Apa itu dom dalam lgbt

JAKARTA – Pandemi covid-19 berdampak hampir di seluruh lapisan masyarakat. Apalagi dengan adanya pembatasan sosial dan aktivitas di luar ruangan. Masyarakat mau tidak mau harus melakukan berbagai aktivitas mereka secara online guna menekan angka penularan covid-19.

Tidak hanya bekerja dan bersekolah saja yang terkena dampaknya. Aktivitas seksual masyarakat pun turut terpengaruh pandemi. Survei oleh KinkD di 2020 menunjukkan, seks virtual menempati aktivitas seksual yang paling sering dilakukan masyarakat selama pandemi.

Survei tersebut melibatkan 3.495 pengguna aplikasi KinkD dan hampir satu per empat di antara responden memilih seks virtual sebagai aktivitas seksual yang paling sering mereka lakukan. Menurut co-founder aplikasi KinkD, John Martinuk, seks virtual dipilih masyarakat karena paling aman.

Baca juga: Mengintip Lima Manfaat Seks Di Pagi Hari

“Ini sedikit tidak terduga, tapi masih masuk akal. Faktanya, permainan BDSM virtual sudah dilakukan sebelum pandemi virus korona. Tetapi sekarang meningkat karena adanya krisis ini,” katanya dikutip dari PR Newswire.

Aktivitas seksual populer  

Selain seks virtual, ada aktivitas seksual lainnya yang juga tidak kalah populernya selain pandemi menurut survei KinkD. Berikut daftarnya:

Seks virtual

Seks virtual menempati urutan teratas pada aktivitas seksual yang paling sering dilakukan selama pandemi. Seks virtual sendiri secara umum adalah segala jenis aktivitas seksual yang dilakukan melalui internet atau metode komunikasi lainnya. Chat seks, telepon seks, dan videocall seks termasuk ke dalam seks virtual. 

Meski dilakukan secara konsensual, tetap berhati-hati ketika melakukan seks virtual. Sebab, data yang kita miliki bisa saja diretas orang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Tips Lakukan Hubungan Seks Ruang Terbuka Dengan Aman

Dom/Sub

Dom/Sub berada di posisi kedua setelah seks virtual. Dom/Sub merupakan singkatan dari Dominan/Submisif, yakni bagian dari praktik BDSM. Dom/Sub melibatkan pasangan yang keduanya memegang peran sebagai dominan dan submisif. Dominan bertindak sebagai yang memimpin, mengarahkan, dan melindungi submisif. Sebaliknya, submisif berperan untuk melayani dan menuruti perintah dari dominan. 

Berkat film dan novel Hollywood Fifty Shades of Grey yang populer beberapa tahun lalu, Dom/Sub pun telah banyak dikenal orang meskipun praktiknya sendiri sudah ada sejak lama.

Edging

Edging merupakan stimulasi seksual hingga ke titik sebelum orgasme. Edging bisa dikatakan sebagai mengontrol orgasme. Dalam survei KinkD, mengontrol orgasme berada di urutan ketiga dalam aktivitas seksual yang paling sering dilakukan selama pandemi. Dikutip dari MedicalNewsToday, mengontrol orgasme dilakukan untuk menambah intensitas orgasme atau pengalaman seksualnya. Namun beberapa juga melakukannya agar hubungan seksual berlangsung lebih lama.

Baca juga: Stealth Sex, Kekerasan Seksual Melanggar Konsensus

Bondage

Bondage merupakan salah satu aktivitas seksual lainnya yang merupakan bagian dari BDSM. Bondage biasanya melibatkan tali, borgol, atau rantai untuk menahan atau mengikat pasangan ketika berhubungan seksual. Apabila pasangan tidak menurut atau melawan, biasanya mereka akan mendapatkan hukuman seperti dicambuk atau dipukul. Namun, semua praktik seksual ini berdasarkan persetujuan kedua pasangan untuk sama-sama meraih kenikmatan.

Itulah sederet aktivitas seksual yang paling sering dilakukan selama masa pandemi menurut survei KinkD. Meski begitu, tetap lakukan hubungan seksual dengan persetujuan kedua belah pihak. Sebab hubungan seksual tanpa konsensual termasuk dalam kategori kekerasan seksual, sekalipun pasangan yang sah secara hukum. 

Surabaya

Selain Gang Pattaya di Gubeng, di Kota Surabaya banyak tempat yang menjadi lokasi mangkal atau kopi darat gay atau kaum belok. Selain itu di antara mereka juga memiliki istilah yang lumayan antik.

Istilah yang jarang dipahami publik itu sengaja diciptakan sebagai simbol komunikasi di antara mereka sendiri sehingga memudahkan dalam pergaulan terbatas itu.

“Kalau di gay ini kita pakai sebutan sendiri untuk siapa yang jadi lakinya atau perempuannya. Ada top, bottom dan ada juga versatile,” ungkap gay yang mengaku bernama Bastian kepada detikcom di salah satu restoran cepat saji di pusat perbelanjaan di Surabaya timur, Rabu (24/12/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bottom ditujukan pada gay yang memposisikan sebagai perempuan. Sedangkan versatile adalah gay yang bisa memposisikan diri sebagai perempuan dan bisa juga sebagai laki-laki, tergantung pasangannya,” terang dia.

Bastian, menerangkan gay top lebih identik dengan pria yang maskulin dan berbadan agak kekar. Sedangkan bottom sendiri identik dengan pria yang agak feminim dan lemah gemulai.

“Mudah kok melihat orang yang gay pada posisi top atau bottom. Kita juga punya feeling. Jadi kita kayak punya semacam G-radar dalam diri kita (radar gay),” jelas pria yang juga mantan wartawan ini.

Sedangkan untu berhubungan badan, mereka lebih menyukai menyebutnya dengan istilah penetrasi. “Kita pakai bahasa biologis saja, penetrasi lebih halus daripada bersetubuh,” katanya.

Lain lagi dengan istilah twink. Twink adalah sebutan gay khusus untuk anak-anak muda alias brondong. Bagi gay yang berperut buncit alias gendut disebut dengan bear yang tak lain beruang.

“Sementara gay yang sudah berkeluarga (dengan istri perempuan) biasa disebut dengan sapaan daddy,” tambah gay yang biasa disebut
Egy yang mendampingi Bastian. Nah, untuk alat kelamin pria disebutnya dengan pinoy.

(gik/gah)

Pemuda yang mengaku bekerja di salah satu kafe di kawasan Juanda ini menerangkan top ditujukan pada gay yang memposisikan sebagai laki-laki.”Bottom ditujukan pada gay yang memposisikan sebagai perempuan. Sedangkan versatile adalah gay yang bisa memposisikan diri sebagai perempuan dan bisa juga sebagai laki-laki, tergantung pasangannya,” terang dia.Bastian, menerangkan gay top lebih identik dengan pria yang maskulin dan berbadan agak kekar. Sedangkan bottom sendiri identik dengan pria yang agak feminim dan lemah gemulai.”Mudah kok melihat orang yang gay pada posisi top atau bottom. Kita juga punya feeling. Jadi kita kayak punya semacam G-radar dalam diri kita (radar gay),” jelas pria yang juga mantan wartawan ini.Sedangkan untu berhubungan badan, mereka lebih menyukai menyebutnya dengan istilah penetrasi. “Kita pakai bahasa biologis saja, penetrasi lebih halus daripada bersetubuh,” katanya.Lain lagi dengan istilah twink. Twink adalah sebutan gay khusus untuk anak-anak muda alias brondong. Bagi gay yang berperut buncit alias gendut disebut dengan bear yang tak lain beruang.”Sementara gay yang sudah berkeluarga (dengan istri perempuan) biasa disebut dengan sapaan daddy,” tambah gay yang biasa disebutEgy yang mendampingi Bastian. Nah, untuk alat kelamin pria disebutnya dengan pinoy.

Liputan6.com, Jakarta Kaum lesbian ternyata memiliki beberapa kategori untuk dapat mengenalinya. Tak seperti kaum gay yang lebih mudah untuk mengategorikannya, yaitu top dan bottom.

Meski sama-sama bagian dari komunitas penyuka sesama jenis perempuan, namun kaum lesbian sendiri kadang sulit untuk mengidentifikasi dan bahkan sering terjadi salah melabelkan.

Di Indonesia, khususnya kota besar, seperti Jakarta sendiri, sering terjadi bias identitas di antara beberapa kaum lesbian, dan tak cukup hanya menilainya dari penampilan. Ada cirinya sendiri.

Dilansir dari berbagai sumber pada Sabtu (5/3/2016), Liputan6.com merangkum empat kategori wanita yang dikenal oleh kaum lesbian, khususnya di Indonesia, terlebih di kota besar, seperti Jakarta.

Ladies, mungkin ada sudah tak asing lagi dengan kata-kata lesbian. Iya, lesbian merupakn suatu istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan atau bisa juga disebut perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional, atau bahkan secara spiritual. Awal mulanya lesbian di kategorikan sebagai penyakit fisik, akan tetapi lambat laun lesbian disebut-sebut sebagai penyakit sosial.

Di zaman modern sekarang ini, lesbian sudah menjadi style bagi kalangan tertentu. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam lesbian adalah butch, femme, andro dan no label lesbian. Butch merupakan istilah dalam komunitas lesbian untuk mendeskripsikan sifat, gaya, perilaku, ekspresi, persepsi diri dan sebagainya yang bersifat maskulin dalam seorang wanita.

Dijelaskan pada situs lgbtindonesia.org, bahwa salam konteks sebuah hubungan, butch seringkali dipakai sebagai pasangan dari femme, yang pada umumnya lebih bersifat feminin tanpa karakter tomboy, walaupun terdapat beberapa kasus dimana butch berpasangan dengan butch, dan femme dengan femme. Sebutan andro yaitu lesbian yang bisa dibilang abu-abu karena dari segi penampilan dan hubungan mereka bisa dibilang tidak total butchy atau femme sedangkan No label sebutan untuk seorang lesbian yang tidak masuk dalam kategori butch juga femme.

Lesbian ternyata tidak bisa disebut sebagai penyakit kejiwaan lho. Akan tetapi lebih cocok disebut sebagai gangguan yang lebih menggambarkan kondisi mental seseorang perempuan. Salah satu cara penyembuhan lesbian adalah dengan cara Psikoterapi. Namun cara penyembuhan ini tergantung latar belakang dari perempuan yang mengalami lesbian tersebut.

Oleh: Ismaya Indri Astuti

(vem/rsk)

Untuk menunjukkan representasi yang lebih menyeluruh, singkatan LGBT berkembang menjadi LGBTQIA atau LGBTQ+. Meskipun begitu, LGBT memang lebih umum digunakan sebagai istilah yang merepresentasikan kelompok dengan orientasi seks dan gender yang berbeda dari heteroseksual dan cisgender (berkaitan dengan jenis kelamin).

Jika masih belum memahami berbagai jenis orientasi seksual dan ekspresi gender yang termasuk dalam LGBT, mari simak ulasan berikut ini.

Orientasi seksual dan identitas gender dalam LGBT

Orientasi seks gender

LGBT mencakup orientasi seksual dan identitas seksual yang bervariasi di luar dari orientasi seks dan gender yang umum ditetapkan dalam masyarakat, yaitu heteroseksual dan cisgender.

Saat memahami perbedaan orientasi seksual dan gender pada LGBT, penting untuk diketahui bahwa orientasi seksual dan identitas gender adalah dua hal yang berbeda.

Orientasi seksual merujuk pada ketertarikan secara seksual, romantis, ataupun emosional pada individu lain yang memiliki jenis kelamin atau identitas gender tertentu.

Jenis-jenis orientasi seksual dalam LGBT contohnya adalah homoseksual, biseksual, panseksual, aseksual dan lain-lain.

Sementara identitas atau ekspresi gender adalah perasaan internal atau kesadaran yang berasal dari dalam diri yang mendefinisikan seseorang sebagai perempuan, laki-laki, transgender, bigender, nonbinary, dan lain-lain.

Gereja Katolik di Jerman telah memperbarui aturan perburuhannya untuk mengakhiri diskriminasi berdasarkan seksualitas.

Gereja Katolik Jerman yang mempekerjakan sekitar 800.000 orang telah mengubah aturan perburuhannya sehingga orang tidak dapat lagi dipecat karena alasan memiliki pasangan sesama jenis atau menikah lagi setelah perceraian. 

Amandemen tersebut, yang disahkan pada hari Selasa (22/11), hampir setahun setelah 125 pegawai Gereja Katolik melakukan demonstrasi untuk mengakhiri diskriminasi di bawah peraturan Gereja.

Hingga saat ini, karyawan Gereja Katolik dapat kehilangan pekerjaan jika menyatakan diri memiliki hubungan sesama jenis atau jika mereka menikah lagi setelah bercerai.

“Secara eksplisit, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya, keragaman dalam institusi gereja diakui sebagai pengayaan,” demikian pengumuman Konferensi Waligereja Jerman.

Ditambahkan bahwa “terlepas dari tugas konkret mereka, asal usul mereka, agama mereka, usia mereka, kecacatan mereka, jenis kelamin mereka, identitas seksual mereka dan cara hidup mereka, semua karyawan merupakan perwakilan dari sebuah gereja yang “melayani warga.”

“Selama mereka memiliki sikap positif dan keterbukaan terhadap pesan Injil [dan] menghormati karakter Kristiani dari institusi tersebut.”  

Tekanan yang memuncak untuk reformasi 

Komite Pusat Umat Katolik Jerman mengatakan reformasi ini sebagai  langkah yang “terlambat”, sementara Komunitas Perempuan Katolik Jerman menggambarkan reformasi ini sebagai “tonggak sejarah”.

Namun, Thomas Schüller, seorang pakar hukum geraja, mengatakan kepada kantor berita dpa Jerman bahwa keputusan itu “didorong oleh pengadilan perburuhan negara”, yang telah lama diutamakan dalam masalah hukum perburuhan Gereja sehubungan dengan gaya hidup seseorang. 

Christian Weisner dari kelompok advokasi “We Are Church” menyambut baik langkah reformasi tersebut, tetapi mencatat bahwa “mungkin juga karena gereja kekurangan staf.” yf/hp (dpa, AP, KNA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *