Cara menghilangkan muka jutek

Mengapa seseorang bisa memiliki muka jutek?

resting bitch face

Para peneliti menduga bahwa faktor genetik dan lingkungan berpengaruh pada pembentukan ekspresi wajah seseorang yang dianggap jutek atau judes.

Selama ini, muka jutek identik dengan kaum wanita. Sebagian kalangan meyakini bahwa jumlah wanita berwajah jutek lebih banyak daripada pria, padahal faktanya tidak selalu begitu.

Studi tersebut juga menjelaskan anggapan wajah judes pada wanita dibentuk dari norma sosial yang menuntut wanita selalu tersenyum, bahagia, dan ramah pada orang lain.

Jadi, saat wanita tidak tersenyum atau tidak menunjukkan ekspresi wajah yang menyenangkan, orang tersebut akan lebih cepat dicap jutek alias tidak ramah.

Sementara itu, pria tidak terlalu dituntut untuk menebar senyum. Umumnya, saat seorang pria menunjukkan ekspresi datar atau agak menghina, tak ada yang mempermasalahkannya.

Pada akhirnya, studi ini menyimpulkan bahwa muka jutek berasal dari cap masyarakat terhadap karakteristik atau ciri khas pada bentuk wajah seseorang.

Jadi orang yang dicap punya muka jutek belum tentu menunjukkan ekspresi kesal atau marah.

Namun, hanya orang lain yang mengartikan bentuk wajah pada orang tersebut seolah sedang menunjukkan emosi negatif, padahal tidak.

Liputan6.com, Jakarta – Banyak kalangan, terutama wanita sering dicap memiliki wajah jutek atau judes. Mereka lebih menunjukkan ekspresi yang datar, tampak bosan, atau pemarah sehingga sering dianggap tidak ramah. Lalu, mengapa seseorang bisa memiliki muka yang jutek?

Sebuah studi berjudul Throwing Shade: The Science of Resting Bitch Face (2015) menjelaskan bahwa fenomena wajah jutek atau resting bitch face merupakan hal yang nyata.

Penelitian ini dilakukan Abbe Macbeth dan Jason Rogers dari Noldus Information Technology, yaitu sebuah perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak bernama FaceReader.

Perangkat lunak ini dapat membaca ekspresi manusia. Dalam studi ini, para peneliti berusaha untuk menganalisis wajah para selebritas Hollywood, Amerika Serikat.

Hasilnya, peneliti menemukan rata-rata ekspresi wajah manusia terdiri dari 97 persen ekspresi wajah netral dan 3 persen sisanya menunjukkan emosi kecil, seperti sedih, senang, atau marah.

Namun, orang yang berwajah jutek tingkat emosinya naik hingga 6 persen atau dua kali lipat. Melalui hasil pemindaian foto, sebagian besar emosi yang diekspresikan orang dengan muka judes ialah ekspresi menghina atau meremehkan.

Artikel tentang intip lima tips agar wajahmu tidak terlihat jutek menjadi yang terpopuler di kanal Citizen6-Liputan6.com. Disusul dengan artikel tentang jadwal liga Spanyol 2022/2023 pekan 12: Valencia Vs Barcelona dan Real Madrid jamu Girona.

Sementara itu artikel ketiga terpopuler tentang lima letak cincin di setiap jari punya makna berbeda.

Berikut Top 3 Citizen6:

1. Hai Ladies! Intip 5 Tips Agar Wajahmu Tidak Terlihat Jutek

INDOZONE.ID – Mungkin kamu pernah mendengar seseorang menilai sifat orang lain hanya dengan melihat wajahnya saja. Padahal ia belum pernah berbicara dengan orang tersebut atau bahkan tidak mengenalnya sama sekali. Tak dapat dipungkiri, hal ini adalah kejadian yang sering terjadi di sekitar kita dan dianggap sebagai hal yang wajar.

Jika kamu dinilai baik karena memiliki wajah yang ramah, tentu ini tak akan jadi masalah untukmu. Namun, bagaimana jika kamu dinilai buruk hanya karena berwajah jutek atau antagonis? Para pemilik wajah jutek seringkali harus berusaha lebih keras agar bisa terlihat ramah saat berinteraksi dengan orang lain. Saran yang paling sering mereka dengar adalah ‘upayakan untuk selalu tersenyum’.

Tapi, meski telah mencoba untuk tersenyum, pemilik wajah jutek tetap saja meninggalkan kesan tak ramah bagi orang lain. Nah, berikut ini adalah tips yang bisa membantumu menghilangkan cap wajah jutek. Apa saja?

1. Sapa orang lain lebih dulu

Saat berpapasan atau bertemu dengan orang lain, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyapa orang tersebut. Setelah ia meresponsmu, coba untuk tersenyum dan jangan lupa untuk melakukan kontak mata padanya. Hal ini dilakukan agar ia merasa kamu adalah orang yang terbuka dan mudah bergaul.

2. Coba untuk mengingat nama orang-orang yang kamu temui

Meski memiliki wajah jutek, kamu tidak akan dijauhi oleh orang lain jika kamu bisa menghapus tembok penghalang diantara kalian. Caranya adalah dengan mengingat nama orang-orang yang pernah berinteraksi denganmu, sehingga mereka akan melupakan kesan wajah jutek milikmu karena merasa lebih dihargai.

3. Manfaatkan bahasa tubuh saat ngobrol

Bahasa tubuh memiliki pengaruh cukup besar dalam kemampuan komunikasi. Saat ngobrol, usahakan untuk selalu rileks agar lawan bicara bisa tetap merasa nyaman. Selain itu, posisi badan yang menghadap lawan bicara juga berpengaruh untuk membuatnya merasa didengarkan dengan sangat baik olehmu. Kemampuan ini bisa kamu peroleh dengan latihan secara terus menerus.

4. Hindari berbicara selayaknya orang jutek

Agar bisa menghindari kesan jutek, kamu harus berbicara dengan nada bicara yang ramah. Jangan pernah gunakan nada bicara yang datar atau tinggi. Tentu kamu tak ingin membiarkan lawan bicaramu kabur, bukan? Coba dengarkan lawan bicaramu dengan baik dan hindari menjawab secara singkat, padat, dan jelas. Tak ada salahnya sedikit basa-basi agar terlihat lebih ramah.

Semoga bermanfaat!

Muslimahdaily - Si muka jutek, julukan ini mungkin banyak diterima oleh beberapa orang, khususnya wanita. Bagi mereka yang memiliki muka jutek, pasti komentar mengenai dirinya yang terlihat kurang ramah, cuek galak bahkan sinis pasti sudah biasa. Lalu apa alasan di balik itu semua?

Resting bitch face (RBF) alias si muka jutek ternyata memang benar keberadaannya. Fenomena ini telah diteliti oleh beberapa peneliti dari Amerika. Abbe Macbeth dan Jason Rogers dari Noldus Information Technology, yaitu sebuah perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak untuk menganalisis wajah para selebriti Hollywood, Amerika Serikat.

Penelitian ini dilakukan menggunakan perangkat lunak FaceReader, ia mampu membaca ekspresi manusia. Alat ini bekerja dengan cara menganalisis lebih dari 500 titik di wajah untuk mendeteksi emosi dasar manusia, yaitu sedih, marah, kaget, takut, bahagia, jijik, netral dan menghina.

Fakta yang terbukti adalah bahwa rata-rata ekspresi wajah manusia terdiri dari 97 persen ekspresi wajah netral dan 3 persennya menunjukan emosi kecil seperti kesedihan, kebahagiaan dan kemarahan. Ekspresi menghina dan meremehkan merupakan salah satu ekspresi yang ditunjukkan oleh orang berwajah jutek. Ditandai dengan isyarat kecil seperti menyipitkan mata atau menarik salah satu sudut bibir yang dianggap sebagai bentuk dari ekspresi menghina. Ekspresi menghina sendiri diartikan sebagai perasaan bahwa ada sesuatu yang patut dicemooh.

Maka pada akhirnya kesan jutek itu dihasilkan oleh fisiologi atau bentuk wajah. Jadi tak heran kalau orang yang dicap jutek memiliki ciri-ciri mata sayu, sudut bibir yang melengkung ke bawah, atau alis yang agak turun ke arah dalam hidung.

Lalu apa yang harus dilakukan jika kamu adalah salah satu orang yang memiliki wajah jutek?

Pertama, kamu harus menenangkan dirimu jika ada yang mencap kamu sebagai “si wajah jutek”. Tanamkan pada diri bahwa hal ini bukanlah suatu masalah yang besar.

Kedua, cobalah untuk tersenyum ketika bertemu dengan orang lain. Terutama orang yang kamu kenal. Hal ini mungkin sedikit sulit bagi kamu yang tidak terbiasa. Tapi percayalah, bahkan senyum yang samar pun dapat membahagiakan orang lain.

Ketiga, latihan tersenyum di depan kaca. Kamu bisa mencobanya setiap hari. Cobalah untuk bercermin sambil tersenyum, masukanlah kata-kata positif dalam dirimu. Bahwa kamu cantik jika tersenyum.

Keempat, atur nafas. Ekspresi wajah yang tidak terkontrol atau jutek terkadang muncul ketika kita dalam keadaan panik dan resah. Cobalah untuk tenang dan mengatur nafas, semua akan baik-baik saja. Lengkungkan senyum manis di wajahmu, maka senyum akan mengubah segalanya kamu akan lebih tenang.

Selamat mencoba, semoga berhasil!

Ekspresi wajah kita datar tapi punya kesan yang kuat tersendiri. Ke mana pun kita pergi kita tidak kesulitan untuk menjaga ekspresi wajah tetap sama dalam waktu lama. Hal ini pun bisa mengarah pada pembawaan kita sehari-hari. Kita tidak perlu repot-repot menjadi orang lain. Tidak perlu pusing dengan pendapat orang lain yang mungkin berkata kita jarang tersenyum atau terlalu kaku. Sebab itulah diri kita apa adanya. Kita tak lagi pusing untuk memaksa diri menampilkan ekspresi yang tidak tulus.

Lebih Lihai dalam Berkomunikasi

Melansir psychologytoday.com, psikolog Albert Mehrabian dari University of California, Los Angeles melakukan penelitian yang terkenal pada tahun 1960an yang menemukan bahwa dalam menafsirkan pesan yang disampaikan seseorang dalam berkomunikasi umumnya sangat bergantung pada hal-hal nonverbal, seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan nada suara. Perempuan yang sering dicap negatif karena wajah bawaaan yang judes atau jarang tersenyum harus cepat belajar cara berkomunikasi yang baik. Perlu lebih peka dan lebih berusaha keras untuk menyampaikan pesan atau hal-hal yang disampaikan tanpa banyak bergantung pada pengaturan ekspresi wajahnya. Hal ini kemudian seiring waktu berjalan bisa membuat seorang perempuan menjadi lebih baik dalam berkomunikasi.

Coba ingat lagi sudah berapa kali atau seberapa sering orang salah paham dengan ekspresi wajahmu? Dan sudah berapa kali kamu menjelaskan bahwa wajahmu itu memang bawaan sejak lahir. Bukannya tidak mau tersenyum tapi memang ketika sedang diam tampak jutek. Ekspresi wajah yang mungkin di mata orang lain dianggap judes pun sebenarnya adalah ekspresi wajahmu yang datar. Berulang kali menyampaikan hal ini pada orang lain untuk bisa dipahami bisa membangun rasa percaya diri sendiri pada dirimu.

Tentu saja semua kembali kepada diri kita masing-masing. Memang tidak nyaman rasanya saat sering dipandang negatif karena ekspresi wajah kita yang sering dianggap tidak ramah. Jika kita bisa menerima diri kita apa adanya dan tidak terlalu pusing dengan omongan negatif orang lain, maka kita bisa menjadi perempuan yang lebih percaya diri. Yang penting kita tetap bisa menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya, memberi banyak manfaat, tidak merugikan orang lain, dan senantiasa jujur dalam melakukan segala sesuatu. 

Jakarta – Pernah nggak sih kamu dikira

Sabar ya, mungkin kamu memiliki wajah yang tergolong dalam kategori ‘resting bitch face’ yaitu ekspresi wajah yang tanpa disengaja seperti menunjukkan emosi marah, terganggu, atau kesal padahal lagi merasa rileks atau tidak mengalami ekspresi yang khusus.

Dilansir The Washington Post, peneliti membuat Noldus’s FaceReader, sebuah alat yang bisa mengidentifikasi ekspresi spesifik berdasarkan katalog dari 10 ribu lebih wajah berbeda. Perangkat lunak ini bisa mengamati wajah melalui live camera, foto, atau klip video, dan menganalisis gambar tersebut berdasarkan delapan emosi dasar manusia. Emosi tersebut yakni senang, sedih, marah, takut, terkejut, jijik, menghina, atau netral.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hmm memangnya ekspresi wajah yang terkesan ‘menghina’ seperti apa sih?

“Satu sisi bibir sedikit ditarik ke belakang, mata sedikit menyipit,” Rogers menjelaskan.

“Ada pengencangan di sekitar mata, dan sudut bibir terangkat sedikit — tetapi tidak tersenyum,” tambah Macbeth.

Sebenarnya apa yang diinterpretasikan pada perangkat lunak pendeteksi ini sama saja sih dengan otak manusia. Tapi ada yang berbeda, perangkat lunak ini bisa menghilangkan bias gender antara pria dan wanita dengan memberikan hitungan yang sama tanpa terpengaruh norma-norma sosial di mana biasanya wanita dituntut lebih banyak tersenyum dari pada pria.

Kamu pernah mengalami hal yang sama tidak? Coba bagikan pengalamanmu di kolom komentar.

(ask/kna)

– Pernah nggak sih kamu dikira jutek oleh orang-orang yang mungkin saja baru kamu temui? Sudah sebiasa mungkin tapi tetap saja keluar omongan ‘ih sombong banget sih dia!’ dari orang-orang yang tiba-tiba saja melirik sinis ke arahmu.Sabar ya, mungkin kamu memiliki wajah yang tergolong dalam kategori ‘resting bitch face’ yaitu ekspresi wajah yang tanpa disengaja seperti menunjukkan emosi marah, terganggu, atau kesal padahal lagi merasa rileks atau tidak mengalami ekspresi yang khusus.Dilansir The Washington Post, peneliti membuat Noldus’s FaceReader, sebuah alat yang bisa mengidentifikasi ekspresi spesifik berdasarkan katalog dari 10 ribu lebih wajah berbeda. Perangkat lunak ini bisa mengamati wajah melalui live camera, foto, atau klip video, dan menganalisis gambar tersebut berdasarkan delapan emosi dasar manusia. Emosi tersebut yakni senang, sedih, marah, takut, terkejut, jijik, menghina, atau netral.Jason Rogers dan Abbe Macbeth yang merupakan peneliti dari projek ini pun mencoba memproses foto Kanye West, Kristen Stewart dan Ratu Elizabeth dalam perangkat lunak itu. Tiba-tiba saja, emosi yang menunjukkan ekspresi ‘menghina’ naik menjadi dua kali lipat.Hmm memangnya ekspresi wajah yang terkesan ‘menghina’ seperti apa sih?”Satu sisi bibir sedikit ditarik ke belakang, mata sedikit menyipit,” Rogers menjelaskan.”Ada pengencangan di sekitar mata, dan sudut bibir terangkat sedikit — tetapi tidak tersenyum,” tambah Macbeth.Sebenarnya apa yang diinterpretasikan pada perangkat lunak pendeteksi ini sama saja sih dengan otak manusia. Tapi ada yang berbeda, perangkat lunak ini bisa menghilangkan bias gender antara pria dan wanita dengan memberikan hitungan yang sama tanpa terpengaruh norma-norma sosial di mana biasanya wanita dituntut lebih banyak tersenyum dari pada pria.Kamu pernah mengalami hal yang sama tidak? Coba bagikan pengalamanmu di kolom komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *