Berapa persen keuntungan jual makanan

Daftar Isi

Menjual makanan memang tampak seperti suatu hal yang mudah. Namun untuk mendapatkan keuntungan, Anda perlu memperhitungkannya dengan matang. Oleh karena itu, Anda wajib memahami cara menentukan harga jual makanan yang baik dan benar sebelum memulai bisnis.

Dalam teori bisnis, terdapat 5 metode yang berbeda untuk menentukan harga produk. Namun teori tersebut kurang cocok jika diterapkan untuk bisnis kuliner karena berbagai faktor. Maka dari itu sebaiknya Anda perhatikan penjelasan di bawah ini untuk mengetahui metode yang tepat.

Cara Menentukan Harga Jual Makanan yang Tepat

Sebenarnya tidak ada metode yang saklek dan benar-benar tepat untuk menentukan harga sebuah makanan. Anda tetap memerlukan percobaan dalam menetapkan harga suatu produk dan melihat reaksi konsumen. Perhatikan juga berapa keuntungan yang didapatkan dari penetapan harga tersebut.

Anda dapat mengaplikasikan salah satu cara berikut untuk menentukan harga makanan dari bisnis F&B yang sedang dijalani. Cara-caranya adalah:

1. Menghitung persentase modal makanan

Cara menghitung food cost untuk usaha kuliner Source: Ukirama

Metode pertama ini memperhitungkan seluruh modal untuk pembelian bahan baku kemudian membaginya dengan target persentase modal setiap makanan tersebut. Misalnya 30%, 40%, atau 50%.

Perhitungan ini umumnya dipakai untuk bisnis kuliner yang menjadikan harga makanan sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Jadi, margin antara harga makanan dengan modal harus bisa menutupi semua kebutuhan operasional, termasuk sewa tempat, gaji pegawai, dan lain-lain.

Jadi, sebisa mungkin modal yang diperlukan untuk membuat satu porsi makanan tidak lebih dari 50% harga yang ditentukan. Tujuannya agar seluruh biaya operasional dapat ter-cover. Berikut ini langkah-langkah menentukan harga dengan metode persentase harga modal.

1. Hitung seluruh modal yang Anda perlukan untuk membuat produk makanan. Hitung semua hal yang harus dibeli. Meskipun Anda mendapatkan bahan baku secara gratis (misalnya mengambil dari kebun sendiri), barang tersebut harus tetap dihitung.

2. Nilai modal yang sudah dihitung pada langkah pertama kemudian dibagi dengan target persentase biaya. Misalnya 25%, 35%, atau 50%. Maka Anda akan mendapatkan satu angka yang akan menjadi harga produk makanan.

Masih bingung dengan teori di atas? Jangan khawatir karena di bawah ini akan diberikan contohnya. Misalnya Anda akan membuat sebuah usaha dessert box. 

tabel yang menunjukkan cara menghitung harga jual produk

Baca Juga: Cara dan Contoh Pembukuan Penjualan Bagi Bisnis Kecil

2. Menentukan harga dengan metode titik harga

Metode titik harga atau rentang harga dikhususkan untuk Anda yang memulai bisnis di tengah persaingan ketat. Tentu Anda dituntut untuk memiliki harga kompetitif supaya produk makanan bisa laku. Jika memasang harga lebih tinggi pun, produk milik Anda harus punya value yang lebih.

Berikut empat langkah menentukan harga produk menggunakan metode titik harga.

1. Tentukan target pasar atau jenis konsumen yang Anda incar. Misalnya Anda ingin membuka sebuah tempat makan ayam geprek di dekat kampus. Ciptakan sesuatu yang akan mendorong mahasiswa untuk makan di tempat Anda. Jika rata-rata ayam geprek milik pesaing dijual dengan harga Rp 15.000, Anda tidak bisa menjual produk yang sama dengan harga lebih mahal.

2. Kenali titik harga pesaing. Contohnya ketika terjadi perang harga serba 10 ribu, jangan ragu untuk mempromosikan produk harga Rp 9.000. Namun Anda harus punya menu lain untuk meng-cover agar tak “bakar uang”.

3. Berikan value lebih pada bisnis Anda. Misalnya ciptakan nuansa tempat yang menarik dan nyaman yang berbeda dari pesaing. Jika mendapatkan value yang lebih, pembeli tidak akan keberatan untuk membayar dengan harga yang lebih tinggi.

4. Temukan harga bahan baku yang lebih murah tanpa mengorbankan kualitas. Dengan begitu, Anda akan tetap mendapatkan keuntungan sesuai target.

Ingin Menentukan Harga Jual Makanan dengan Lebih Mudah?

Rumus untuk kalkulasi harga jual makanan Source: Arkieva

Dua cara yang sudah dijelaskan di atas mungkin menyulitkan Anda yang baru akan memulai bisnis makanan. Ada sebuah metode sangat mudah yang diperkenalkan oleh Chef Arnold, seorang juri di Masterchef Indonesia sekaligus pemilik beberapa brand makanan.

Pihaknya membeberkan caranya dalam menentukan harga makanan menggunakan rumus pembagian 0,3. Cara ini jelas lebih mudah dimengerti oleh orang awam, terlebih Chef tersebut menyampaikannya dengan bahasa yang ringan.

Berikut ini langkah-langkah untuk menentukan harga jual makanan ala Chef Arnold.

1. Hitung jumlah modal atau bahan baku yang Anda perlukan untuk membuat satu porsi hidangan. 

2. Selanjutnya, tambahkan dengan biaya untuk pembuatan packaging atau kemasan.

3. Setelah diketahui total modal untuk membeli bahan baku dan kemasan, bagi angka tersebut dengan 0,3. Itulah harga jual makanan yang ide

Supaya Anda lebih memahaminya, di sini ada contoh perhitungan untuk menentukan harga jual seblak. Untuk satu porsi seblak membutuhkan bahan baku berikut ini:

  • Satu buah telur ayam: Rp 2.000
  • Kerupuk: Rp 500
  • Bakso: Rp 1.000
  • Makroni: Rp 750
  • Mi keriting: Rp 250
  • Siomay: Rp 1.000
  • Sosis: Rp 750
  • Bumbu-bumbu: Rp 1.250

Modal yang diperlukan untuk bahan baku satu porsi seblak adalah Rp 7.500. Sementara untuk packing atau kemasan, Anda akan membutuhkan biaya Rp 500. 

Total modal yang dibutuhkan adalah Rp 8.000. Kemudian kalikan angka tersebut dengan 0,3. Didapatlah angka 26.666,66. Angka tersebut sebaiknya dibulatkan menjadi Rp 27.000. Sangat mudah, bukan?


Baca Juga:  Aplikasi Pesan Makanan Online yang Wajib Dicoba

Sampai di penghujung artikel, Anda tentu telah memahami cara menentukan harga jual makanan dengan perhitungan yang tepat. Kombinasikan juga metode di atas dengan trial and error sampai menemukan formula yang benar-benar tepat. Selamat mencoba!

Liputan6.com, Jakarta -  Selain dikenal sebagai chef dan juri acara kompetisi memasak, Chef Arnold juga memiliki sejumlah usaha kuliner. Salah satunya adalah restoran Mangkok Ku yang dimilikinya bersama dua putra Presiden Jokowi.

Ayah satu anak yang cukup aktif di media sosial ini tak pelit membagikan kiat-kiatnya dalam membangun usaha. Baru-baru ini, Chef Arnold berbagi tips tentang cara menentukan harga jual makanan bagi para pengusaha kuliner melalui akun Twitternya.

Hal ini bermula dari cuitan pengguna akun squidwardfess di Twitter yang meminta saran tentang bagaimana cara menentukan harga jual salad buah dagangannya.

“Sqw! Kalau ambil harga tuh gimana sih? Aku mau coba jualan salad buah ini gambar + harga dari sellernya. Sebelumnya makasih yg udh jawab, btw aku dom mjk-jatim,” tulisnya pada 1 Juli 2020.

Tanpa disangka, pertanyaannya itu dikomentari oleh Chef Arnold. Pada komentarnya, pemilik nama lengkap Arnold Poernomo ini menyarankan agar pengusaha kuliner memakai rumus harga total keseluruhan bahan dan packaging dibagi 0,3.

“Harga total keseluruhan bahan dan packaging / 0.3 = harga jual Supaya cuan. Contoh saya beli barang mentah dan sampai jadi total 20rb mau di jual20rb /0.3 = 66,666rb bisa di bulat kan ke 66.000 atau 66.500 atau kalo saya ya 70.000,” tulis Chef Arnold, dalam cuitannya pada 1 Juli 2020.

Lalu ada warganet yang penasaran dengan rumus cara menentukan harga jual makanan tersebut. “Dari akal sehat kecuanan,” jawab Chef Arnold. Jawaban Chef Arnold menuai beragam komentar warganet, ada yang setuju dan ada juga yang menganggap harganya terlalu tinggi.

Food Cost adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi menu makanan dan minuman dalam bisnis restoran atau bisnis food and beverage. Food cost menjadi acuan penting sebagai cara menghitung harga jual makanan per porsi. Artikel di Blog Mekari Jurnal ini akan membahas tentang food costing, termasuk cara menghitung hpp makanan untuk bisnis F&B.

Lalu dengan membaca tulisan ini Anda akan bisa menjawab beberapa pertanyaan terkait topik ini seperti:

  • Bagaimana cara menghitung hpp makanan?
  • Bagaimana cara menghitung harga jual makanan per porsi?
  • Seperti apa contoh tabel food cost?

Food Cost adalah indikator penting dari profitabilitas restoran. Cara menghitung harga jual makanan per porsi? Cara menghitung HPP makanan?

Pentingnya Food Cost dalam Bisnis Restoran Adalah Sebagai Berikut

Menjalankan bisnis restoran dapat menjadi tantangan yang sulit.

Memikirkan turnover persediaan, margin keuntungan, belum lagi menentukan harga yang tepat untuk menu yang Anda berikan dapat membuat Anda bekerja ekstra keras dalam menjalankan bisnis.

Akan tetapi, dengan mempelajari secara mendalam mengenai Food Cost, Anda dapat meningkatkan peluang kesuksesan bisnis restoran Anda.

Dengan menguasai metode Food Cost (FC), Anda bisa memiliki keunggulan komparatif di antara kompetitor-kompetitor Anda.

Bahkan, bisnis F&B Anda bisa terhindar dari risiko kebangkrutan jika Anda berhasil mengontrol FC.

Pada artikel ini, Anda akan dipandu untuk mengetahui cara menghitung FC secara ideal dan aktual sehingga Anda dapat lebih hemat dalam mengeluarkan anggaran untuk pembelian persediaan bahan baku restoran Anda.

Baca juga : Strategi Penetapan Harga Menu bagi Bisnis Restoran

Kelola Bisnis Makanan dan Minuman Secara Efektif. Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Pengertian Food Cost adalah?

Sebelum kita memasuki cara menghitung FC ideal dan aktual, Anda harus mengetahui definisi dari Food Cost itu sendiri.

Food Cost adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi makanan dan minuman dengan standar resep tertentu hingga siap dijual per satu porsi

Dapat dikatakan bahwa FC merupakan total persentase dari total biaya pembelian persediaan makanan dibagi total nilai penjualan makanan.

Biasanya, biaya untuk bahan baku minuman dihitung secara terpisah. Namun terkadang ada restoran yang menggabungkan perhitungannya.

Biasanya perhitungan ini dilakukan oleh chief cook atau cook di sebuah restoran.

Food Cost adalah salah satu indikator paling penting dari profitabilitas sebuah restoran.

Dengan margin yang tipis (sekitar 3-5%), sedikit perubahan dalam harga barang dan atau jumlah penjualan dapat memengaruhi nilai laba bersih restoran secara signifikan.

Anda harus mengetahui bahwa semakin kecil persentase food cost maka semakin besar keuntungan yang akan didapatkan.

Dengan memantau FC usaha (biasanya di angka 20-35%), sebagai pengusaha restoran Anda dapat mengetahui kapan harus mengubah harga, produk, dan jumlah pembelian untuk meningkatkan persentasenya.

Istilah Penting Food Costing

Sebelum itu, Anda harus mengetahui beberapa istilah penting dalam memantau Food Cost adalah:

  • Biaya Resep (Recipe Cost): Biaya bahan baku dalam satu set menu.
  • Harga Jual Resep (Recipe Sale Price): Harga jual atau harga yang dibayar pelanggan untuk satu set menu.
  • Food Cost (FC) Ideal: Total biaya bahan baku yang digunakan untuk semua set menu dibagi total penjualan semua set menu.
  • FC Ideal per set menu: Biaya Resep dibagi Harga Jual Resep.
  • Food Cost (FC) Aktual: FC Ideal/HPP.
  • FC Aktual per set menu: FC Ideal per set menu/HPP per set menu.

Food Cost Ideal vs Aktual

Contoh Cara Menghitung HPP Juga Food Cost Aktual Makanan Adalah Sebagai Berikut

Berdasarkan definisinya, FC ideal adalah persentase FC yang dihitung berdasarkan rumus dasar FC.

Sedangkan FC aktual memperhitungkan tingkat persediaan awal dan akhir dan akan selalu menjadi persentase yang lebih tinggi daripada FC ideal.

Baca juga: Tips Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Cara Menghitung Food Cost adalah?

Untuk mengitung nilai FC ideal, berikut suatu contoh agar anda bisa lebih mudah dalam memamahi perhitungan FC ideal.

Contohnya dalam menyajikan satu set menu French Fries, Anda membutuhkan :

  • 200 gram French Fries mentah. : Rp27.000/1.000 gram
  • 10 gram saus sambal. : Rp 10.000/1.000 gram
  •  Jadi, bisa dibilang harga 200 gram French Fries mentah : Rp 5.400 ((Rp 27.000/1.000 gram) x 200 gram)
  • Harga 10 gram saus sambal adalah Rp 100 ((Rp 10.000/1.000 gram) x 10 gram).
  • Dengan kata lain, Biaya Resep satu set menu French Fries adalah Rp 5.400 + Rp 100 = Rp 5.500.

Untuk menemukan peresentasi #FoodCost ideal per set menu atau cara menghitung harga jual makanan per porsi, Anda membutuhkan informasi Biaya Resep satu set menu dan Harga Jual Resep satu set menu.

Sesuai dengan data sebelumnya, Biaya Resep satu set menu French Fries adalah Rp 5.500.

Sedangkan Anda menerapkan Harga Jual satu set menu French Fries di restoran Anda seharga Rp 20.000.

Maka, persentase Food Cost ideal Anda adalah Rp 5.500 dibagi Rp 20.000 = 27,5%.

Kelola Invoice Terintegrasi Ke Dalam Laporan Keuangan Anda, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Contoh Perhitungan HPP Juga Food Cost Aktual Makanan Adalah Sebagai Berikut

Untuk mengetahui cara menghitung FC Aktual, sebelumnya Anda harus mengetahui nilai pergerakan persediaan bahan baku atau Harga Pokok Penjualan (HPP) menu Anda.

Maka dari itu, Anda harus mengetahui nilai persediaan awal periode, jumlah pembelian persediaan, dan nilai persediaan akhir periode.

Nantinya, Anda akan mengetahui apakah terdapat persediaan yang terbuang dalam penyajian satu set menu seiring dengan nilai FC aktual yang keluar.

Berikut adalah cara menghitung HPP makanan:

1. Cara Menghitung HPP Makanan per Set atau Menu

Dengan menggunakan data kasus menu French Fries yang sama, katakanlah Anda memiliki persediaan awal French Fries mentah sejumlah 1 Kg dan 500 gram saus sambal.

Dengan begitu, nilai persediaan awal untuk satu set menu French Fries adalah Rp 27.000 + Rp 5.000 ((Rp 10.000/1.000 gram)* 500 gram) = Rp 32.000.

Dalam periode satu bulan, Anda membeli French Fries mentah sejumlah 15 Kg dan saus sambal sejumlah 10 kg.

Dengan begitu, anda telah mengeluarkan uang sejumlah Rp 405.000 (Rp 27.000 x 15 Kg) + Rp 100.000 (Rp 10.000 x 10 Kg) = Rp 505.000.

Dengan kata lain, total pembelian persediaan selama periode satu bulan adalah Rp 505.000.

Setelah melakukan Stock Opname, diketahui nilai persediaan akhir French Fries mentah adalah 3 Kg dan saus sambal sejumlah 7.6 Kg.

Itu berarti, nilai persediaan akhir French Fries mentah adalah Rp 81.000 (Rp 27.000 x 3 Kg) + Rp 76.000 (Rp 10.000 x 7,6 Kg) = Rp 157.000.

Dengan ketiga data tersebut, Anda bisa mengetahui nilai HPP satu set menu Anda.

Rumus cara menghitung HPP makanan adalah Nilai Persediaan Awal + Pembelian Persediaan – Nilai Persediaan akhir. 

Dengan begitu, nilai HPP per set menu French Fries Anda adalah Rp 32.000 + Rp 505.000 – Rp 157.000 = Rp 380.000.

Baca Juga :

2. Cara Menemukan Nilai Food Cost Aktual Per Menu Adalah Berikut

Setelah menemukan nilai HPP per menu, Anda hanya tinggal membutuhkan data total penjualan satu set menu terkait.

Katakanlah menu French Fries Anda terjual sebanyak 50 porsi dalam periode satu bulan.

Dengan data yang sama, total nilai penjualan menu French Fries Anda adalah Rp 1.200.000 (Rp 20.000 x 50 porsi).

Mengingat total HPP menu French Fries adalah Rp 380.000, maka persentase nilai FC Aktual Anda adalah Rp 380.000 dibagi Rp 1.200.000 = 31,66%.

Baca juga: Strategi Pemasaran di Masa Sulit agar Bisnis Bertahan

Implikasi Perbandingan Nilai FC Ideal dengan FC Aktual

Terkait dengan data-data di atas, nilai FC Aktual ternyata lebih besar dibandingkan dengan nilai FC Idealnya (31,66% > 27,5%).

Implikasinya, Anda melakukan pemborosan penggunaan persediaan bahan baku. Banyak faktor yang bisa Anda temukan.

Baik itu karena selama proses produksi ada beberapa gram persediaan yang terbuang, atau koki Anda memakai bahan baku lebih daripada takaran resep yang sudah ditentukan.

Food Cost adalah salah satu indikator paling penting dari profitabilitas sebuah restoran, dengan perhitungan yang baik usaha kuliner pun bisa sukses.

Intinya, semakin Anda meminimalisir nilai persentase FC Aktual, ini berarti Anda sudah melakukan penghematan dan berada di jalur yang benar.

Dengan memahami dan mengetahui nilai Food Cost, Anda bisa melacak dan melakukan penghematan terhadap penggunaan persediaan restoran Anda.

Anda bisa menggunakan perhitungan di atas sebagai cara menghitung HPP makanan dan cara menghitung harga jual makanan per porsi.

Maka dari itu, Anda harus selalu konsisten dalam memantau nilai HPP restoran Anda secara rutin.

Untuk mempermudah pelacakan nilai HPP bisnis Anda, Anda dapat menggunakan Software Akuntansi.

Baca juga: Cara Simple Pembukuan dan Akuntansi Food & Beverages

Kelola Bisnis Lebih Mudah Dengan Bantuan Aplikasi Mekari Jurnal

Anda bisa mencoba Jurnal, software Akuntansi yang memberikan fitur akuntansi lengkap.

Tidak hanya bisa menghitung HPP secara instan, Jurnal sebagai aplikasi pembukuan android juga bisa melacak pencatatan segala biaya dan pendapatan bisnis Anda.

Sehingga proses pencatatan transaksi dan segala pengeluaran bisnis Anda bisa tertangani dengan instan, aman, dan komprehensif dengan Jurnal.

Terkait penghitungan HPP, Anda tinggal memasukkan informasi kuantitas dan harga pembelian persediaan dan lalu memasukkanya ke bundle atau konversi produk sesuai jenis bisnis Anda.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Sekarang, setelah membaca tulisan di Blog Mekari Jurnal ini Anda akan bisa menjawab beberapa pertanyaan terkait topik ini seperti:

  • Bagaimana cara menghitung hpp makanan?
  • Bagaimana cara menghitung harga jual makanan per porsi?
  • Seperti apa contoh tabel food cost?

Semoga bisa bermanfaat, dan silahkan untuk membagikannya di sosial media!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *