Arti mulyo dalam bahasa jawa

Nama Sidomulyo dalam bahasa Jawa memiliki arti yang sangat bagus, jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia sido artinya jadi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata jadi memiliki arti 1. langsung berlaku (dilakukan, dikerjakan); 2. tidak batal atau betul-betul terjadi; 3. menjadi kenyataan (berhasil).

Sedangkan mulyo dalam KBBI / mu*lia/ a 1 tinggi (tentang kedudukan, pangkat, martabat), tertinggi, terhormat:  2 luhur (budi dan sebagainya); baik budi (hati dan sebagainya):; 3 bermutu tinggi;

Kita juga tentu masih ingat nama batik yang pernah dijadikan souvenir keluarga Presiden Joko Widodo dalam pernikahan Kahiyang-Bobby, nama Sidomulyo dalam batik tersebut tentu mengandung filosofi.

Dikutif dari Jakarta, era.id bahwa motif batik berawalan “sido” adalah salah satu yang paling banyak digunakan saat upacara pernikahan adat Jawa. Sido dalam bahasa Jawa berarti jadi, atau terus menerus, dan mulyo berarti mulia. Sehingga sidomulyo melambangkan kemuliaan yang terus menerus.

Motif batik tersebut dipilih dengan harapan keluarga yang dibina kelak mendapatkan kemuliaan yang tiada henti.

Seperti halnya nama batik, sidomulyo yang dipakai untuk nama desa juga memiliki penuh syarat filosofi, nama Desa Sidomulyo memiliki filosofi dan harapan menjadi suatu desa yang benar-benar mendapat kemuliaan yang terus menerus, masyarakatnya berbudi pekerti dan bermartabat, intinya semua kebaikan dimiliki.

Termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Madiun dan Kecamatan Sawaham, Desa Sidomulyo menjadi salah satu desa tangguh, desa yang bebas, OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19. 

Dibentuknya desa tangguh dengan tujuan menciptakan kemandirian warga desa dalam menangani pandemi Covid-19. Keberhasilan ini tidak datang begitu saja, memerlukan proses yang cukup panjang, dan kerjasama dari berbagai pihak termasuk masyarakat.

Untuk pemerintahan baru yang dipimpin Kepala Desa Drs. H. Setiyo Margono, perkembangan dalam pembangunan terutama sarana olahraga satu persatu mulai dirasakan warga, kebijakan-kebijakan yang dibuat dapat dipahami dan diterima, sikap kekeluargaan dan rasa berbaur dengan warga sangat diacungkan jempol, tetapi beliau tetap menunjukkan wibawa sebagai pemimpin dari 4 dusun, yaitu Dusun Ngangrik, Dusun Sidorejo,Dusun Wadeng dan Dusun Singolobo.

Desa Sidomulyo dibawah pembinaan BHABINKAMTIBMAS (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Bripka Hari Santoso dan BABINSA Serka Purwanto, keamanan dan ketertiban masyarakat desa sangat baik, masyarakat yang sebagian besar  petani merasa tenang untuk beraktifitas walaupun dimasa pandemi Covid-19.

Berbicara tentang pandemi Covid-19 masyarakat Desa Sidomulyo telah mengikuti berbagai instruksi pemerintah, mulai dari Stay At Home, rajin cuci tangan, selalu memakai masker ketika di luar rumah, membersihkan lingkungan, membatalkan kegiatan yang mengundang kerumunan, hingga penyediaan rumah isolasi bagi warga luar kota yang mudik.

Kerja bakti warga (Doc.pribadi)

Setelah pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan tentang new normal atau tatanan hidup baru, masyarakat menyambut angin segar itu dengan senam bersama 3 dusun, yaitu Dusun Sidorejo, Dusun Wadeng dan Dusun Ngangkrik. 

Hadir pula Kepada Desa Sidomulyo Drs. H. Setiyo Margono, Bhabinkamtibmas Bripka Hari Santoso, Babinsa Serka Purwanto dan perangkat desa lainnya, tentunya pelaksanaan senam ini dengan memperhatikan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

Kepala Desa Sidomulyo Drs. H. Setiyo Margono berharap dengan tatanan baru dimasa pandemi Covid-19, masyarakat  selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya, terlebih jika terpaksa harus ke luar rumah. Beliau juga berharap perekonomian masyarakat kembali normal seperti sedia kala.

Setelah senam (Doc.pribadi)

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya

Lihat Sosbud Selengkapnya

Whatsapp Newsletter

Promo Premium Desktop Read

Promo Premium Payday Januari

Video Pilihan

Batik Sida Mulya adalah salah satu jenis batik pedalaman dari Surakarta, Jawa Tengah.[1]

Motif-motif batik berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” dalam bahasa Jawa sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bisa tercapai.

Beberapa batik lainnya yang berawalan sida:

Hampir sama juga dengan batik sida luhur, motif dasar batik ini yaitu berbentuk wajik atau belah ketupat, tetapi detail serta warnanya lebih muda.[2] Batik sidomulyo secara struktur merupakan pola dasar geometrik yang membentuk bidang-bidang persegi.[1] Masing-masing bidang diisi dengan motif, misalnya motif pohon hayat, motif kupu-kupu, motif bangunan, dan motif garuda.[1] Motif selingan berupa garis geometrik yang dipadu dengan motif lung-lungan secara variatif menghiasi ruang kosong di antara motif utama dan merupakan elemen pengisi, sebagai bagian dari tata susun batik sekaligus untuk membentuk keseimbangan komposisi.[1] Motif sidomulyo secara keseluruhan memberikan satu-kesatuan pola susunan batik, dipadukan dengan motif isen (isian) terdiri dari cecek (titik-titik) yang dipadu dengan garis yang diterapkan pada motif batik pokok ataupun pada selingan merupakan variasi untuk memberikan rasa indah pada batik.[1]

Filosofi dari batik motif sido mulyo yaitu harapan supaya keluarga yg dibina selalu menerus memperoleh kemuliaan walau memperoleh satu kesusahan.[3] Dengan kata lain Motif batik sidomulyo mempunyai arti hidup bahagia dan tenteram.[4] Konon, Pemakai kain batik Sido Mulyo akan menjalani kehidupan yang bahagia dan terhormat.[5]

Pendapat senada juga mengungkapkan bahwa Batik sidomulyo merupakan simbolisme tentang makna suatu ajaran tentang sido dan mukti atau mulyo.[1] Kata sidomulyo sendiri berasal dari Bahasa Jawa, yaitu Sido berarti “jadi”, dan mulyo berarti “kemuliaan”, jadi sidomulyo berarti mendapatkan kejayaan (kemuliaan).[1] Kesepadanan arti kata tersebut tercermin sebagai simbolisme yang digambarkan lewat empat motif utama pada batik sidomulyo atau sidomukti mengandung suatu ajaran dalam Budaya Jawa.[1]

Kemuliaan hidup yang terkandung dalam filosofi batik sidomulyo hanya dapat dicapai apabila manusia mampu mengendalikan empat nafsu yang dimiliki oleh manusia, yaitu nafsu amarah, nafsu lawwamah, nafsu supiyah, dan nafsu mutmainah.[1]

Pandangan tentang kemuliaan hidup dengan mengendalikan nafsu tersebut sesuai dengan falsafah kebudayaan atau ajaran Jawa untuk menentukan keberadaan dalam sistem ruang dan waktu kosmos membentuk kesatuan.[1] Hal tersebut tidak dapat dipisahkan antara manusia dengan alam semesta.[1] Pandangan ini akrab disebut oleh masyarakat Jawa dengan Keblat papat kelima pancer.[1]

Jika manusia dapat mengendalikan keempat nafsu, maka manusia akan mencapai kesempurnaan jati (Kesempurnaan hidup) atau Kemuliaan hidup (Sidomukti/sidomulyo).[1] Selain itu, motif batik ini juga berpesan agar manusia dapat menindas hawa nafsu, sehingga manusia akan memiliki hati yang waskita (awas dan selalu ingat), tentunya akan mendatangkan anugerah kemuliaan sangkan paran (Kehendak Tuhan).[1]

Bola.com, Jakarta – Sebagai negara yang memiliki beragam suku, menjadikan Indonesia kaya budaya. Satu di antara yang masih memegang adat istiadat kental adalah suku Jawa.

Budaya Jawa dilestarikan oleh suku Jawa yang mendiami sebagian besar pulau Jawa, bahkan hingga di pulau-pulau lain di Indonesia dan ke luar negeri.

Banyak hal yang dapat kamu ambil pelajaran dari kebudayaan Jawa, satu di antaranya adalah bahasa. 

Membaca kata-kata berbahasa Jawa dapat memberikanmu sebuah pandangan lain dalam hidup yang terkadang diwarnai tantangan.

Kata-kata tersebut biasanya sering dijadikan sebagai nasihat atau wejangan bagi kaum muda dari generasi sebelumnya karena memiliki makna yang mendalam.

Bagi kamu yang ingin mendapat semangat dan motivasi lebih, kamu dapat membaca kata-kata keren bahasa Jawa setiap saat.

Berikut 20 kata-kata keren bahasa Jawa, yang dapat memberikanmu dorongan positif, seperti dirangkum dari Titikdua, Kamis (30/7/2020).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *