Arti tenane bahasa jawa

Makna dari bahasa Jawa “Yo tenane rumangsamu aku elek yo da to” adalah KALAU MENURUTMU, PENAMPILANKU JELEK, YA SUDAH LAH YA”.

Pembahasan

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah yang dapat kita temukan di Indonesia. Dari jumlah penutur, bahasa Jawa merupakan bahasa komunikasi yang digunakan oleh masyarakat yang berasal dari kelompok etnis suku Jawa, yaitu suku yang memiliki anggota paling banyak jika dibandingkan dengan kelompok etnis lain dalam Bahasa Indonesia.

Dalam praktiknya, bahasa Jawa dapat dibagi ke dalam tiga tingkatan yaitu ngoko, kromo, dan kromo inggil. Pembagian bahasa tuturan ini dilakukan berdasarkan kesopanan atau etika yang digunakan ketika bertutur sapa dengan lawan bicara. Tingkatan paling tinggi, kromo inggil, misalnya, hanya dapat digunakan ketika masyarakat sedang bertutur sapa dengan anggota keluarga kerajaan. Namun pada praktiknya, di beberapa daerah, penggunaan bahasa kromo inggil juga digunakan oleh masyarakat ketika berbicara dengan kaum religius seperti lazimnya digunakan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Pelajari lebih lanjut

Pada materi ini, kamu dapat belajar tentang bahasa Jawa:

brainly.co.id/tugas/2364012

Detil jawaban

Kelas: VIII

Mata pelajaran: Bahasa Indonesia

Bab: Bab 1 – Sastra

Kode kategori: 8.1.1

Kata kunci: sastra, makna, bahasa, jawa, Indonesia, kelompok masyarakat, masyarakat etnis, makna dalam bahasa Indonesia, sastra Indonesia, bahasa daerah, Indonesia

“Yakin Udah Bisa Move On, Tenane?” yang mempunyai arti lain yaitu “Yakin Udah Bisa Move On, Seriusan?”

Lho kok dari judul kelihatannya gampangin, nyepelehin, kurang percaya gitu ya..

Ok wait.. gini gue jelasin sob, maksud ane nulis ini cuma pengen tahu antara keinginan move on sama keadaan hati loe sob. Keadaan hati, menurut gue terlalu dalem ya sob. Nah ini karena jadi anak muda kudu peka, ga cuma sama pasangan, tapi ke semua orang. Hemmt.. coba kamu terka maksud dari omongan gue.

“Yakin udah bisa move on?” move on.. whoy kalian yang lagi atau mau move on.. , semangat yak !

Berbicara soal move on emang ga gampang, ga segampang kayak kamu ngerdepin mata. Sekali kedip hilang seketika. Kayak  semacam sulap gitu ya, cling hilang semua luka lara. “Bim salabim, abra kadabra ga ada ular kobra.” Kedip, lha kok masih ada luka, lha itu mantan, ah mending tutup mata aja, biar ga semakin terluka. Hemmt alibi. Ya walaupun move on itu ga gampang, tapi bukan berarti ga bisa dan ga mungkin. Kata pepatah nih ya “ga ada sesuatu yang ga mungkin.” Ya kalau Allah sudah berkendak semuanya bakal terjadi.

Perihal tentang udah bisa move on apa belum, kayaknya loe mesti merhatiin beberapa fenomena unik yang mungkin saja terjadi dalam masa-masa loe mau move on.

Pocong dan Kucing kok galau

Meski loe udah break dalam ikatan, loe masih saja meratapi nasibmu yang nggak lagi sama dia. Berkali-kali kamu curhat sama orang yang loe percaya, entah sama keluarga loe, temen deket loe atau mantan loe sendiri (ini curhat atau ngajak kembali seperti semula ) yang jelas temanya masih bersoal mantan. Yup mereka yang loe curhati harus mau mendengarkan nama atau cerita meranamu yang intinya hampir sama, ini karena mereka ga mau elo lebih merana, dan ngebuat loe lebih tenang dengan cerita. Ya tapi percuma saja kamu punya keinginan kuat buat move on, tapi tak sebesar niat loe. Maka dari itu, berusahalah untuk tidak sering menceritakan tentang mantan. Semakin sering kamu menceritakan, semakin kuat ingatanmu tentang mantan dan semakin sulit untuk kamu melakukan yang namanya “move on.”

<>2. 2. Masih Suka mellow-mellow ga jelas pas liatin barang pemberiannya, “Yakin udah bisa Move on?” >pemberian mantan

Kalau nyimpen barang-barang pemberiannya ga masalah sob, bahkan sampai di simpen di dompet sekalipun, itu hak-hak loe. Yang miris adalah misalnya loe nyimpen foto di dompet, dan ketika ga ada kerjaan, kamu malah meratapi foto itu. Sambil lihat foto loe bilang “kenapa sih kamu tega banget ninggalin aku, kamu ga tahu sebenernya kalau aku tuh cinta dan sayang banget sama kamu.” Terus ga kerasa air mata loe mulai berjatuhan menetes. Wah bisa-bisa kamu habis tissu sekilo dalam waktu sehari, lha kerjaannya nangis mulu. Ga sayang tuh mata sampai ada lingkar hitamnya, udah hampir mirip hantu lho, hi.. ngeri . Mending dari pada kamu ngeratapin foto atau barang pemberiannya, mending loe taruh di sebuah tempat dimana loe ga akan membukanya lagi, jangan keburu-buru di bakar atau dibuang ke laut, gitu-gitu dia membeli atau membuat iklhas buatmu, sekali lagi membeli tidak gratis dan membuat juga tidak langsung jadi, kecuali ga ada jalan lain.

<>3. 3. Hati-hati stalking adalah bukti perhatian yang kasap mata. “Yakin udah bisa move on?”>stalking mantan

Ini karena loe udah ga bisa bercengkrama langsung dengannya. Ada rasa kesal. Rasa gondok, rasa sedih, rasa ah banyak deh, campur aduk rame rasanya, kayak iklan permen nano-nano. Tapi yang kadang mengherankan itu. Entah kamu rasakan atau ndak, ada rasa pengen tahu. Rasa pengen tahu ini yang harus di waspadai, karena kata orang kepo adalah wujud perhatian. Ya, kadang sering ga sadar kamu ngestalk gitu, eh dia lagi apa, gimana ya keadannya sekarang, atau apalah yang menyangkut pautkan dia. Kamu stalk medsosnya lantaran pengen memastikan dia saja, ini karena kamu ga bisa bertanya ke dia secara langsung. Atau bahkan kamu pernah nguping saat orang lain membicarakan tentang dia. Nah hayo, ngaku aja kalau pernah, “yakin udah bisa move on?” Tapi stalk atau kepo ini tetap ga berefek malah kamu hanya akan nyesek sendiri, semakin kamu ngestalk, nyesek mu ga menurun tapi nambah akut, ya wajar lha kamu stalking alias perhatian, lha dianya ga pernah tahu.

<>4. 4. Sensi tingkat Dewa saat ada yang menyebut namanya (mantan) atau saat bertemu akan terjadi perang dunia III (The War World of Part Three). “Yakin udah bisa move on?”>kungfu

Mantan adalah sesuatu yang sakral dan mistis. Ketika ada temen loe yang nanyakan gimana keadaan loe sama dia, dia yang udah gak kayak dulu. Maka ekspresimu akan berbanding terbalik dari sebuah kata happy, ya bisa diibaratkan ekspresimu semacam adegan di film koboy,  banteng yang menembus kain hitamnya. Ini baru di tanya, coba loe pas lihat orangnya, pasti akan berusaha ngumpet niatnya buat ngehindar gitu, tapi ya sama aja ngehindar tidak menyelsesaikan masalah tapi menunda masalah untuk di hadapi. Nah lebih tragisnya saat mantan loe itu ngajak pasangannya buat jalan, terus ga sengaja loe berpapasan, dan loe hanya bisa megang beton listrik di jalan, untung ga kesetrum. Ketika loe lihat pasangannya mantan, perasaan hati loe mau ngajak perang dunia III, ga perduli kalau udah merdeka. Ada pula yg ga sabar dan langsung ngajak the war world parth 3, sama pasangannya mantan. Mending jangan anarki sob, loe tahu kan negara indonesia adalah negara hukum. Untuk membuktikan diri loe sudah cukup tangguh melawan emosi sendiri saat ketemu mantan, cukup biasa saja gak usah terlalu berlebihan, jangan langsung kobong (kebakar)  pas liat mantan jalan sama pacarnya, yakin aja kalau dia nemu kebahagian, kamu juga bakal nemu kebahagian, karena bagaimanapun setiap orang berhak bahagia, kamu juga kudu wajib bahagia.

<>5. 5.Berlebihan sama Ketakutan loe akan situasi atau tempat tertentu, “Yakin udah bisa move on?” >hujan kenangan

Ga jarang loe jadi phobia /lebih dari phobia dengan tempat atau situasi tertentu. Berlebihan mendiskripsikan situasi atau tempat tersebut sebagai tempat yang mengerikan, padahal ga ada hewan buasnya atau liarnya. Kamu hanya takut karena akan ingat dengan cerita zaman dulu waktu sebelum dia jadi mantan. Misalnya loe takut mendengarkan musik karena mengingatkan pada mantan atau takut pergi ke tempat tersebut  karena apa lagi kalau bukan dia yang dulu pernah ada di hati. Ngapain sob loe takut ?  loe kan ga sedang di markas mafia atau di neraka kalau gitu pede ajalah ketempat itu atau ngalami situasi itu. Buktikan kalau kamu tuh berjiwa besar dan tangguh. Ga mungkin juga kan ya, misalnya ada tetanggamu lagi hajatan (nikah) dan ga sengaja ngeplay lagu dimana mengingatkanmu sama mantan, terus kamu nyuruh matiin musiknya dengan alasan : “maaf bisa dimatikan musiknya, lagu ini mngingatkanku pada mantan.”  Kalau kayak gitu wagu sob, kurang etis juga.

<>6. 6. Apapun jadi enggan karena efek kebanyakan kenangan, “Yakin udah bisa move on?”>patah hati

Ini-ini nih point yang paling mengerikan, “apapun jadi enggan karena efek kebanyakan kenangan.” Loe mau makan entah itu nasi, ayam atau apapun itu jadi gak kerasa ayam atau nasi, rasanya rasa mantan. Hmmt rasa mantan ? kayak gimana ya.. , makan gak enak, tidur gak enak, gimana enggak lha loe gak mau makan, terus mlih ke kamar, bukan istirahat tapi malah bersemedi merenungi nasibmu yang apes tentang mantan, semuanya jadi kenangan yang terngiang-ngiang dan memori otakmu full charge isinya kenangan bersama mantan. Sob ngomong-ngomong ada yang lebih ngeri lagi, misalnya aja nih ya, kamu lagi di dalam kamar dan kamu ngunci pintu kamarmu, masih mending ada yang nasehatin atau teriak minta kamu keluar. Bahkan sampai ngedoprak pintu loe itu masih mending. Ada yang lebih tragis yakni, misal dirumah yang sebenarnya itu kosan, loe ngunci diri di kamar, ga minum apalagi makan, dan ga ada satu orang pun yang tahu kalo loe sedang ngelakuin ritual, ritual nyiksa diri dan tiba-tiba loe di datengin malaikat izrail sob. The dead is coming to you. Ini lebih mengerikan dari sebuah mobil ambulan yang akan nganterin loe ke ruang UGD paling ujungnya infus dan suntik. Efek kebanyakan kenangan itu memang paling mengerikan sob, mending dari pada membayangkan kenangan, yang sulit terulang karena gak ada mesin waktu, alangkah lebih baik kamu membayangkan masa depanmu  sob, bukan hanya di bayangkan tapi direncanakan juga sob, masa depan loe dengan tujuan yang jelas.

 

 

 

Itulah beberapa fenomena unik yang mungkin kamu alami pada fase-fase move on sob. Memang gak mudah sob, tapi bukan berarti ga bisa, oh iya sekali lagi kunci dari move on adalah niat dan iklhas. Banyak orang sering kali bilang bahwa move on itu adalah melupakan. Namun sebenarnya move on itu bukan soal melupakan tapi mengiklaskan.

Inilah arti lirik lagu Sewu Kutha milik Didi Kempot.

SOLOPOS.COM – Didi Kempot. (Antara-Muhammad Adimaja)

Solopos.com, SOLO — Sewu Kutha merupakan salah satu lagu milik Didi Kempot yang paling terkenal. Tak jarang Sewu Kutho menjadi andalan Didi Kempot kala tampil di hadapan Sobat Ambyar.

Lagu Sewu Kutha mengisahkan perjalanan seseorang dalam mencari kekasihnya. Frasa “sewu kutha” berarti “seribu kota. Dalam lagu tersebut diceritakan bahwa perjuangan dalam mencari kekasihnya sangat luar biasa, sampai-sampai seperti sudah melewati seribu kota.

PromosiMayoritas Konsumen Pilih Tokopedia Jadi E-Commerce Paling Aman, Tepercaya dan Memuaskan

Sayang, meski sudah mendatangi seribu kota, sang pujaan hati tak kunjung ditemukan. Sewu Kutha memang merupakan salah satu lagu milik Didi Kempot yang memiliki makna amat dalam tentang percintaan.

Inilah arti lirik lagu Sewu Kutha milik Didi Kempot:

Sewu kutha uwis tak liwati
[Seribu kota sudah ku lewati]

Sewu ati tak takoni
[Seribu hati ku tanya]

Nanging kabeh
[Namun semua]

Pada ra ngerteni
[Tak ada yang mengerti]

Lungamu ning endi
[Kemana pergimu]

Pirang tahun aku nggoleki
[Berapa tahun ku mencari]

Seprene durung bisa nemoni
[Hingga kini belum bisa bertemu]

Wis tak coba
[Sudah ku coba]

Nglaliake jenengmu
[Melupakan namamu]

Saka atiku
[Dari hatiku]

Sak tenane aku ora ngapusi
[Sebenar-benarnya ku tak berdusta]

Isih tresna sliramu
[Masih mencintaimu]

Umpamane kowe uwis mulya
[Seandainya engkau sudah bahagia]

Lila aku lila
[Rela aku rela]

Yo mung siji dadi panyuwunku
[Hanya satu permintaanku]

Aku pengin ketemu
[Ku ingin bertemu]

Senajan sak kedeping mata
[Meski hanya sekejap mata]

Kanggo tamba kangen jroning dada
[Untuk obat rindu dalam dada]

Wis tak coba
[Sudah ku coba]

Nglaliake jenengmu
[Melupakan namamu]

Saka atiku
[Dari hatiku]

Sak tenane aku ora ngapusi
[Sebenar-benarnya ku tak berdusta]

Isih tresna sliramu
[Masih mencintamu]

Umpamane kowe uwis mulya
[Seandainya engkau sudah bahagia]

Lila aku lila
[Rela aku rela]

Yo mung siji dadi panyuwunku
[Hanya satu permintaanku]

Aku pengin ketemu
[Ku ingin bertemu]

Senajan wektumu mung sedhela
[Meski waktumu hanya sebentar]

Tak nggo tamba kangen jroning dada
[Untuk obat rindu dalam dada]

Senajan sak kedeping mata
[Meski hanya sekejap mata]

Kanggo tamba kangen jroning dada
[Untuk obat rindu dalam dada]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *