Film di bioskop tayang berapa lama

Liputan6.com, Jakarta Film yang tayang di bioskop menjadi incaran para penggemar hiburan di seluruh dunia. Nggak jarang, saat sebuah film mulai dirilis perdana, bioskop sangat mengantre dan ruang teater pun penuh mulai dari bangku paling belakang hingga terdepan. 

Lantaran nggak mau ikut antre, kadang kita menunggu film tersebut turun dari studio satu ke studio terbuncit. Bahkan ada yang sengaja menunggu tayang di platform streaming video. 

Nah pernah nggak sih penasaran, kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah film bertengger di bioskop, sebelum akhirnya dirilis di platform streaming video?

Dikutip laman CNN, ternyata ada perubahaan jangka waktu penayangan film di studio bioskop ke platform streaming. Film yang diproduksi Paramount Picture misalnya, bakal menayangkan film Mission: Impossible 7 dan A Quiet Place Part 2 via streaming, setelah 30-45 hari dirilis di bioskop. 

Ternyata waktu tersebut lebih pendek dari masa sebelum pandemi, yaitu sekitar 70 hari. Berbeda dengan Universal Picture yang merencanakan penayangan film terbarunya di bioskop hanya tiga pekan atau sekitar 17 hari. 

Sementara Warner Bros telah memutuskan, seluruh film 2021 akan dirilis di serentak. Artinya premiere film di bioskop jadwal tayangnya dibarengi dengan penayangan di platform streaming seperti HBO Max. 

Nah buat kamu yang hobi nonton film, jangan ragu untuk movie marathon di akhir pekan.  Kamu bisa lebih leluasa streaming film tanpa ada halangan apapun. 

Maka dari itu, kamu wajib memilih provider yang memiliki sinyal kuat dan hemat kuota tentunya, biar nggak bikin kantong jebol. Saat nonton streaming, kamu juga bisa memilih paket internetmu sesuai kebutuhan. 

 

(*)

GALAMEDIA – Berapa lama penayangan film KKN di Desa Penari di bioskop? Simak di bawah ini informasi mengenai pekerjaannya.

Film KKN di Desa Penari menjadi salah satu film yang tengah menuai banyak atensi publik saat ini.

Tayang sejak 30 April 2022 yang lalu, film KKN di Desa Penari mencatatkan jumlah penonton yang signifikan.

Baca Juga: Update Jadwal dan Harga Tiket Film KKN di Desa Penari Hari Ini Rabu 11 Mei 2022 di Bioskop XXI Bandung

Diketahui bahwa lebih dari tiga juta penonton telah datang ke bioskop untuk menonton KKN di Desa Penari.

Namun demikian, di tengah banyaknya minat penonton terhadap KKN di Desa Penari, pertanyaan soal sampai kapan film tersebut tayang kerap muncul di kalangan warganet.

Hingga hari ini, KKN di Desa Penari memasuki hari ke-12 penayangannya di Indonesia.

Jika berkaca pada film-film lain yang tayang di bioskop, setidaknya KKN di Desa Penari akan tayang hingga 30 hari sejak pertama kali rilis atau tayang.

Diperkirakan film KKN di Desa Penari akan tayang sampai 29 Mei 2022 mendatang.

MEDIA JABODETABEK – Sejak tayang perdana pada 8 September 2022 lalu, hingga kini film Miracle in Cell No 7 masih tayang di bioskop.

Artinya sudah lebih dari dua minggu penayangan film Miracle in Cell No 7 di bioskop.

Seperti diketahui, Miracle in Cell No 7 merupakan remake dari film Korea Selatan berjudul sama yang tayang pada tahun 2013.

Baca Juga: Daftar Korban Kecelakan di Tol Semarang Hari ini, 4 Orang Korban Meninggal Sudah Teridentifikasi

Sinopsis film ini menceritakan seorang ayah bernama Dodo dengan keterbatasan mental begitu mencintai putrinya, Kartika.

Akan tetapi nahas, karena ia harus rela menjadi terpidana mati akibat dituduh memperkosa dan membunuh gadis kecil.

Cerita film ini mengharukan dan dijamin sangat menguras air mata.

Baca Juga: Berita Viral Hari Ini: Perempuan Modus Pura-pura Tabrakan di Banjarmasin, Berkelahi hingga Merampas Tas Korban

Terutama saat scene Dodo mesti berpisah dengan Kartika karena akan menjalani hukuman mati.

Fimela.com, Jakarta Sejak dirilis pada 28 September lalu, film Pengabdi Setan akhirnya sudah tidak tayang lagi di bioskop sejak 19 November kemarin. Dari awal penayangannya, film yang disutradarai Joko Anwar ini sudah menarik banyak minat penonton.

Lalu berapa total jumlah penonton Pengabdi Setan? Seperti dilansir dari akun twitter Joko Anwar, selama 53 hari pemutarannya di bioskop, film yang dibintangi Tara Basro dan melejitkan nama Ayu Laksmi itu berhasil meraih 4.203.819 penonton.

Ayu Laksmi, pemeran Ibu Mawarni di film Pengabdi Setan. (Fotografer: Bambang E. Ros, Make Up Artist: @vera_kusumadewi, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Jumlah itu semakin mengukuhkan Pengabdi Setan sebagai film Indonesia terlaris di tahun ini dan film horor Indonesia terlaris sepanjang masa. Sebuah kepuasan bagi sutradara Joko Anwar karena film Pengabdi Setan banyak mendapat respon positif dari masyarakat Indonesia. Sejak Pengabdi Setan sukses menarik animo penonton untuk menonton film horor remake dengan judul yang sama di era 80-an silam tersebut.

Film produksi Rapi Films ini sudah mendapat tanggapan bagus dan banyak diminati para penggemar film sejak hari pertama perilisannya. Setelah meraih 95 ribu penonton di hari pertama, jumlah penontonnya pun makin bertambah banyak.

Di hari keempat pemutarannya, Pengabdi Setan sudah berhasil menembus angka 500 ribu penonton.Dalam waktu seminggu, bahkan sudah mampu meraih satu juta penonton. “Wuihh terima kasih teman-teman. Penonton Pengabdi Setan makin nambah. Jadi semangat bikin film lagi!” tulis Joko Anwar, beberapa waktu lalu.

KENDALKU – Informasi jadwal tayang film Kuntilanak 3 tayang sampai tanggal berapa, berapa lama film Kuntilanak 3 tayang di bioskop telah dirangkum lengkap

Anda yang mencari tahu jadwal tayang film Kuntilanak 3 tayang sampai kapan, tanggal berapa di bioskop bisa cek di bawah ini.

Berbagai film horor kini tengah tayang di bioskop dan bisa disaksikan untuk mengisi libur

Tidak hanya film KKN di Desa Penari, ada juga film Kuntilanak 3 yang masih tayang.

Baca Juga: Libur Cuti Bersama Idul Fitri 2022 Selesai Kapan? Cek Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2022

Anda bisa nonton film Kuntilanak 3 di bioskop terdekat di Kota Anda semuanya.

Film Kuntilanak 3 telah tayang di bioskop sejak tanggal 29 April 2022 lalu dan masih tayang sampai saat ini.

Berapa lama film Kuntilanak 3 tayang di bioskop biasanya akan cukup lama sampai satu bulan.

Namun hal itu tergantung kebijakan masing-masing apakah nantinya diperpanjang lagi atau sebaliknya.

Jakarta, CNN Indonesia — Ketika film Indonesia terlihat jarang mengisi bioskop-bioskop di tanah air, tak hanya para sineas yang mendapat perhatian.  Pemilik sejumlah bioskop ternama XXI juga kena sorotan.  Ada dugaan bahwa XXI memang sengaja lebih memilih menayangkan film-film Barat.

Catherine Keng, Corporate Secretary XXI menyanggah anggapan tersebut.   Dia mengatakan setiap minggu rata-rata ada dua judul baru film Indonesia yang tayang di Cinema XXI / 21.  “Terkadang juga bisa ada 3 judul baru per minggu,” kata Catherine saat ditemui CNN Indonesia di kantornya Kamis (28/8).  

Dia mengatakan ini bisa jadi bukti bahwa XXI sudah berupaya untuk memprioritaskan penayangan film Indonesia. Secara total tahun lalu film Indonesia yang ditayangkan di Cinema XXI / 21 kurang lebih 100 judul dan film impor kurang lebih 120 judul.  Film-film Indonesia itu lebih banyak yang ditayangkan setelah Lebaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun dalam beberapa kasus film Indonesia tayang bersamaan dengan film-film blockbuster sepert Avengers, Spiderman, dan Transformers menurut Catherine film Indonesia tidak akan dihilangkan. Tetapi kadang tidak bisa memaksakan agar film Indonesia tayang di dua studio, film-film seperti Avengers kalau ditayangkan di satu studio saja dengan antrian panjang, penonton juga akan protes.

“Jadi misalnya ada empat studio, tiga studio menayangkan Avengers, satu studio menayangkan film Indonesia,” ungkap Catherine.

Setiap film Indonesia yang tayang di XXI memiliki jatah selama seminggu untuk tetap tayang di bioskop. Hanya memang terkadang ada film yang cepat menghilang di bioskop.  Catherine menjelaskan bahwa pada hari pertama sampai ke-4 akan dilihat seberapa banyak jumlah penonton. Jika sedikit maka akan dikurangi jumlah layar yang menayangkannya.

Pada awal penayangan biasanya film Indonesia bisa mendapatkan total 20 layar, 60 layar, bahkan bisa 100 layar tergantung dengan target dari produser atau prediksi jumlah penontonnya. “Kalau sudah empat hari itu ternyata peminatnya banyak, maka layar akan ditambahkan. Namun kecenderungannya sangat jarang film bisa meningkat setelah empat hari,” Catherine menerangkan.

Bukan berarti film-film Indonesia hanya mampu bertahan selama satu minggu, pada kasus-kasus tertentu misalnya Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, The Raid dapat bertahan selama satu sampai  dua bulan.

Namun jatah satu minggu bagaimanapun tetap diberikan pada tiap film Indonesia. Berbeda dengan film-film impor yang bukan blockbuster, jika pada hari-hari pertamanya jumlah penonton tidak banyak maka akan segera diturunkan.

Bukan Cuma Soal Lama Tayang

Permasalahan film Indonesia ini sebenarnya tidak bisa dipukul rata apa yang menjadi penyebabnya. Pada dasarnya baik lama tayang maupun jumlah penonton ditentukan oleh preferensi masyarakat sendiri.

Di masing-masing lokasi juga menghadapi beragam preferensi masyarakat yang bisa disamakan. “Bahkan dalam satu kota pun tidak bisa disamakan. Penonton di Blok M Square lebih suka nonton film Indonesia, di Plaza Senayan penontonnya lebih suka nonton film Barat,” Catherine menjelaskan.

Jenis film juga tidak dapat menjamin banyak sedikitnya jumlah penonton. “Untuk jenis-jenis tertentu seperti film art house, yang peminatnya memang sedikit, jumlah penontonnya akan sedikit,” kata Catherine.  “Film terkadang dapat diminati banyak orang jika dapat menggugah emosi atau banyak omongan yang membuat orang penasaran.”

Sampai saat ini film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak adalah Laskar Pelangi dengan jumlah penonton 4,7 juta, disusul Habibie Ainun dengan 4,6 juta penonton.

Selain masa penayangan, ada juga anggapan bahwa film-film Indonesia dianaktirikan karena ditayangkan di 21 bukan XXI.
Catherine menyatakan bahwa perbedaan 21 dan XXI terletak pada desain interiornya bukan pilihan filmnya. Pihak XXI sendiri mengharapkan untuk segera mengganti 21 yang tersisa menjadi XXI, tetapi masih banyak hambatan-hambatan untuk menjalankannya.

Film yang ditayangkan di 21 juga tidak hanya film Indonesia tetapi juga ada film-film impor lainnya. Sampai akhir Agustus sudah ada 72 judul film Indonesia yang ditayangkan Cinema XXI / 21.

— Ketika film Indonesia terlihat jarang mengisi bioskop-bioskop di tanah air, tak hanya para sineas yang mendapat perhatian. Pemilik sejumlah bioskop ternama XXI juga kena sorotan. Ada dugaan bahwa XXI memang sengaja lebih memilih menayangkan film-film Barat.Catherine Keng, Corporate Secretary XXI menyanggah anggapan tersebut. Dia mengatakan setiap minggu rata-rata ada dua judul baru film Indonesia yang tayang di Cinema XXI / 21. “Terkadang juga bisa ada 3 judul baru per minggu,” kata Catherine saat ditemui CNN Indonesia di kantornya Kamis (28/8).Dia mengatakan ini bisa jadi bukti bahwa XXI sudah berupaya untuk memprioritaskan penayangan film Indonesia. Secara total tahun lalu film Indonesia yang ditayangkan di Cinema XXI / 21 kurang lebih 100 judul dan film impor kurang lebih 120 judul. Film-film Indonesia itu lebih banyak yang ditayangkan setelah Lebaran.Lokasi pun ditata agar setiap bioskop ada film Indonesia yang ditayangkan. Misalnya satu biokop ada empat studio, maka dua studio menayangkan filn Indonesia dan dua lagi menayangkan film impor.Meskipun dalam beberapa kasus film Indonesia tayang bersamaan dengan film-film blockbuster sepert Avengers, Spiderman, dan Transformers menurut Catherine film Indonesia tidak akan dihilangkan. Tetapi kadang tidak bisa memaksakan agar film Indonesia tayang di dua studio, film-film seperti Avengers kalau ditayangkan di satu studio saja dengan antrian panjang, penonton juga akan protes.“Jadi misalnya ada empat studio, tiga studio menayangkan Avengers, satu studio menayangkan film Indonesia,” ungkap Catherine.Setiap film Indonesia yang tayang di XXI memiliki jatah selama seminggu untuk tetap tayang di bioskop. Hanya memang terkadang ada film yang cepat menghilang di bioskop. Catherine menjelaskan bahwa pada hari pertama sampai ke-4 akan dilihat seberapa banyak jumlah penonton. Jika sedikit maka akan dikurangi jumlah layar yang menayangkannya.Pada awal penayangan biasanya film Indonesia bisa mendapatkan total 20 layar, 60 layar, bahkan bisa 100 layar tergantung dengan target dari produser atau prediksi jumlah penontonnya. “Kalau sudah empat hari itu ternyata peminatnya banyak, maka layar akan ditambahkan. Namun kecenderungannya sangat jarang film bisa meningkat setelah empat hari,” Catherine menerangkan.Bukan berarti film-film Indonesia hanya mampu bertahan selama satu minggu, pada kasus-kasus tertentu misalnya Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, The Raid dapat bertahan selama satu sampai dua bulan.Namun jatah satu minggu bagaimanapun tetap diberikan pada tiap film Indonesia. Berbeda dengan film-film impor yang bukan blockbuster, jika pada hari-hari pertamanya jumlah penonton tidak banyak maka akan segera diturunkan.Permasalahan film Indonesia ini sebenarnya tidak bisa dipukul rata apa yang menjadi penyebabnya. Pada dasarnya baik lama tayang maupun jumlah penonton ditentukan oleh preferensi masyarakat sendiri.Di masing-masing lokasi juga menghadapi beragam preferensi masyarakat yang bisa disamakan. “Bahkan dalam satu kota pun tidak bisa disamakan. Penonton di Blok M Square lebih suka nonton film Indonesia, di Plaza Senayan penontonnya lebih suka nonton film Barat,” Catherine menjelaskan.Jenis film juga tidak dapat menjamin banyak sedikitnya jumlah penonton. “Untuk jenis-jenis tertentu seperti film art house, yang peminatnya memang sedikit, jumlah penontonnya akan sedikit,” kata Catherine. “Film terkadang dapat diminati banyak orang jika dapat menggugah emosi atau banyak omongan yang membuat orang penasaran.”Sampai saat ini film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak adalah Laskar Pelangi dengan jumlah penonton 4,7 juta, disusul Habibie Ainun dengan 4,6 juta penonton.Selain masa penayangan, ada juga anggapan bahwa film-film Indonesia dianaktirikan karena ditayangkan di 21 bukan XXI.Catherine menyatakan bahwa perbedaan 21 dan XXI terletak pada desain interiornya bukan pilihan filmnya. Pihak XXI sendiri mengharapkan untuk segera mengganti 21 yang tersisa menjadi XXI, tetapi masih banyak hambatan-hambatan untuk menjalankannya.Film yang ditayangkan di 21 juga tidak hanya film Indonesia tetapi juga ada film-film impor lainnya. Sampai akhir Agustus sudah ada 72 judul film Indonesia yang ditayangkan Cinema XXI / 21.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Film Avatar 2 akan hadir di bioskop 16 Desember mendatang. Durasinya lebih dari tiga jam. Lebih lama 30 menit daripada Avatar yang pertama. Hal itu mirip dengan film Hollywood lainnya seperti Avengers: Endgame (3 jam 2 menit) dan Titanic (3 jam 14 menit). Meski demikian, sutradara Avatar 2 tak ingin penonton mengeluh karena durasi tersebut.

Menurut seorang sumber kepada The Hollywood Reporter pada beberapa waktu lalu, film Avatar 2: The Way of Water akan hadir dalam durasi 3 jam 10 menit. Sumber itu menyatakan sekuel yang hadir sekitar 13 tahun dari film pertama Avatar akan membuat para penonton duduk di kursi bioskop lebih lama sekitar 30 menit dari film pertamanya.

Film Avatar pertama tetap berada di peringkat pertama selama bertahun-tahun kemudian. Film karya sutradara James Cameron itu dirilis pada Desember 2009, dengan durasi sekitar 30 menit lebih pendek dari sekuelnya, yaitu 2 jam 41 menit.

Sepanjang pandemi Covid-19, begitu banyak film yang memiliki durasi lebih panjang dari 2 jam dan 30 menit, yang menurut standar tradisional telah dianggap panjang. Satu pengecualian adalah Spider-Man: No Way Home, yang berdurasi tepat pada 2 jam dan 28 menit.

Film The Batman karya Matt Reeves dengan durasi 2 jam 55 menit, dirilis awal tahun 2022. Black Panther: Wakanda Forever, yang akan rilis pada Jumat, 11 November 2022, berdurasi 2 jam 41 menit. Durasi penayangan film dihitung termasuk kredit yang dapat memakan waktu hingga 10 menit.

Pada Juli lalu, James Cameron, sutradara Avatar 2: The Way of Water mengatakan dia tidak ingin mendengar keluhan apapun mengenai durasi The Way of Water ketika sekuel Avatar itu tayang di bioskop.

“Saya tidak ingin ada orang yang mengeluhkan durasi (Avatar 2) tentang panjangnya waktu mereka duduk dan menonton (serial) selama delapan jam,” katanya kepada Empire.

Dengan selisih waktu 13 tahun setelah peristiwa film pertama, Avatar 2: The Way of Water akan menceritakan kisah keluarga Sully (Jake, Neytiri, dan anak-anak mereka), masalah yang mengikuti mereka, sejauh mana mereka pergi untuk menjaga satu sama lain, pertempuran yang mereka perjuangkan untuk tetap hidup, dan tragedi yang mereka alami.

Avatar 2: The Way of Water akan dirilis di bioskop seluruh dunia pada 16 Desember 2022. James Cameron mengatakan bahwa awalnya dia berencana merilis Avatar 2: The Way of Water untuk 2014, namun diundur 7 kali hingga akhirnya akan resmi dirilis akhir tahun ini.

 

Sumber: Radarkudusjawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *