Cara membengkokkan sendok dengan tenaga dalam

Walaupun masih identik dengan sihir dan kekuatan mistis lainnya, sulap hingga kini masih menjadi salah satu pertunjukan yang menarik untuk disaksikan. Bagaimana tidak, dengan segala keajaiban yang dimilikinya, pertunjukkan sulap bisa membuat para penontonnya heran dan penasaran dengan rahasia di baliknya.

Sebenarnya, sulap merupakan suatu gabungan dari berbagai seni, dari mulai seni tari, musik, dan kelincahan tangan dengan menggabungkan beberapa disiplin ilmu, seperti fisika, psikologi, biologi dan disiplin ilmu lainnya. Dengan penggabungan seperti itu, anda pun bisa menggunakan teknik sulap sebagai media hiburan.

Berikut merupakan teknik sulap sederhana yang bisa anda tunjukkan untuk menghibur si kecil.

Bending Spoon

Trik Bending Spoon atau membengkokkan sendok sangat populer di kalangan para pesulap. Nah, sebenarnya, triknya sendiri sangat mudah lho Dads, anda tidak membutuhkan tenaga dalam, yang anda butuhkan di sini adalah, kecepatan tangan dan satu sendok untuk dikorbankan.

  • Pertama, siapkan satu sendok untuk dikorbankan. Sendok ini nantinya akan kita potong menjadi dua bagian.
  • Letakkan sendok tersebut ditelapak tangan kamu dengan santai.
  • Setelah itu, siapkan 1 sendok lainnya yang masih utuh untuk meyakinkan si kecil dan teman-temannya saja. Setelah itu, letakkan sendok tersebut dengan posisi menyilang diantara jari telunjuk dan jari tengah.
  • Jangan lupa anda harus memastikan jika posisi kepala sendok tersebut berada di punggung jari tengah dan jari manis agar penonton tidak melihat.
  • Setelah itu, ganti sendok baru tadi dengan sendok yang tadi sudah dipotong atau dibengkokkan. Buatlah gerakan seolah anda membengkokkan sendok tersebut.
  • Ketika akan membuat sendiri lurus kembali, gantikan sendok bengkok atau terpotong tadi dengan sendok baru yang pertama. Di sini kecepatan tangan anda dibutuhkan!

Sebagai catatan, ketika melakukan trik ini si kecil dan teman-temannya hanya boleh melihat bagian telapak tangan, jangan sampai mereka melihat bagian punggung tangan anda demi melindungi trik ini agar tidak terbongkar.

Selain trik Bending Spoon, sebenarnya masih banyak trik sulap sederhana lainnya, seperti koin yang menembus gelas, membuat kertas jadi uang dan lainnya. Intinya, teknik sulap tidak ada unsur mistisnya, semuanya bisa dipelajari. Selamat mencoba Dads!

JAKARTA – Creativepreneur Event Creator bersama Duta Bangsa, menghadirkan sebuah workshop yang diperuntukan bagi para CEO dan anak muda. Bertajuk CEO Club, acara yang digelar selama dua hari, yakni 7-8 September 2019, di Kantorkuu Co Working Space, Kuningan, Jakarta Selatan, telah diisi oleh 11 mentor yang sangat berpengalaman pada bidangnya, salah satunya ialah Deddy Corbuzier.

Deddy Corbuzier menceritakan kenangannya saat pertama kali tampil di RCTI. Dirinya masih muda sengaja tampil dewasa agar dipercaya memiliki kemampuan sebagai pesulap.

Baca Juga:

Kritik Deddy Corbuzier untuk Generasi Milenial

Rahasia Deddy Corbuzier Bertahan 30 Tahun di Dunia Hiburan

Deddy Corbuzier


Hingga akhirnya dirinya memiliki program sendiri, dan memviralkan sulap di layar kaca. Ia bahkan masih ingat bahwa sulap membengkokkan sendok dianggap cukup keren pada masanya.

“Suatu saat mau masuk TV karena menurut saya menarik sekali. TV yang pertama kali saya datangi adalah RCTI di tahun 1997. Saat itu gue memainkan sesuatu yang berbeda dan permainan sulap itu bisa connect ke penonton dirumah,” katanya.

“Akhirnya adanya fenomena bengkokin sendok. Dari semua orang yang ada di rumah mereka pegang tangannya ke layar kaca TV dan teriak ‘Bengkok’. Goblok semuanya..,” tutur Deddy Corbuzier.

Baca Juga: Parents Wajib Tahu! Pasang WiFi di Rumah jadi Bikin Hemat dan Gak Khawatir Kehabisan Kuota

Follow Berita Okezone di Google News

Saat melihat bahwa fenomena sendok bengkok cukup ramai dibicarakan, bahkan ribuan masyarakat mengaku bahwa mereka mampu melakukan teknik tersebut atas perintah Deddy dari televisi, mantan istri Kalina Ocktarany ini mengaku bingung. Bahkan ia dapat memastikan bahwa orang-orang tersebut berbohong demi terlihat spesial.

“Dan semua yang di rumah bilang, ‘sendok saya bengkok’, sampai saat ini saya enggak tahu gimana caranya yang di rumah bisa bengkok. Fenomena bengkokin sendok ini menjadi luar biasa karena semua mengaku sendoknya bengkok. Padahal, ketika saya bilang sendok semua sendok yang kalian bilang bengkok, itu enggak mungkin. Tapi pada saat itu ada ribuan bahkan puluhan ribu orang mengatakan sendok mereka bengkok. Kenapa? Karena manusia senang untuk berbohong pada temenannya agar menjadi spesial,” jelas Deddy.

Baca Juga:

Pamer Pakaian Dalam, Clara Duo Semangka: Ukurannya Gede Banget

Denny Darko Ungkap Pesan dari Saudara Raffi Ahmad yang Sudah Meninggal

 Menjadi Mualaf, Deddy Corbuzier Ucapkan Alhamdulillah


Pada kesempatan tersebut, pesulap sekaligus pembawa acara talkshow ini membagikan pengalamannya mengenai cara melakukan branding pada diri sendiri. Bahkan ia mengungkap alasannya tampil dengan rambut botak pelontos, padahal sebelumnya ia mengenalkan diri sebagai mentalist dengan penampilan serba hitam.

“Kita mau bicara tentang personal branding, betapa pentingnya itu. Sebelumnya gue cerita dulu tentang saya, kenapa saya botak? Dulu saya enggak botak, saya rambutnya kayak McDonalds, mata saya hitam, jas hitam, pokoknya kemana-kemana seperti itu. Ke acara TV, ke mal juga seperti itu. Karena saya pengin orang yang melihat saya di TV, kalau ketemu di jalanan bentuknya sama,” ungkap Deddy Corbuzier.

“Kenapa saya tiba-tiba ingin botak? Karena setiap kali saya di lift dan pintunya terbuka, itu kalau aa ibu-ibu mau masuk, terus lihat saya, semua teriak Ya Tuhan. Jadi kalau saya tidak botak, maka orang-orang mengira saya Tuhan,” sambungnya.

Bukan hanya menceritakan soal gaya rambut, Deddy Corbuzier juga mengungkapkan asal mula dirinya bisa dikenal sebagai pesulap. Bahkan ia mengungkap bahwa honor pertama yang diterima dari pekerjaannya sebagai pesulap di Hotel Indonesia, hanya sebesar Rp150 ribu.

Sebelumnya

1

3

Selanjutnya

Perang Dingin telah menjadikan Amerika dan Uni Soviet mengembangkan berbagai senjata. Dari yang paling menghancurkan seperti nuklir hingga cara tidak rasional seperti menggunakan cara-cara supranatural.

Ketika CIA merilis sekitar 12 juta dokumen pada Januari 2017 lalu, salah satu yang menarik adalah bagaimana badan ini melakukan penelitian untuk menggunakan kekuatan supranatural untuk melawan Soviet.

Program ini dimulai  pada tahun 1970-an karena didorong adanya laporan Uni Soviet telah mulai melakukan penelitian tentang kekuatan psikis. CIA   Scanate and the U.S. Army’s Stargate project kemudian mengeksplorasi kemungkinan menggunakan kekuatan batin sebagai alat di medan perang.

Yang paling terkenal adalah “the men who stare at goats” atau “orang yang menatap kambing,”  di mana  tentara Angkatan Darat  diklaim mampu membunuh binatang dengan pikiran mereka.

CIA juga mempelajari “remote viewing,” atau kemampuan  psikis untuk melihat benda pada jarak yang sangat jauh. Uri Geller, mentalis Israel terkenal  mengaku membengkokkan sendok dengan pikirannya, bahkan meyakinkan CIA bahwa kekuatannya adalah nyata.

Banyak orang Amerika   langsung menolak ide-ide ini dan melihat sebagai kegilaan atau penipuan. Tapi dipicu oleh klaim bahwa paranormal telah divisualisasikan kapal selam Soviet dan  rudal Scud, Kongres mendanai penelitian paranormal ini  sampai tahun 1995, ketika sebuah studi CIA yang ditugaskan menemukan cara ini.

Penelitian dilakukan dalam laboratorium rahasia. Tetapi penelitian gagal menemuka bukti dari semua hal yang terkait dengan supranatural hingga kemudian akhirnya proyek itu dibatalkan.

Adapun Uri Geller, ia terkenal ketika tampil di acara Johnny Carson Tonight Show pada tahun 1973, ketika Carson menantangnya untuk membengkokkan sendok di TV. Sesuatu yang Dedy Cobuzer pun bisa melakukannya.

Anggap saja bahwa kekuatan mental bisa melumpuhkan atau mempengaruhi lawan, tetapi tentu situasi perang tidak semudah yang dibayangkan.

Bisa jadi Anda memang bisa membunuh kambing dengan tatapan mata, tetapi apakah kambing menyerang Anda hingga mengganggu konsentrasi untuk mengerahkan tenaga dalam Anda?

Lagian kalau bisa menembak kambing kenapa harus membunuhnya dengan tatapan mata. Toh sama saja hasilnya yakni pembunuhan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *