Cara menghitung pemakaian kuota internet

Perkembangan teknologi memunculkan smartphone baru dengan berbagai macam fitur yang menarik dan munculnya banyak aplikasi yang bisa diakses di smartphone dapat mempermudah pengguna smartphone dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Aplikasi-aplikasi yang ada dismartphone bisa diakses hanya dengan menggunakan kuota internet. Jadi pengguna smartphone pasti membutuhkan kuota internet untuk mengakses aplikasi yang ada dismartphone mereka.

nonton youtube

Dalam mengakses aplikasi dismartphone setiap aplikasi memiliki besaran kuota tersendiri agar bisa diakses, ada penggunaan aplikasi yang tidak banyak menyedot kuota dan ada aplikasi yang banyak menyedot kuota. Seperti aplikasi YouTube ini salah satu aplikasi yang banyak menyedot kuota. Jika kita sering streaming YouTube, maka bisa dipastikan kita akan sering juga mengisi ulang kuota internet kita.

Selama ini kita tidak pernah memperdulikan kenapa kuota internet kita cepat habis, padahal ada cara menghitung kuota internet yang sudah kita pakai, seperti ketika kita sering menonton YouTube cara menghitungnya.

Langkah pertama yang harus kita ketahui bahwa, setiap video YouTube memiliki kualitas yang berbeda-beda berdasarkan bitrate yang dimiliki video tersebut. Satuan bit per detik inilah namanya bitrate. jika dalam ribuan namanya Kilobit per detik atau Kbps, dan jika jutaan namanya Megabit per detik atau Mbps. Kita harus merubah dulu menjadi satuan byte, jadi 1 byte setara dengan 8 bit, atau sebaliknya 1 bit sama dengan 0,125 byte. Byte dalam ribuan namanya Kilobyte atau KB, jutaan namanya Megabyte atau MB, dan triliunan namanya Gigabyte atau GB.

daftar satuan

Jadi semakin tinggi kualitas video yang ditoton, maka semakin besar bitrate yang digunakan. Artinya semakin besar kuota internet yang kita pakai. Dalam perhitungan kuota internet yang dipakai adalah satuan Megabyte atau MB, jadi 1Mbps sama dengan 1/8 MB, dan 1Mbps setara dengan 1.024 Kbps. Sehingga rumus menghitungnya adalah :

bitrate (dalam Kbps) x durasi menonton video dalam detik : 8 : 1.024.

Contohnya, menonton video dengan kulitas 2160p yang memiliki bitrate 20.000 Kbps selama 10 menit, maka kuota data yang dikonsumsi adalah
20.000 x 60 (detik) x 10 (menit) : 8 : 1024
20.000 x 600 (detik) : 8 : 1024
= 1.465 MB.

Perlu kita ketahui bahwa terdapat perbedaan kuota yang terpakai antara streaming, menonton dan mengunduh video. Ada pilihan sebelum kita mengunduh sebuah video yang diberikan oleh YouTube, yaitu opsi kulitas video dengan besaran data dalam satuan MB, dan juga opsi pilihan menonton offline dan streaming. Supaya kita bisa menghemat kuota kita maka kita bisa menggunakan YouTube dengan versi yang ringan yaitu YouTube Go, aplikasi ini ada fitur penghemat kuota internet.

no kuota

Bagi pecinta YouTube, bisa menggunakan provider seluler yang menyediakan paket kuota internet khusus untuk penggunaan menonton video YouTube yang terpisah dari kuota utama yang kita miliki. Ada juga yang menggunakan jalur VPN untuk menonton YouTube secara gratis, dan kesemuanya itu bisa menghemat kuota internet kita, sehingga kita tidak sering melakukan pengisian paket internet terus.

Demikian cara sederhana menghitung kuota internet yang terpakai karena menonton YouTube, jadi kedepan jika mau melakukan streaming atau mengunduh video di YouTube, kita harus mengambil opsi yang meringankan kuota internet kita, sehingga kita bisa berhemat dan tetap bisa sering nonton video di YouTube.

Diposting olehEvy Nurvitasari

Sangat penting bagi sahabat pengguna data internet untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan internet yang dibutuhkan dalam satu hari, satu minggu, dan satu bulan. Tujuan dari menghitung kuota data internet yang sahabat gunakan adalah agar sahabat dapat merencanakan banyaknya kuota data internet yang harus sahabat beli setiap hari (bila sahabat menggunakan paket internet harian), setiap minggu (bila sahabat menggunakan kuota internet mingguan), dan setiap bulan (bila sahabat menggunakan kuota internet bulanan). 

Bila sahabat sudah mengetahui kebutuhan data internet yang sahabat butuhkan per hari, per minggu atau juga per bulan, maka sahabat sudah bisa merencanakan paket yang sahabat butuhkan dalam kurun waktu satu hari, satu minggu, atau juga satu bulan. Untuk mengetahui banyaknya kuota internet yang sahabat gunakan per hari, per minggu dan per bulan, sahabat bisa menggunakan aplikasi dibawah ini:

  1. Untuk menghitung data internet yang digunakan pada smartphone dengan sistim operasi android, sahabat bisa menggunakan aplikasi Internet speed meter yang tutorial cara penggunaannya bisa sahabat baca disini — aplikasi penghitung penggunaan kuota data internet android.
  2. Untuk menghitung data internet yang digunakan pada komputer dengan sistim operasi windows, sahabat bisa menggunakan aplikasi Bandwidth meter dimana tutorial cara penggunaannya bisa sahabat baca disini — aplikasi penghitung penggunaan kuota data internet pada komputer

setelah sahabat memasang aplikasi di atas pada smartphone ataupun juga komputer sahabat, maka dalam satu hari, satu minggu, dan juga dalam satu bulan sahabat akan mengetahui jumlah kuota internet yang sahabat gunakan dan yang lebih penting adalah jumlah tersebut bisa dijadikan perkiraan kebutuhan internet sahabat.

Setelah sahabat sudah mengetahui kebutuhan kuota data internet yang sahabat perlukan, saya harapkan sahabat lebih mudah dan lebih bijak dalam pembelian paket kuota data internet. Semoga bermanfaat…

Published by

tonydsusanto

Tony Dwi Susanto, Ph.D., ITIL, COBIT, TOGAF is a Researcher & Consultant in e-Government and Smart City for Surabaya, Kediri, Madiun, Bojonegoro & Trenggalek cities/regencies. A lecturer in Department of Information Systems & Head of Researcher at the Lab-Based Education (LBE) of e-Government & IT Governance, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Indonesia. CEO & Founder of PT. Tatacipta Teknologi Indonesia. Currently, he is also in charge as the Chapter President of Association for Information Systems-Indonesia (AISINDO). He has written and published 5 books in IT & education topics. He can be contacted at [email protected] View all posts by tonydsusanto

INDUSTRY.co.id -  Sejalan dengan makin banyaknya komunikasi yang dilakukan menggunakan ponsel, kebutuhan paket data atau kuota internet pun semakin besar. Tetapi harap diperhatikan, jangan sampai kebutuhan tersebut justru membuat Anda tidak dapat mengendalikannya alias boros.

Hadirnya jaringan media sosial (medsos) yang menghubungan banyak orang, bahkan komunitas di seluruh dunia, secara langsung telah meningkatkan penggunaan paket data internet dari beragam provider.

Terkait anggaran bulanan, pengguna internet sudah tidak dapat lagi mengabaikan pos pengeluaran data atau paket internet. Jika melihat ke belakang, kapan terakhir pengguna pernah lupa mengakses email atau media sosial selama satu hari penuh ? Mungkin Hampir tidak pernah.

Meski termasuk kebutuhan sekunder, namun kehadiran infrastruktur ini sudah bagaikan air dan udara penunjang produktivitas seseorang.

Dari hasil survei yang dilakukan Google Indonesia pada 2015, diketahui rata-rata orang Indonesia menghabiskan 5,5 jam per hari untuk melihat layar smartphone mereka. Bahkan, di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, tidak mengherankan jika satu orang membawa dua hingga tiga smartphone sekaligus.

Bila anda pengguna termasuk satu dari 80 juta orang Indonesia yang selalu menggunakan internet sehari-hari, tentunya memerlukan kejelian dalam memilih paket internet yang murah dan efisien. Misalnya, jika sering mengakses Youtube dan Netflix, apakah lebih baik berlangganan paket internet unlimited atau volume based?

Dari telusuran pada berbagai situs penyedia data, dapat disimpulkan jika ada baiknya menghitung konsumsi data dalam sebulan, kemudian membeli paket internet sejumlah yang dibutuhkan.

Sebagai contoh, paket internet unlimited Indosat IM3 seharga Rp 50 ribu memiliki FUP 500 MB, dengan kecepatan maksimum 185 Mbps, maka setelah pemakaian internet melebihi 500 MB, kecepatan internet akan terus menjadi 16 Kbps atau hanya satu persen dari kecepatan awal. Kalau sudah begitu, kemungkinan pengguna tidak bisa lagi mengakses video streaming seperti Youtube sepuasnya.

Pengguna bisa memperkirakan kebutuhan internetnya berdasarkan kebiasaan sehari-hari. Sebagai contoh satu video Youtube berdurasi tiga menit dengan resolusi standar (480p) bisa menghabiskan sekitar 17 MB data, sementara satu film Netflix dengan kualitas SD akan menghabiskan sekitar 1 GB data per jam atau 3 GB data untuk kualitas video HD.

Sementara itu, panggilan telepon antar pengguna layanan GSM yang berbeda bisa menyedot pulsa sekitar Rp 2.000 per menit. Oleh karena itu, banyak orang kini mulai beralih menelepon via messenger app seperti WhatsApp (WA), Viber, Line, dan lain-lain.

Perkiraan jumlah data yang terpakai untuk penggunaan WA call selama satu menit adalah 0,2 MB dalam jaringan 3G (ini belum dihitung dalam jaringan 4G). Jika menggunakan layanan XL misalnya, tanpa berlangganan paket internet apapun pengguna dikenakan Rp 1 per KB, sehingga hanya menghabiskan sekitar Rp 200 per menit. Jika sering menggunakan video call Skype untuk komunikasi bisnis, konsumsi data bisa mencapai sekitar 30 MB per menit.

Hal ini tentu hanya memungkinkan jika lokasi pengguna dan orang yang dihubungi memiliki infrastruktur internet yang memadai, karena kualitas suara yang bagus membutuhkan dukungan jaringan 3G.

Anda tentu sangat sering melihat atau mendengar iklan tarif data internet. Berbagai provider atau operator seluler menawarkan hal ini. Akhirnya, anda sebenarnya diharapkan membeli produk mereka. Hal ini sangat maklum dan itu salah satu strategi penjualan mereka.

Melalui media cetak dan elektronik provider berusaha “membujuk” anda dengan kalimat yang umum “kuota data internet”. Tentunya, iklan didesain agar anda tergiur. Sangat disayangkan, banyak konsumen yang tidak memperhatikan ada bagian lain yang juga tertulis di dalam promo provider. tulisan kecil yang ada di bawah gambar, bertuliskan “Syarat dan kondisi serta ketentuan berlaku”.

Misalnya saja, ada promo Rp. 29,900. paket internet kuota 3GB. Anda pun melihat iklan tersebut langsung tergoda, dan membeli paket internet itu. Coba Perhatikan, ternyata kuota 3GB yang sudah anda memiliki syarat dan ketentuan yang tidak anda ketahui. Seperti sebegai berikut:

•    Kuota data yang bisa di pakai 24 jam hanya 0.6 GB
•    Sisanya, 2.4 GB hanya bisa dipakai Pukul 00.00 sampai pukul 06.00

Sudah bisa dipastikan, dengan adanya pembagian waktu yang tidak seimbang ini menyebabkan kuota yang anda beli tidak cukup digunakan dalam jangka waktu satu bulan. Terutama kuota yang 24 jam. Akhirnya, mau tidak mau anda harus membeli paket kuota yang baru.

Disarankan, sebelum membeli paket data internet, perhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Bagi anda yang kurang paham dengan isitilah GB (Giga Byte), MB (Mega Byte) dan KB (Kilo Byte), perhitungannya adalah 1GB = 1024 MB, sedangkan 1MB = 1024 KB, dan 1KB = 1024 Byte.  
                      
Dengan mengetahui ukuran data tersebut, anda semua dapat membandingkan atau komparasi harga-harga paket internet yang ditawarkan oleh jasa operator internet.

Pelajaran yang bisa anda dapatkan dari contoh di atas, yaitu apabila anda menemukan ada dua operator, katakanlah operator X dan Y, memberikan penawaran dengan harga sama (Rp.25.000).
• Paket operator X, anda mendapatkan Kuota 4000 MB ( Ssitim Pembagian Jam )
• Operator Y, kuota 2.5 GB dapat dipakai 24 Jam

Maka disarankan anda memilih paket operator Y.
Paket Operator Y lebih murah dibandingkan dengan operator X, meski  jumlah kuota lebih kecil. Namun, dari sisi waktu pemakaian, anda memiliki kebebasan. Apabila anda memilih operator X, ada kemungkinan anda “terpaksa” membeli lagi paket data baru. Karena paket data pada jam yang sering anda gunakan telah habis. Padahal, masih ada paket data di jam yang tidak sering dipakai.

Saat ini, pengguna bisa memilih antara paket internet unlimited atau berdasarkan kuota. Keduanya sama-sama punya batas wajar pemakaian.

Bedanya hanyalah pada paket unlimited, pengguna tetap bisa mengakses internet meski kecepatannya jadi sangat lambat. Sedangkan pada paket kuota, koneksi internet bisa langsung putus.

Artinya, apapun paket yang digunakan Anda tetap harus menghemat agar koneksi ke internet tetap lancar dan tidak menggerus isi dompet. Alternatif yang paling utama dalam hal ini, tentu saja mencari atau menghubungkan ponsel ke WiFi setiap kali sedang berada di tempat yang menyediakan WiFi gratis.

Selain WiFi, berikut ini beberapa tips yang dapat dipahami agar konsumsi data lebih efisien :

1. Monitoring Penggunaan Data

Sebelum menghemat penggunaan data, ada baiknya pengguna mengenali tipe-tipe konsumsi datanya. Apakah lebih sering habis karena media sosial, browsing, bermain game, menonton video onlineatau justru karena digunakan mengunduh aplikasi.
Pengguna bisa dengan mudah mengenali hal tersebut melalui menu di masing-masing ponsel, baik sistem operasi Android, iOS atau Windows Phone. Menu ini biasanya ada dalam bagian pengaturan ( setting ). Ketika dibuka akan menunjukkan berapa banyak data yang telah digunakan dan aplikasi apa saja yang menggunakannya.

Selain menggunakan aplikasi bawaan, ada juga aplikasi buatan pihak ketiga yang bisa dipakai menghitung konsumsi data. Misalnya, pengguna Android bisa mencoba aplikasi bernama Onavo Count untuk melacak penggunaan data.

Setelah mengetahui aplikasi apa saja yang banyak menggunakan data, tentu pengguna lebih mudah mengatur kapan menjalankan aplikasi tersebut. Misalnya, hanya membuka Path ketika terhubung dengan WiFi atau pada jam-jam tertentu ketika operator layanan komunikasi sedang
memberikan bonus kuota internet.

2. Matikan (off-line ) update otomatis

Update otomatis membuat pengguna selalu bisa mendapatkan aplikasi terbaru tanpa harus repot. Tapi bila tak terkendali, fitur ini malah jadi jebakan yang bisa membuat habis kuota data.

Bayangkan, bila Anda sedang menggunakan layanan data dari koneksi mobile lalu tanpa disadari ada sejumlah aplikasi yang otomatis diperbarui.

Satu aplikasi tersebut katakanlah berukuran 30 MB. Ketika update (pemutakhiran) otomatis terjadi pada 5 (lima) aplikasi dengan ukuran serupa saja sudah 150 MB yang hilang dari kuota data.
Sebaiknya pengguna mematikan saja fitur ini, dan memilih opsi melakukan pembaruan aplikasi secara manual atau otomatis hanya saat terkoneksi dengan WiFi. Tujuannya agar aplikasi, misalnya GooglePlay Store tidak otomatis mengunduh pembaruan menggunakan koneksi seluler.

3. Minimalkan download (unduh) aplikasi

Kurangi mengunduh aplikasi melalui koneksi seluler. Ukuran file sebuah aplikasi sebenarnya bervariasi, tidak seluruhnya berukuran besar. Namun bila Anda termasuk yang suka bermain game, perhatikanlah ukuran file yang diunduh.

Seringkali game dengan tampilan grafis tiga dimensi memiliki file berukuran besar. Misalnya, Contract Killer keluaran Glu Mobile, yang berukuran sekitar 295 MB.

Terkadang, setelah dipasang pun masih ada data-data pendukung lain yang mesti diunduh oleh game jenis ini. Ketika ditotal, data yang diunduh pun bisa hampir mencapai 1 GB. Jumlah sebesar ini tentu saja akan memakan banyak kuota data, apalagi jika sering dilakukan.

Bila harus mengunduh game seperti ini, sebaiknya mencari koneksi WiFi gratis atau lakukan saat Anda berada di lokasi-lokasi tertentu yang memang menawarkan WiFi. Alternatif lain untuk menghemat, cobalah untuk mengunduh aplikasi tersebut saat operator yang digunakan memberikan bonus kuota.

Aplikasi lain, seperti Facebook, Instagram atau Path, biasanya berukuran kecil ketika pertama kali diunduh. Namun konsumsi datanya bisa membesar saat digunakan. Path, misalnya bisa mengkonsumsi ratusan megabyte kuota data untuk menampilkan lini masanya yang padat dengan foto.

Bila masalah terbesar dalam kuota data Anda adalah soal aplikasi jejaring sosial seperti ini, cobalah mengatur waktu penggunaan aplikasi tersebut. Misalnya dengan mengurangi unggahan foto, mengurangi refresh lini masa aplikasi hingga hanya membukanya saat terhubung dengan WiFi.

4. Pintar menonton video online

Menonton video di YouTube ketika sedang di perjalanan memang menyenangkan, tapi jangan kaget bila ini membuat kuota data cepat habis. Streaming video adalah salah satu layanan yang membutuhkan data dalam jumlah besar.

Bila ingin menghemat kuota data Anda, sebaiknya hindari menonton streaming video menggunakan koneksi seluler. Alternatif lain, menonton streaming atau mengunduh video yang diinginkan ketika terhubung ke WiFi gratis.

Jika memang harus menonton via koneksi seluler, dapat diakali dengan menurunkan kualitas video. Biasanya pada YouTube terdapat pilihan antara 270p hingga 1080p. Semakin rendah kualitasnya, ukuran data yang dibutuhkan per detik pun semakin kecil.

Alternatif lain, YouTube punya fitur baru yang bikin penggunanya bisa menonton video offline. Nah, dengan memanfaatkan fitur ini, Anda bisa mengunduh video YouTube yang diinginkan saat ada koneksi WiFi, lalu menontonnya di waktu lain.

Tetapi perlu sebagai catatan  bahwa tidak semua video bisa diunduh ke dalam versi offline.

5. Kompresi data di browser

Sejumlah perambah atau browser memiliki fitur bawaan yang otomatis memampatkan data. Fitur ini sangat berguna untuk mereka yang sering menjelajah internet menggunakan ponsel.

Perambah yang memiliki fitur ini, antara lain adalah Chrome dan Opera Mini. Keduanya menggunakan server mereka sendiri untuk mengompres data situs yang dikunjungi pengguna, lalu mengirimkannya dalam bentuk data yang sudah diperkecil.

Sama halnya menggunakan Facebook, saat browsing biasa di jaringan milik Mark Zuckerberg, seperti chatting, browsing foto, menulis status, dan mengunjungi beberapa link pengguna dapat menghabiskan sekitar 2 MB data per menit.

Bila dikalkulasi, asumsi mengakses Facebook rata-rata 10 menit setiap harinya, dalam sebulan pengguna membutuhkan minimal 600 MB data. Jika suka menonton Youtube rata-rata 30 menit seminggu saat waktu senggang atau naas terjebak macet di jalan, maka asumsinya pengguna membutuhkan sekitar 680 MB data.

Jika ditambah email, radio streaming, e-commerce atau situs belanja online, dan sebagainya, maka total kebutuhan internet pengguna mencapai sekitar 1,2 GB hingga 2 GB. Jika membatasi koneksi layanan streaming saat mobile terhubung pada wifi saja, pengguna bisa menekan penggunaan internet hingga 800 MB per bulan.
Adapun cara termudah untuk menghitung pemakaian internet adalah dengan mencatat situs-situs atau mobile app yang paling sering dikunjungi setiap bulan dan memperkirakan total pemakaian data dari masing-masing situs atau app tersebut selama sebulan.

Paket internet berdasarkan volume pemakaian (volume based) biasanya lebih murah sekitar 20 persen jika pengguna memilih masa aktif 30 hari dibandingkan paket internet dengan masa aktif tujuh hingga 14 hari.

Semua asumsi dan kalkulasi terkait paket data dari beberapa provider tadi hanya semetara saat paket data berlaku pada waktu tertentu (saat ditelusuri) menurut situs masing-masing). Pasalnya, paket dari provider dapat berubah sewaktu-waktu sesuai promo yang digelar masing-masing penyedia jaringan internet tersebut.

Hendra Triana, Praktisi IT, Dosen dan Bisnis Analis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *