Bagaimana pendapatmu dengan melihat gambar pertunjukan teater berikut

< Previous92 Kelas VII SMP/MTs Edisi RevisiAktivitas Mengomunikasikan1. Kamu telah melakukan aktivitas pembelajaran pertunjukan tari berdasarkan hitungan dan iringan.2. Buatlah tulisan tentang pertunjukan tari yang dibawakan oleh kelompok lain.3. Tulisan maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan gerak yang dilakukan oleh salah satu kelompok.4. Tulisan memberikan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman mengetahui kelemahan dan kekurangan. Selanjutnya kamu akan dapat melakukan pertunjukan tari lebih baik lagi.SENI TEATER(Sumber: Dok. Kemdikbud)94 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi1. mengidentifikasi berbagai teknik dasar bermain akting teater,2. mendeskripsikan teknik dasar bermain akting teater berdasarkan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa,3. melakukan teknik dasar akting teater berdasarkan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa,4. mengasosiasi teknik dasar akting teater berdasarkan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa dengan sikap dan kehidupan sosial budaya di masyarakat, dan5. mengomunikasikan penampilan teknik dasar bermain akting teater ber dasar­kan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa secara lisan atau tertulis. Pada pelajaran Bab 7, siswa diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni teater, yaituMeragakan Adegan FragmenBab 7Teknik Bermain FragmenTeknik Dasar AktingOlah TubuhOlah RasaOlah SuaraPeta Kompetensi PembelajaranSeni Budaya 95Amati gambar di bawah ini dengan saksama lalu, jawablah pertanyaan berikut. 1. Apakah kamu pernah melihat pementasan drama? 2. Apakah kamu pernah bermain drama? 3. Bagaimana kira­kira aktingmu, jika kamu bermain drama? 4. Bagaimana pendapatmu dengan melihat gambar pertunjukan teater berikut?(Sumber: Dok. Teater Tanah Air)Gambar 7.1 Pementasan Malin Kundang(Sumber: dokumentasi Teater Tanah AirGambar 7.2 Pementasan Timun Mas)Aktivitas Mengamati1. Kamu dapat mengamati pertunjukan teater dari sumber lain seperti inter­net, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya.2. Kamu dapat mengamati pertunjukan teater yang berkembang di daerah ­mu, namun kamu juga dapat mengamati pertunjukan teater dari daerah lain.96 Kelas VII SMP/MTs Edisi RevisiFormat Diskusi Hasil Pengamatan Pertunjukkan TeaterNama anggota : ………………………………………………..Nama pertunjukan teater yang diamati : ………………………………………………..Hari/tanggal pengamatan : ………………………………………………..No. Aspek yang diamatiUraian hasil pengamatan1Teknik Olah Tubuh2Teknik Olah Vokal3Teknik Olah RasaAktivitas MenanyakanSetelah mengamati pertunjukan teater dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya. Kamu dapat melakukan diskusi dengan teman.1. Bentuklah kelompok diskusi 2 sampai 4 orang.2. Diskusikan pertunjukan teater yang kalian lihat misalnya, mengenai olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa.3. Untuk memudahkan mencatat hasil diskusi gunakanlah tabel yang tersedia.4. Kamu dapat menambahkan kolom sesuai dengan kebutuhanAktivitas Mengasosiasi 1. Setelah kamu berdiskusi berdasarkan hasil mengamati pertunjukan teater dari berbagai sumber bacalah konsep teknik akting.2. Kamu dapat memperkaya dengan mencari materi dari sumber belajar lainnya.Seni Budaya 97A. Pengertian Fragmen Fragmen merupakan cuplikan atau petikan sebuah cerita, lakon yang dipentas­kan, baik di atas panggung maupun di depan kelas. Fragmen sering juga disebut se­buah pementasan teater dengan durasi yang singkat. Pementasannya hanya beberapa adegan inti dengan jalan cerita sederhana. Fragmen dapat dijadikan sebagai pentas sederhana pada sebuah pertunjukan teater. Pertunjukan teater biasanya mengguna­kan naskah drama yang cukup panjang dengan banyak babak, maupun adegan. Nah, sebelum memainkan naskah teater yang panjang dan cukup rumit, sebagai latihan permulaan dapat memainkan cuplikan adegan yang diambil dari sebuah naskah teater yang sudah ada ataupun membuat naskah sendiri. Begitupun pementasannya tidak perlu di atas panggung teater yang biasa dipakai oleh grup­grup teater. Cukup pentaskan fragmen kalian di depan kelas. Apa itu seni teater? Mari kita telusuri pengertian teater. Teater berasal dari kata Theatron (Yunani) yang artinya tempat pertunjukan, ada yang mengartikan gedung pertunjukan, ada juga yang mengartikan panggung (stage). Dalam arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan di depan orang banyak. Sedangkan arti sempit teater adalah kisah hidup manusia yang ditampilkan di atas pentas, disaksi­kan oleh penonton. Media ungkap yang digunakan yaitu percakapan, gerak, dan laku (akting) dengan atau tanpa dekorasi, didasarkan pada konsep, naskah yang lengkap dengan diiringi ilustrasi musik, nyanyian maupun gerakan. Penampilan fragmen yang harus didukung oleh kemampuan dalam berakting. Dalam seni teater di kenal dengan beberapa teknik dasar akting seperti yang akan dibahas berikut ini. B. Teknik Dasar Akting Teater Istilah akting, pasti sudah tidak asing. Orang sering dikatakan berakting kalau melakukan tingkah laku yang berbeda dari biasanya, atau bertingkah laku me­nirukan tingkah laku orang lain. Apa se­benarnya yang dimaksud dengan akting? Akting adalah perwujudan peran sesuai dengan karakter yang diinginkan oleh naskah dan sutradara baik secara fisik maupun psikis. Peran yang dimainkan oleh aktor sebutan populer bagi pemeran teater, harus sesuai tuntutan tokoh bila berlebihan bisa meng akibatkan over acting, atau aktingnya berlebihan. Juga jangan sampai under acting, kekuatan aktingnya kurang.(Sumber: Dok. Kemdikbud)Gambar 7.3 Latihan dasar akting teater98 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Dari mana modal akting terse­but? Modal akting adalah pengalaman hidup sehari­hari, baik pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang lain yang ditampilkan kembali di depan penonton. Untuk menampilkan ak­ting yang baik diperlukan latihan yang tekun dan disiplin. Latihan itu meliputi olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa.1. Olah Tubuh Tubuh merupakan elemen dasar dalam bermain teater. Tubuh menjadi pusat perhatian penonton saat seorang aktor teater di atas panggung. Tubuh me rupakan bahasa simbol dan isyarat dalam bermain teater. Tubuh melalui gestur men cerminkan karakter atau watak tokoh yang sedang diperankan. Fleksi bi li tas gerak tubuh merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh pemain teater. Latihan olah tubuh diarah kan untuk mendukung kemampuan pemain dalam mewujudkan akting yang baik. Hal utama yang harus dilakukan pada latihan olah tubuh adalah melakukan latih an dalam kondisi bugar, segar, dan me nye nang kan. Buat semua latihan seperti per mainan yang dilaku kan dengan gem bira. Mulai dengan meregangkan se luruh persendian dan otot tubuh. Mulai dari bagian kepala sampai bagian kaki. Atau bisa dibalik dari kaki sampai kepala.(Sumber: Dok. Kemdikbud)Gambar 7.4 Latihan olah tubuh(Sumber: Dok. Kemdikbud)Gambar 7.5 Latihan olah tubuhSeni Budaya 99 a. Bagian Kepala Contoh latihan pada bagian kepala berdasarkan petunjuk berikut ini.Lakukanlah gerakan kepala ke kiri­ke kanansecara teratur, setelah itu berputar penuh kemudian berganti arah sebaliknya. Lakukan secara berulang sampai dirasakan cukup. Efek yang akan terasa ringan otot bagian kepala.(Sumber: Dok. Kemdikbud)Gambar 7.6 Latihan bagian kepala b. Bagian Tangan Latihan pada tangan ditujukan untuk mengolah persendian, kekuatan otot dan kelenturan otot tangan. Peng olahan gerak tangan lebih ber variasi karena dapat dilakukan ke segala arah. Tangan dapat dilakukan lurus ke atas, ke samping, ke depan, memutar telapak tangan, melentikkan jari­jari tangan, serta gerakan lainnya.(Sumber: Dok. Kemdikbud)Gambar 7.7 Latihan bagian tangan c. Bagian Badan Bagian badan meliputi bagian perut, dada dan punggung. Pengolahan ketiga bagian badan ini memiliki peran penting bagi seorang pemain teater karena merupakan bagian yang memberikan efek pada sikap tubuh peran. Latihan yang dilakukan pada bagian badan ini dapat dilakukan menggerakkan dan melenturkan badan ke depan dengan membungkuk, ke be lakang dengan menekuk pada bagian perut sehingga tubuh melengkung ke belakang.(Sumber: Dok. Kemdikbud)Gambar 7.8 Latihan bagian tangan100 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi d. Bagian Pinggul Bagian pinggul juga penting untuk diolah agar gerakan tubuh lebih lentur dan fleksibel. Pada bagian pinggul, gerakan tubuh dapat dilakukan ke samping, ke depan, dan membungkuk.• Rasakan bagian­bagian torsomu, menjadi berat atau menjadi ringan.• Rasakan pergerakan bagian pinggul dan torsomu menjadi bisa bergerak bebas.(Sumber: Dok. Kemdikbud)Gambar 7.9 Latihan bagian pinggul(Sumber: Dok. Kemdikbud)Gambar 7.10 Bentuk mulut waktu mengucapkan A(Sumber: Dok. Kemdikbud)Gambar 7.11 Bentuk mulut waktu mengucapkan I(Sumber: Dok. Kemdikbud)Gambar 7.12 Bentuk mulut waktu mengucapkan E e. Bagian Kaki Kaki memiliki peran penting. Kekuatan kaki perlu dilatih sehingga kita dapat tetap tegak berdiri di atas panggung. Berdiri di atas satu kaki merupakan salah satu latihan keseimbangan tubuh. Latihkan berbagai pose dengan tumpuan pada kaki. Seperti pose pohon yang kokoh menjulang tinggi, batu karang yang menahan ombak, dan berbagai pose dengan personifikasi alam.2. Olah Suara Seorang pemain teater harus memiliki kemampuan mengolah suara yang baik. Suara merupakan faktor penting karena sebagai penyampai pesan kepada penonton. Penguasaan intonasi, diksi, artikulasi. Setiap kata yang diucapkan harus jelas dan wajar sesuai dengan tuntutan karakter tokoh yang diperankan. Seorang aktor perlu latihan olah suara dengan tahapan­tahapan tertentu. Latihan olah suara da­pat dilakukan dengan mengucapkan kata vokal seperti a, i, u, e, o sesuai dengan bentuk mulut. Nah sekarang cobalah berlatih bentuk mulut dalam pengucapan huruf vokal a, i, u, e, o.Bentuk mulut waktu mengucapkan a, seperti mama, papa, nama, dadaBentuk mulut waktu mengucapkan i, seperti kata kiki, lili, siri, pipiBentuk mulut waktu mengucapkan e,seperti dede, tere, tele, lele.Seni Budaya 101Bentuk mulut waktu mengucapkan u, misalnya pada kata kuku, duku, lugu, susu, buru.Bentuk mulut waktu mengucapkan o, misalnya pada kata toko, bobo, mono, foto, soto.(Sumber: Dok. Kemdikbud)Gambar 7.13 Bentuk mulut waktu meng­ucapkan U(Sumber: Dok. Kemdikbud)Gambar 7.14 Bentuk mulut waktu meng­ucapkan O Dalam latihan olah suara, terutama yang berhubungan dengan membaca naskah atau puisi, perlu di perhatikan juga tekanan kata, jiwa kalimat, tempo, dan irama.a. Tekanan kata: tekanan pada kata tertentu yang perlu ditonjolkan dalam suatu kalimat untuk suatu kepentingan. Contoh berikut ini yang digarisbawahi adalah kata yang perlu mendapatkan penekanan. Penekanan kata dari kalimat untuk menonjolkan isi perasaan dan pikiran dari kalimat itu. • Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. • Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. • Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. • Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. • Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. • Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.b. Jiwa kalimat merupakan usaha atau teknik menghidupkan kalimat dengan bantuan emosi suara. Latihkan kata ”apa” dengan perasaan yang berbeda­beda. • (sedih) Apa? • (gembira) Apa? • (marah) Apa? • (benci) Apa? • (malas) Apa? • (gairah) Apa? • (mengharap) Apa? • dan seterusnya. c. Tempo dan irama Tempo dan irama adalah pengolahan suara dengan memperhatikan dina­mika, artinya suara yang dihasilkan tidak monoton tetapi bervariasi. Latihan mengucap kan kata dan kalimat dengan berbagai irama yang berbeda, cepat, lambat, tegas, dan mendayu­dayu. Next >

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *