Apa isi didalam ka bah

Ka’bah sudah menjadi kiblat seluruh umat muslim di dunia sejak 1.500 tahun yang lalu.

Apa Isi Kabah? Intip Bagian Dalam dan Sejarah Dibangunnya

Suara.com – Kiblat umat muslim di seluruh dunia yang sedang dituju jemaah ibadah haji 2022, Kabah yang berada di kota suci Mekkah menyimpan banyak sejarah dalam peradaban Islam.

Semulanya, kiblat umat muslim yang diarahkan ke Masjid Al Aqsa Palestina akhirnya dipindahkan oleh Nabi Muhammad SAW. ke Ka’bah Mekkah. Kemegahan dan kesucian bangunan Ka’bah ini seolah memberikan kesan “magnetis” bagi setiap umat muslim yang menjadi tamu Allah SWT. dan menjalankan ibadah haji maupun umrah disana.

Namun, apa sebenarnya yang ada di dalam bangunan Ka’bah tersebut?

Menyandur dari Arab News, isi Ka’bah sebenarnya tidak ada benda benda yang begitu istimewa. Interiornya hanya berisi tiga pilar yang menopang atap dan sejumlah lampu perak dan emas yang digantung.

Baca Juga: KBRI Bantu Muhammad Said Dapatkan Keadilan, Keluarga: Setidaknya Hukumannya Berkurang atau Dipindahkan ke Indonesia

Tidak ada benda benda antik atau berharga yang ada di dalam bangunan ini. Arsitektur bangunan yang memiliki rongga udara dan terlihat hampa tersebut malah memberikan suasana yang berbeda dari bangunan yang lain.

Kekosongan yang ada di dalam Ka’bah seolah menunjukkan bahwa manusia yang hidup di dunia ini hanya diciptakan dari segumpal darah dan dilahirkan dalam sebuah kekosongan yang pada akhirnya menjadi tujuan kita dalam menjalani kehidupan untuk bertakwa kepada Allah SWT.

Tak hanya itu, dari dalam Ka’bah kita dapat melihat setiap sudut Masjidil Haram dari seluruh penjuru dan buntut mata, memberikan pembelajaran bahwa kuasa Allah yang menciptakan kita dapat melihat dan sifat Allah yang Maha Melihat menjadi pengingat bagi kita dalam menjalani keseharian.

Ka’bah dibangun di masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Namun ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa Ka’bah pernah ada ketika Nabi Adam turun ke bumi. Allah memperbolehkan Adam membangun bangunan yang menirui Arsy sebagai tempatnya beribadah. Namun bangunan itu hancur ketika bencana air bah datang di masa Nabi Nuh AS, lalu kemudian Ka’bah dibangun dan disempurnakan di masa Nabi Ibrahim dan Ismail.

Hampir sepanjang tahun Ka’bah ditutupi dengan kain hitam yang sangat besar yang disebut Kiswah. 

Baca Juga: Warganet Minta CCTV Pelecehan Seksual WNI Depan Kakbah Disebar

Ibadah Tawaf dengan mengelilingi Ka’bah menjadi salah satu rukun haji dan rukun umrah dan syarat untuk menjadi tamu Allah yang mabrur. 

Solo

Tidak sembarang umat Islam bisa masuk ke dalam Ka’bah, bangunan suci di dalam Masjidil Haram di Makkah yang menjadi kiblat salat dan tempat tawaf saat haji dan umrah. Belum lama ini akun Twitter resmi Masjidil Haram mengungkap foto-foto penampakan dalam Ka’bah yang terbaru. Setidaknya ada 5 bagian penting di dalam Ka’bah.

Beredar 8 Foto dalam Ka’bah

Dilansir detikEdu, ada 8 foto yang menunjukkan bagian dalam Ka’bah secara detail. Di antaranya foto pintu emas Ka’bah, tiang-tiang penyangganya, hingga corak dinding dan lantainya.

“Beberapa minggu lalu, foto terbaru yang menunjukkan isi bagian dalam Ka’bah terungkap setelah beberapa tahun lamanya, (foto juga menunjukkan) bagian detail interior dari tempat suci ini,” tulis akun @haramainarchive, Jumat pekan lalu, dikutip dari detikEdu pada Rabu (7/9/2022). Berikut 5 bagian penting di dalam Ka’bah.

1. Pintu Ka’bah

Menurut postingan akun Twitter Masjidil Haram, pintu masuk Ka’bah yang selalu dalam keadaan terkunci itu terbuat dari 280 kg emas murni. Pintu itu dirancang dan dibuat ulang pada era Raja Khalid pada akhir 1970-an.

Gembok dan kunci pintu Ka’bah yang didesain dengan hiasan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an itu kini dipegang oleh Wakil Wali Ka’bah Suci, Syekh Abdul Malik bin Taha Al Shaibi, asisten Ketua Syekh Salih Al Shaibi.

Di samping pintu masuk itu, terdapat pintu menuju atap Ka’bah yang disebut Bab Al Tawbah. Bab Al Tawbah itu juga terbuat dari emas dan selalu dalam kondisi terkunci.

Di samping Bab Al Tawbah, ada sebuah plakat marmer yang dibangun pada era Raja Khalid. Di dalam Ka’bah setidaknya ada 10 plakat marmer bertulis yang dari era yang berbeda.

2. Pilar Ka’bah

Seperti masjid pada umumnya, Ka’bah juga memiliki pilar penyangga. Tiga pilar di dalam Ka’bah itu terbuat dari kayu jati Burma. Di tengah-tengah pilar itu ada satu lemari kecil warna bercorak emas untuk menyimpan wewangian dan barang-barang yang digunakan saat membersihkan Ka’bah.

Selain itu, ada pula aksesori menggantung dengan beragam bentuk di antara tiang-tiang penyangga Ka’bah. Aksesori yang terbuat dari emas, perak, batu safir, batu mutiara, permata, dan lain sebagainya itu hadiah dari para raja hingga pangeran di Arab selama berabad-abad.

Tentang tanda tempat salat Nabi Muhammad di dalam Ka’bah ada di halaman selanjutnya…

Halaman

1 2 Selanjutnya

MUNGKIN banyak yang penasaran ada apa di dalam Kabah? Bangunan suci bentuk kubus berukuran tinggi 11,03 m dengan sisi 11,03 m x 12,62 m yang terletak di tengah Masjidil Haram masih menyimpan banyak misteri. Banyak orang penasaran ingin mengetahui ada apa dan seperti apa di dalam Kabah, yang menjadi kiblat peribadatan umat Islam sedunia.

Apakah di dalamnya ada bangunan antik, benda-benda bersejarah, makam, atau benda-benda lain yang asing dari dunia manusia. Mengapa pintunya terbuat dari emas? Mengapa tidak dibuka sepanjang masa, dan hanya dibuka dalam kesempatan tertentu? Apakah ada dalil yang melarang membuka isi Kabah?

Sebenarnya bagian dalam Kabah tidak ada apa-apa. Hanya ada sebuah meja kecil, setinggi lutut tempat duduk lampu rechargeable untuk menerangi ruangan gelap. Di dalamnya tidak ada Air Conditioner (AC) atau kipas angin. Lubang udara satu-satunya ialah pintunya, kalau sedang dibuka.

Tidak ada barang antik, tidak ada lukisan atau ukiran, tidak ada kesan mewah di dalamnya. Justru di tengah kehampaan, tidak ada apa-apa kecuali ruang kosong, membuat diri kita semakin merinding. Di dalam Kabah, kita bisa salat ke arah semua penjuru mata angin. Kita bisa salat menghadap ke sekeliling tembok.

Di sinilah keagungan Kabah, di tengah kekosongannya kita diajak untuk mengosongkan diri seperti kosongnya bagian dalam Kabah. Tidak ada sedikitpun kesan mewah di dalamnya, betapa perlunya menghilangkan segenap kesan kemewahan duniawi saat kita menghadap ke haribaan Allah SWT.

Sekiranya ada benda sakral atau benda-benda lain, yang bisa mejadi perhatian menarik para pengunjung maka sudah barang tentu akan mengganggu kekhusyukan orang di dalamnya. Orang-orang akan terdekonsentrasi terhadap bangunan atau benda-benda itu.

Sebagaimana disinggung dalam artikel terdahulu, Kabah pertama kali dibangun atas permintaan Adam dan Hawa ketika keduanya diturunkan ke bumi penderitaan dari surga kenikmatan, akibat pelanggaran perintah Allah, mendekati buah terlarang.

Kabah dibangun sebagai miniatur Baitul Makmur, dan Baitul makmur sendiri merupakan miniatur Arasy, istana Tuhan.

Kabah di bangun di Mekah oleh malaikat atas perintah Tuhan untuk memenuhi permohonan Adam dan Hawa agar dibangunkan rumah pertobatan di bumi. Adam dan Hawa mengenal fungsi rumah pertobatan ketika keduanya bersama-sama para malaikat melakukan tawaf di Baitul Makmur.

Seperti kita ketahui, para malaikat pernah merasa berjarak dengan Tuhan ketika mempertanyakan kebijakan Tuhan tentang rencana penciptaan manusia dalam surat Al-Baqarah ayat 30, ”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.

Mereka berkata, mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan-Mu?. Tuhan berfirman, Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Menanggapi bahasa Tuhan seperti itu, maka para malaikat menyesali kelancangannya mempertanyakan kebijakan Tuhan, lalu mereka bertawaf mengelilingi Arasy, istana Tuhan, selama berhari-hari sambil menangis menyadari kelancangannya. Pada satu hari, Tuhan menyapa malaikat dan mereka diminta untuk pindah di Baitul Makmur, miniatur Arasy, dibangun di bawah Arasy. Di situlah nenek moyang kita Adam dan Hawa ikut bertawaf bersama malaikat dan jin.

 

Makkah – Tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam Kabah di Masjidil Haram. Makanya banyak jamaah umroh dan haji yang penasaran isi Kabah seperti apa.

Tidak perlu menjadi orang super penting supaya bisa diundang masuk ke dalam Kabah. Jamaah yang penasaran bisa datang ke museum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

BACA JUGA: Begini Cara Agar Bisa Salat di Depan Kabah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rupanya ini adalah salah satu tempat favorit jamaah Indonesia di sela kegiatan umroh dan haji. Untuk berkunjung ke sini tidak bisa sendirian, melainkan dalam grup yang sudah diatur oleh travel umroh dan haji karena memerlukan semacam surat khusus.

Suasana di dalam museum (Fitraya/detikTravel)Suasana di dalam museum (Fitraya/detikTravel)

Suasana di dalam museum (Fitraya/detikTravel)

Dari nama museumnya, kita tahu bahwa isinya benda bersejarah terkait 2 masjid suci umat Islam. Ada banyak galeri foto, dan benda-benda bersejarah. Misalnya saja tangga kayu tua untuk naik ke pintu Kabah yang memang lebih tinggi dari lantai.

Maket alias miniatur Masjidil Haram juga cukup menarik karena sangat detil dan kita bisa tahu bagaimana wujud Masjidil Haram di masa depan. Di sana juga dipajang sangkar kaca Maqam Ibrahim yang lama sebelum diganti oleh Raja Fahd Bin Abdul Aziz. Ada juga bekas hiasan atap menara Masjidil Haram berbentuk bulan sabit.

Nah, artefak terkait Kabah dan isi Kabah tentu paling bikin penasaran. Di sini diungkapkan, isi Kabah itu apa sih? Ternyata isi dalam Kabah adalah sebuah ruangan dengan 3 tiang dan kuda-kuda atap.

Tiang di dalam Kabah (Fitraya/detikTravel)Tiang di dalam Kabah (Fitraya/detikTravel)

Tiang di dalam Kabah (Fitraya/detikTravel)

Kayu tiang Kabah yang lama dipajang di museum ini. Ternyata, isi dalam Kabah ditaruh peti kayu. Ada peti kayu yang dibuat atas perintah Raja Arab Saudi tahun 1404 H (1983 M) untuk diletakan di dalam Kabah. Terjawablah pertanyaan kita, ada apa isi Kabah.

Kemudian ada pintu Kabah yang lama yang terbuat dari tembaga dari konstruksi pertama pemerintah Saudi. Yang lebih kuno ada gembok dan kunci Kabah dari tahun 1309 H (1891 M) pada masa Sultan Abdul Hamid II dari Kesultanan Usmaniyah.

Yang menarik juga ada bingkai Hajar Aswad dari zaman Sultan Murad Khan dari Usmaniyah, dan bingkai Hajar Aswad dari era Saudi. Bingkai logam ini untuk membungkus batu surga Hajar Aswad yang dipasang di sudut

Isi di dalam Kabah adalah peti kayu (Fitraya/detikTravel)Isi di dalam Kabah adalah peti kayu (Fitraya/detikTravel)

Isi di dalam Kabah adalah peti kayu (Fitraya/detikTravel)

Jutaan umat Islam saat Thawaf berusaha meraihnya. Itu sebabnya foto-foto Hajar Aswad di museum ini tampak rusak karena sering disentuh pengunjung. Sayang betul. Jamaah yang sangat ingin menyentuh Hajar Aswad yang asli, sepertinya melampiaskannya di museum ini.

Bicara Kabah tentu tidak lepas dari Kiswah, kain hitam bersulam emas bertulisan kaligrafi. Bisa dibilang ini adalah ciri khas Kabah. Kita juga bisa melihat alat tenun untuk membuat Kiswah.

Salah satu koleksi unik lainnya adalah Sumur Zamzam yang bersejarah. Dulu bentuknya benar-benar sumur dengan timba lho. Supaya lebih jelas, pengunjung bisa melihat foto tua dan langka tentang Kabah, Maqam Ibrahim dan Sumur Zamzam, koleksi dari Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz tahun 1297-1298 H (1879-1880 M) hasil jepretan fotografer Sadiq Bik.

Bangunan Sumur Zamzan yang lama dengan timba manual (Fitraya/detikTravel)Bangunan Sumur Zamzan yang lama dengan timba manual (Fitraya/detikTravel)

Bangunan Sumur Zamzan yang lama dengan timba manual (Fitraya/detikTravel)

Masih ada koleksi lainnya seperti 6 ubin marmer dengan tulisan Allah, Nabi Muhammad SAW dan 4 khalifah dari tahun 1299 H (1881). Kemudian ada juga salinan mushaf Al Quran Utsmani dari zaman kalifah Utsman Bin Affan.

Nah terus terang, artefak Masjidil Haram lebih bikin penasaran dari pada Masjid Nabawi. Barang koleksi dari Masjid Nabawi juga foto-foto tua, pintu yang lama dan maket Masjid Nabawi. Namun memang, benda-benda dari Masjidil Haram lebih ikonik dan fenomenal.

Kalau berencana untuk pergi umroh, coba saja tanya perusahaan turnya. Apakah ada itinerary mengunjungi museum dua masjid suci ini. Kalau sampai bisa tahu isi Kabah, nggak rugi deh datang ke sini!

Maket Masjid Nabawi (Fitraya/detikTravel)Maket Masjid Nabawi (Fitraya/detikTravel)

Maket Masjid Nabawi (Fitraya/detikTravel)

(fay/msl)

– Tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam Kabah di Masjidil Haram. Makanya banyak jamaah umroh dan haji yang penasaran isi Kabah seperti apa.Tidak perlu menjadi orang super penting supaya bisa diundang masuk ke dalam Kabah. Jamaah yang penasaran bisa datang ke museum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.Nama resmi museumnya adalah Exhibition of The Two Holy Mosques Architecture yang beralamat di Old Makkah Jeddah Road di luar Kota Makkah. detikTravel berkunjung ke sana beberapa waktu lalu.Rupanya ini adalah salah satu tempat favorit jamaah Indonesia di sela kegiatan umroh dan haji. Untuk berkunjung ke sini tidak bisa sendirian, melainkan dalam grup yang sudah diatur oleh travel umroh dan haji karena memerlukan semacam surat khusus.Dari nama museumnya, kita tahu bahwa isinya benda bersejarah terkait 2 masjid suci umat Islam. Ada banyak galeri foto, dan benda-benda bersejarah. Misalnya saja tangga kayu tua untuk naik ke pintu Kabah yang memang lebih tinggi dari lantai.Maket alias miniatur Masjidil Haram juga cukup menarik karena sangat detil dan kita bisa tahu bagaimana wujud Masjidil Haram di masa depan. Di sana juga dipajang sangkar kaca Maqam Ibrahim yang lama sebelum diganti oleh Raja Fahd Bin Abdul Aziz. Ada juga bekas hiasan atap menara Masjidil Haram berbentuk bulan sabit.Nah, artefak terkait Kabah dan isi Kabah tentu paling bikin penasaran. Di sini diungkapkan, isi Kabah itu apa sih? Ternyata isi dalam Kabah adalah sebuah ruangan dengan 3 tiang dan kuda-kuda atap.Kayu tiang Kabah yang lama dipajang di museum ini. Ternyata, isi dalam Kabah ditaruh peti kayu. Ada peti kayu yang dibuat atas perintah Raja Arab Saudi tahun 1404 H (1983 M) untuk diletakan di dalam Kabah. Terjawablah pertanyaan kita, ada apa isi Kabah.Kemudian ada pintu Kabah yang lama yang terbuat dari tembaga dari konstruksi pertama pemerintah Saudi. Yang lebih kuno ada gembok dan kunci Kabah dari tahun 1309 H (1891 M) pada masa Sultan Abdul Hamid II dari Kesultanan Usmaniyah.Yang menarik juga ada bingkai Hajar Aswad dari zaman Sultan Murad Khan dari Usmaniyah, dan bingkai Hajar Aswad dari era Saudi. Bingkai logam ini untuk membungkus batu surga Hajar Aswad yang dipasang di sudut Kabah Jutaan umat Islam saat Thawaf berusaha meraihnya. Itu sebabnya foto-foto Hajar Aswad di museum ini tampak rusak karena sering disentuh pengunjung. Sayang betul. Jamaah yang sangat ingin menyentuh Hajar Aswad yang asli, sepertinya melampiaskannya di museum ini.Bicara Kabah tentu tidak lepas dari Kiswah, kain hitam bersulam emas bertulisan kaligrafi. Bisa dibilang ini adalah ciri khas Kabah. Kita juga bisa melihat alat tenun untuk membuat Kiswah.Salah satu koleksi unik lainnya adalah Sumur Zamzam yang bersejarah. Dulu bentuknya benar-benar sumur dengan timba lho. Supaya lebih jelas, pengunjung bisa melihat foto tua dan langka tentang Kabah, Maqam Ibrahim dan Sumur Zamzam, koleksi dari Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz tahun 1297-1298 H (1879-1880 M) hasil jepretan fotografer Sadiq Bik.Masih ada koleksi lainnya seperti 6 ubin marmer dengan tulisan Allah, Nabi Muhammad SAW dan 4 khalifah dari tahun 1299 H (1881). Kemudian ada juga salinan mushaf Al Quran Utsmani dari zaman kalifah Utsman Bin Affan.Nah terus terang, artefak Masjidil Haram lebih bikin penasaran dari pada Masjid Nabawi. Barang koleksi dari Masjid Nabawi juga foto-foto tua, pintu yang lama dan maket Masjid Nabawi. Namun memang, benda-benda dari Masjidil Haram lebih ikonik dan fenomenal.Kalau berencana untuk pergi umroh, coba saja tanya perusahaan turnya. Apakah ada itinerary mengunjungi museum dua masjid suci ini. Kalau sampai bisa tahu isi Kabah, nggak rugi deh datang ke sini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *