuk dukungan pada ceweknya, makanya kalo cewek lagu curhat kadnag kita nggak ngerti harus ngelakuin apa dna cuma bisa pegang pundaknya buat ngasih semangat. Itu aja udah cukup bikin dia tenang!

Namun, penting untuk diketahui juga kalo kebanyakan cowok justru nggak berani untuk melakukan kontak fisik ke cewek yang ia suka, makanya mereka lebih suka menjaga jarak sebelum benar-benar ngejadiin pacarnya.

Jadi, lakukan kontak fisik namun dalam batas yang wajar ya, guys!

PROMOTED CONTENT

Video Pilihan

Pacaran sehat menjadi sebutan untuk menggambarkan hubungan yang saling menghargai satu sama lain. Masalahnya, banyak pasangan yang tidak mengetahui tanda-tanda pacaran sehat, sehingga timbul rasa bingung yang “menyesatkan” dua sejoli saat menjalin hubungan cinta.

Advertisement

Tenang saja, di sini Anda akan menemukan berbagai macam tanda pacaran sehat dan tips untuk menggapainya.

Pacaran sehat, apa ciri-cirinya?

Menjalin hubungan cinta yang romantis, bukan jaminan bahwa pacaran sehat dapat digapai secara otomatis. Buktinya, banyak pasangan yang memperlihatkan hubungan yang serius, tapi ternyata “menyembunyikan” banyak masalah di dalam.

Kenalilah berbagai tanda pacaran sehat ini, supaya Anda dan pasangan bisa “introspeksi” diri.

1. Komunikasi yang terbuka

PacaranPacaranJika ingin pacaran sehat, berkomunikasilah!

Pacaran yang sehat dapat digapai jika komunikasi antara Anda dan pasangan, dilakukan secara terbuka. Pacaran sehat ditandai dengan adanya rasa keberanian untuk membahas apapun dengan pasangan, termasuk soal pekerjaan, masalah kesehatan, hingga keuangan.

Pacaran sehat juga ditandai dengan tidak adanya “penghakiman” di antara satu sama lain, setelah saling berbicara jujur.

2. Kepercayaan

Kepercayaan dapat diibaratkan sebagai “fondasi” yang mengokohkan pacaran sehat. Kepercayaan di sini lebih dari sekadar yakin bahwa pasangan tidak akan selingkuh atau berbohong.

Kepercayaan yang di maksud di sini adalah keyakinan bahwa pasangan tidak akan menyakiti Anda secara fisik ataupun mental.

3. Rasa ingin tahu

Rasa ingin tahu terhadap yang sedang terjadi di dalam hidup pasangan, menjadi salah satu karakteristik pacaran sehat. Entah itu tentang masalah hidup ataupun mimpi yang ingin dicapai pasangan Anda.

Tanpa rasa ingin tahu semacam ini, Anda atau pasangan bisa saja mengalami kebosanan dalam menjalani hubungan percintaan.

4. Rasa saling menghargai

PacaranPacaranPacaran sehat bisa ditandai dengan saling menghargai

Pacaran sehat ditandai dengan adanya rasa saling menghargai satu sama lain. Misalkan ada di antara Anda yang merasa superior dibandingkan pasangan, pacaran sehat tidak akan pernah bisa dicapai.

Ada banyak cara untuk menunjukkan rasa menghargai dan menghormati pasangan dalam pacaran sehat, seperti:

  • Mau mendengarkan keluh kesah
  • Tidak menunda-nunda jika pasangan meminta Anda melakukan sesuatu yang baik
  • Salieng mengerti dan mau memaafkan kesalahan pasangan
  • Memberikan ruang dan waktu untuk pasangan
  • Memberikan izin pada pasangan untuk memiliki quality time sendiri atau bersama keluarga
  • Mendukung pasangan dalam mengejar cita-cita dan mimpinya

Jika rasa saling menghargai sudah dibangun sejak awal berhubungan, maka pacaran sehat bukan lagi mimpi belaka.

5. Rasa sayang yang tak padam

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa rasa sayang dibutuhkan untuk pacaran sehat? Padahal, rasa sayang kan sudah pasti ada di dalam pacaran.

Jangan salah, rasa sayang biasanya memuncak di awal pacarana. Namun seiring berjalannya waktu, rasa sayang bisa menurun. Padahal dalam pacaran sehat, seharusnya rasa sayang akan terus meningkat, seiring bertambahnya “umur” hubungan Anda.

6. Kerja sama

Pacaran sehat juga bisa ditandai dengan adanya kerja sama satu sama lain. Anda dan pasangan idealnya bekerjasama untuk saling mendukung, di saat kesulitan datang. Jika kerja sama tidak dibangun sejak awal, fondasi hubungan berisiko goyah seiring berjalannya waktu.

7. Bisa menyelesaikan masalah dengan baik

Dalam pacaran sehat, masalah pun pasti akan muncul. Namun, cara Anda dan pasangan dalam menyelesaikan masalah, bisa menjadi tanda-tanda pacaran sehat, lho.

Jika Anda dan pasangan mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, tanpa emosi. Sebab, ini menjadi tanda-tanda pacaran sehat.

Perlu diingat, pasangan yang bisa mencari solusi untuk sebuah masalah tanpa emosi, biasanya akan mendapatkan “jawaban” yang lebih baik.

8. Tidak melulu serius

Pacaran sehat bukan berarti Anda dan pasangan harus serius terus-terusan. Ada saatnya, dibutuhkan lelucon sangat diperlukan. Sebab, keseriusan yang berlarut-larut dianggap bisa membuat gaya pacaran jadi terlalu kaku dan membosankan.

9. Punya “me time” masing-masing

Ciri-ciri pacaran sehat tidak hanya diukur dari waktu yang kalian habiskan bersama. Ternyata, memiliki me time masing-masing, tanpa adanya rasa cemburu, dapat menjadi tanda pacaran sehat!

10. Menginspirasi diri untuk jadi lebih baik

Ciri-ciri pacaran sehat selanjutnya ialah mampu memberikan dampak baik untuk diri kita sendiri. Jika pasangan Anda mampu memotivasi diri Anda untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, dapat disimpulkan Anda berada dalam hubungan yang sehat.

“Lampu merah” dalam hubungan

Perlu diakui, setiap pasangan pasti memiliki masalahnya sendiri. Selain itu, pacaran juga tidak akan sehat selamanya. Gangguan kesehatan mental seperti stres bisa mengakibatkan salah satu di antara Anda membawa masalah baru ke dalam hubungan.

Berikut ini adalah “lampu merah” dalam hubungan yang harus diwaspadai:

  • Merasa terpaksa untuk mengubah diri
  • Melupakan kebutuhan sendiri demi kebutuhan pasangan
  • Merasa tertekan untuk meninggalkan hal-hal yang Anda sukai, demi pasangan
  • Munculnya rasa takut untuk beropini dan berbagi keluh kesah
  • Komunikasi tidak berjalan dengan baik
  • Merasa bahwa menghabiskan waktu untuk pasangan adalah sebuah kewajiban
  • Menghindari satu sama lain
  • Berteriak
  • Adanya kekerasan fisik

Beberapa “lampu merah” dalam hubungan di atas, ada yang bersifat sementara. Namun, ada juga yang akan bersifat permanen.

Kalau kekerasan fisik sudah muncul dalam berpacaran, yang harus menjadi fokus Anda adalah keselamatan diri, bukan memperjuangkan pasangan lagi.

Catatan dari SehatQ:

Apabila Anda sudah merasa stres dan terganggu dengan masalah-masalah yang ada dalam hubungan, sebaiknya bicarakan baik-baik bersama pasangan dengan kepala dingin.

Jikalau Anda dan pasangan tidak juga mendapatkan solusi, sebaiknya carilah bantuan dari psikolog untuk meminta tips dan saran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *