Cara mengembalikan file yang terkena virus screensaver


Gambaran Umum Tentang Ransomware 

Virus ransomware merupakan jenis virus komputer baru tingkat lanjut yang umumnya menyebar dalam bentuk email, program Trojans, dan halaman web. Virus ini sangat mengerikan dan berbahaya. Ransomeware menggunakan berbagai algoritma enkripsi untuk menginfeksi, menghapus, dan mengenkripsi file.

Ransomware bertransmisi dalam tiga cara utama: yaitu melalui kerentanan, email, dan iklan. Setelah komputer Anda dan perangkat penyimpanan lainnya terinfeksi oleh virus ransomware, seperti Locky, Zcrypt, CryptoLocker, CryptWall, TorrentLocker, dan lain sebagainya, Anda tidak dapat mengakses file atau sistem yang terinfeksi hingga Anda membayar sejumlah uang sebagai tebusan.

Kami menyarankan Anda untuk tidak membayar. Selain itu, meskipun Anda telah melakukan pembayaran, data Anda mungkin tidak akan utuh seperti sebelumnya, dan Anda mungkin menghadapi risiko data yang lebih besar. Karenanya, setelah terinfeksi, Anda dapat mencoba beberapa cara untuk memulihkan file yang dienkripsi ransomware dengan cepat. Di bagian berikut ini, kami akan menunjukkan beberapa metode praktis untuk memulihkan data.

Cara Memulihkan File yang Dienkripsi dan Dihapus Ransomware

Ada banyak solusi untuk memulihkan file yang dienkripsi akibat serangan ransomware. Kami telah memilih beberapa pendekatan yang mudah diterapkan untuk Anda. Simak untuk melihat detailnya.

Metode 1. Gunakan Perangkat Lunak Pemulihan Data Serangan Virus Profesional

Sebelum pemulihan data, Anda dapat melihat alur kerja dari sebagian besar ransomware.

Seperti yang dapat Anda lihat dari grafik, file enkripsi yang dibuat oleh ransomware bukanlah file asli tetapi hanya salinan. File asli tidak dienkripsi secara langsung tetapi dihapus oleh virus. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan alat pemulihan data untuk memulihkan file sumber yang dihapus. Selama perangkat lunak pemulihan data menemukan file sumber yang dihapus, maka pemulihan data akan sangat memungkinkan.

Coba gunakan EaseUS Data Recovery Wizard sebagai upaya pertama. Perangkat lunak pemulihan file terkemuka ini mampu memulihkan file yang terinfeksi oleh virus Locky, seperti CryptoLocker dan virus ransomware lainnya.

按钮标记1

Ransomware sendiri terus berubah. Beberapa virus baru atau bahkan virus yang lebih canggih, mungkin bekerja dengan cara yang berbeda dari yang ditunjukkan di atas. Beberapa virus mungkin tidak menghapus file sumber sehingga perangkat lunak pemulihan data tidak akan membantu. Namun, kami tetap menganjurkan agar Anda menggunakan alat pemulihan file untuk mengambil data segera setelah terinfeksi. Meskipun tidak dapat memastikan tentang jenis virusnya, kita harus mengupayakan pemulihan data tepat waktu dengan semua cara yang tersedia.

Metode 2. Memulihkan Data dari Pencadangan Sistem

Jika program pemulihan data tidak berhasil, dan Anda kebetulan sudah membuat cadangan sistem, maka Anda dapat mencoba memulihkan file yang terinfeksi virus dengan menggunakan cadangan Windows. Anda dapat memulihkan data dari skenario yang lebih buruk sekalipun dengan cara ini. Oleh karena itu, mengatur Cadangan Windows Otomatis adalah cara yang sangat berguna untuk mencegah kehilangan data.

Buka Control Panel, klik “System and Security” > “Backup and Restore” > “Restore files from backup”. Pada layar Backup and Restore, klik “Restore my files” dan ikuti wizard untuk memulihkan file Anda

Metode 3. Memulihkan Data Melalui Versi Sebelumnya

Versi file sebelumnya juga dapat membantu Anda memulihkan file yang dienkripsi oleh ransomware.

1. Buka direktori tempat data disimpan. Klik kanan file tersebut, lalu pilih “Properties”.

2. Klik tab “Previous Versions” atau “Versi Sebelumnya” saat jendela Properties terbuka.

Catatan: Jika Anda tidak menemukan tab Versi Sebelumnya, Anda perlu menginstal client. Anda dapat menghubungi tim layanan support Anda untuk dapat menginstal client yang benar.

3. Daftar snapshot yang tersedia untuk file akan muncul. Pilih snapshot yang mewakili versi terakhir dan terbaik dari file tersebut.

4. Klik “View” dan verifikasi apakah versi file sudah benar. Setelah Anda menemukan file yang tepat, lakukan salah satu dari langkah berikut ini:

  • View: Lihat file yang dipulihkan secara langsung dan kemudian simpan dengan mengklik “File”> “Save As”.
  • Copy: Buat salinan file yang dipulihkan di direktori yang sama dengan file asli. Sekarang, Anda memiliki kedua salinan file.
  • Restore: Cara ini akan mengembalikan file yang dipulihkan, dan akan menggantikan file yang sudah ada sebelumnya.

Penting: Memulihkan file akan menimpa salinan yang ada saat ini. Setiap data yang disimpan dalam salinan ini akan ditimpa oleh file yang lebih lama.

Kesimpulan

Ransomware dapat menyerang personal individu atau pun institusi seperti perusahaan. Untuk meminimalkan kerugian, Anda harus langsung bertindak dan menggunakan metode efektif untuk mendapatkan kembali file. Anda dapat mencoba salah satu metode di atas untuk memulihkan file yang dienkripsi ransomware. Namun sayangnya, sebagian besar pengguna tidak mengaktifkan fitur cadangan file atau sistem di komputer mereka. Jadi, Anda perlu menggunakan program pemulihan data, seperti EaseUS Data Recovery Wizard, untuk memulihkan file. Sebagai salah satu produk pemulihan data terkemuka, perangkat lunak ini dikenal mumpuni untuk pemulihan data yang dihapus, pemulihan dari serangan virus, pemulihan dari pemformatan, pemulihan data dari recycle bin yang dikosongkan, pemulihan partisi yang hilang, dan masih banyak lagi. Program pemulihan ini juga memberi Anda versi gratis untuk trial atau masa percobaan. Selamat mencoba, dan EaseUS tidak akan mengecewakan Anda.

Cara Mencegah Serangan Virus Secara Efektif

Mencegah memang lebih mudah daripada menyelamatkan. Anda dapat mencoba tips berikut untuk melindungi komputer Anda dari infeksi virus.

  • Jangan buka lampiran email atau tautan yang dikirim oleh pengirim yang tidak dikenal.
  • Instal dan aktifkan perangkat lunak anti-virus di komputer Anda. Selain itu, ingatlah untuk meng-upgradenya kapan saja.
  • Gunakan perangkat lunak yang diperlukan untuk mengunduh file online, dan jangan klik dua kali untuk membuka file .js, .vbs, dan file sufiks lainnya.
  • Cadangkan data dan file penting di komputer Anda secara teratur. Jika Anda tidak ingin menyalin data secara manual, Anda dapat menggunakan software pencadangan terjadwal profesional untuk mencadangkan data secara otomatis.
  • Laporkan serangan ransomware karena ini termasuk ke dalam cybercrime atau kejahatan di dunia maya.

Cara kerja virus ini sangat sederhana yaitu merubah setiap folder yang ada di komputer atau flashdisk menjadi file applikasi dengan kapasitas yang digandakan menjadi 32 Kb (tertulis di saat kita membuka) dan ketika coba dibersihkan menggunakan antivirus dari salah satu vendor, virus tersebut bisa di hilangkan tetapi effect yang ditimbulkan dari scanning tadi adalah folder-folder yang terserang virus ini menjadi hilang.Sebenarnya folder tersebut tidak hilang namun disembunyikan saja. Dan folder yang hilang tersebut dapat kita kembalikan dengan menggukan perintah attrib pada command prompt. Cara sangat sederhana sekali namun sebelum mengupas bagaimana mengembalikan Folder yang hilang tersebut akan kita kupas sedikit tentang attribute ini.Untuk melihat Properties attribute dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
1. Melalui Windows Prompt
2. Melalui Comand Prompt
Command attribute bekerja pada DOS command prompt, memiliki beberapa fungsi salah satunya adalah untuk menset attribute dari suatu file apakah file tersebut akan diberi attribute :
– read-only file attribute
– Archive file attribute
– System File Attibut
– Hidden File Attribut
Untuk mengembalikan Folder yang hilang tersebut menggunakan cara yang kedua yaitu melalui command prompt.adapun caranya sebagai berikut : klik start run kemudian ketikan Cmd ( Comand Prompt ) setelah masuk pada jendela Comand Prompt Nah inilah bagian yang terpenting dari pembahasan kita kali ini, pada command
prompt ini kita ketikkan attrib /? Untuk mengetahui beberapa perintah pada properties attribute melalui command prompt.selanjutnya pada pompt tersebut akan muncul sederatan kalimat yang menjelaskan
tentang attribute seperti :
– tanda (+) untuk sets an attribute
– tanda (– ) untuk Clears an attribute
– huruf R untuk read-only file attributes
– huruf A untuk Archive file attribute
– huruf S untuk System file attribute
– huruf H untuk Hidden file attribute
– /S untuk proses penyamaan file di dalam folder sebelumnya dan semua subfolder yang ada di komputer.
– /D untuk proses yang akan dilakukan terhadap folder itu sendiri
Kembali kepada Folder yang hilang tersebut maka perintah yang kita ketikkan pada command prompt ini adalah : (ketikkan perintah ini pada Drive C:> atau D:> atau dimana ada Folder yang hilang).
attrib –s –h *.* /S /D Selanjutnya refresh komputer atau semua drive yang ada di komputer kita, hasilnya adalah BAM !!!, folder yang hilang tersebut muncul kembali. Jadi sekarang kita tidak perlu khawatir lagi dengan folder yang hilang karena terserang virus .scr.

RajaTips.com ~ Hallo sobat Raja Tips Indonesia dimanapun Anda berada. Pada kesempatan ini saya akan berbagi pengalaman dan penjelasan tentang cara mengembalikan file yang hilang karena virus di laptop maupun PC.

Hal seperti ini sering terjadi di flashdisk maupun harddisk komputer dan menyebabkan data-data penting hilang seketika tanpa jejak.

Sebenarnya file yang kalian cari tadi tidaklah hilang ataupun terhapus, melainkan hanya disembunyikan saja oleh virus tersebut.

Virus yang saya maksud disini bukan virus flu burung atau virus difteri yah, tapi virus komputer… Hehe…

Virus komputer punya visi dan misi tersendiri (efek samping yang berbeda-beda), dan pada kasus ini virus tersebut punya misi menyembunyikan file yang ada di dalam flashdisk maupun harddisk kalian, Jadi file masih ada alias tidak terhapus.

So, ketika kalian mengalami hal seperti ini tidak usah khawatir, lakukan saja langkah-langkah seperti yang admin tulis disini.

Cara Jitu Mengembalikan File Yang Terhapus Permanen (PC)

Pada kejadian yang saya alami, data di flashdisk tiba-tiba hilang tapi kapasitas ada (nggak ada file-nya tapi kapasitas terpakai).

Perlu kalian ketahui, file yang ada di dalam flashdisk tadi telah diubah menjadi file sistem sehingga kita tidak bisa mengakses seperti pada normalnya.

Biasanya flashdisk akan kosong tidak ada file apapun, atau biasanya yang ada di dalam flashdisk hanyalah shortcut dan terkadang tidak bisa diakses, contohnya ada di gambar di bawah ini :

Missing FilesMissing FilesMissing Files

Nah kalian bisa lihat bahwa isi flashdisk hanyalah shortcut yang berukuran 1 KB dan bila dibuka akan muncul pesan error “There was a problem starting ………….. the specified module could not be found“.

There Was A Problem StartingThere Was A Problem StartingThere Was A Problem Starting

Mengapa bisa demikian? Karena kita sering colok – colok flashdisk ke sembarang komputer, apalagi di warnet, ya kena juga akhirnya.

Kita bisa melihat bahwa ukuran file yang ada di flashdisk HANBIN pada gambar diatas hanya 1 KB.

Bayangkan isi yang sebenarnya sampai 3 GB, masa ketika flashdisk dibuka isinya cuma satu file dan hanya 1 KB? Hayoooo…

Disk UsageDisk UsageDisk Usage

Maka dari situ saja kita sudah bisa mencurigai, kemana larinya file tersebut? Nah untuk menampilkannya lakukan seperti cara dibawah ini.

Cara Mengembalikan File Yang Hilang Karena Virus

1. Melalui File Explorer

  • Buka File Explorer, pada panel atas klik View lalu pilih Options (jika kalian memakai Windows 7 maka klik Organize lalu Folder And Search Options)

OptionsOptionsOptions

  • Masuk ke tab View

View MenuView MenuView Menu

  • Nah pada tahap ini pertama yang dilakukan adalah memilih Show hidden files, folders, and drives dan ke-dua hilangkan ceklist pada Hide protected operating system files (Recomended)

Pada saat menghilangkan ceklist ini pasti akan muncul peringatan, klik saja Yes

Folder OptionsFolder OptionsFolder Options

  • Klik Apply lalu Ok dan setelah itu klik Close (x)
  • Cek kembali flashdisk anda. Apakah terdapat ikon drive yang tidak ada nama/keterangannya, Jika ada buka drive tersebut

Real DiskReal DiskReal Disk

  • Dan Taraaaaa, semua file yang ada di flashdisk telah muncul kembali

File Is Still IntactFile Is Still IntactFile Is Still Intact

Agar aman, segera backup file tersebut ke media lain & format flashdisk/harddisk-nya. Jika sudah, kembalikan lagi file kedalamnya

Apa Itu Ransomware Wannacry, Efek & 7 Cara Mencegahnya

2. Melalui Command Prompt

  • Buka Run dengan cara menekan tombol keyboard Windows+R lalu ketik cmd lalu Enter

RunRunRun

  • Masuk ke drive flashdisk kalian. Jika path flashdisk kalian ada di F:/, maka ketik pada command prompt F:” dan tekan Enter (lihat ket. Gambar 1)
  • Selanjutnya ketik attrib -h -s . /S /D dan tekan Enter lagi (lihat ket. Gambar 2)

Command PromptCommand PromptCommand Prompt

  • Dan taraaaa, semua isi file dan folder yang ada di flashdisk telah muncul kembali. Dan seperti sebelumnya, jangan lupa backup ke tempat lain agar aman

10 Jenis File Yang Mudah & Sering Terkena Virus

Demikianlah 2 cara mengembalikan file yang hilang karena virus di laptop maupun PC.

Semoga bermanfaat, selamat mencoba dan semoga berhasil, selalu iringi usaha dengan doa.

Klik tombol share untuk mendapatkan pahala gratis 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *